DIBILANG KABUR

Jokowi Dibilang Kabur Saat Mau Didemo, Contoh Kabur Beneran Itu Yang di Arab Saudi

Xhardy – Di Twitter, beredar tagar #jokowikabur. Ini bertepatan dengan demo yang rencananya akan digelar di Istana untuk menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja.

Seperti diketahui, Jokowi sejak sore kemarin sudah tidak berada di Jakarta. Presiden Jokowi intern di Istana Bogor, Jawa Barat. Kemudian pada sore harinya Presiden menuju Solo, Jawa Tengah melalui jalur darat dari Yogyakarta.

Di Solo, agenda presiden adalah nyekar atau ziarah ke makam Ibunda beliau. Kemudian bermalam di Yogyakarta dan hari ini rencananya Jokowi akan berkunjung ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah dalam rangka meninjau food estate di sana yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Tagar ini tidak usah diambil hati atau dianggap serius. Siapa pun bisa bikin ini jadi trending.

Begini, Jokowi kabur? Jokowi masih seputaran Indonesia kok dibilang kabur. Jokowi masih di Indonesia. Kalau dia berada di Solo, silakan kerahkan massa untuk demo. Kalau dia di Pulau lain, silakan kerahkan massa di sana. Demo terjadi di banyak wilayah, silakan datangi aja.

Jokowi boleh disebut kabur kalau dia lari ke luar negeri dan sembunyi di sana dalam waktu lama atau sembunyi di dalam bunker rahasia selama berhari-hari. Kalau mau contoh paling mudah, tokoh yang disebut kabur beneran adalah yang kabur ke Arab Saudi dan tidak balik selama lebih kurang 3 tahun.

Jokowi beneran berkunjung ke Solo,dan meninjau food estate di Kalimantan Tengah. Jokowi tidak sembunyi dan tetap menampakkan diri. Tidak seperti yang di Arab Saudi itu. Lari tapi bilangnya diundang umroh oleh Raja Salman. Banyak kebohongan lainnya yang bikin geli. Itu baru namanya kabur terbirit-birit yang sesungguhnya.

Demo ini akan mengingatkan kita dengan aksi 411 di mana Jokowi juga tidak berada di Istana. Banyak yang bilang Jokowi pengecut dan tidak berani berhadapan dengan massa pendemo. Kenyataannya untung saja Jokowi tidak berada di lokasi karena suasana berubah jadi mencekam dan terjadi kerusuhan dan tindakan anarkis. Kalau presiden ada di sana, tentu saja pengamanan akan berlapis dan bukan tidak mungkin akan terjadi bentrokan dan ujung-ujungnya timbul korban. Teriakan HAM bergaung di mana-mana saat timbul korban dari massa pendemo. Saat itu, masyarakat baru sadar kalau memang itulah rencana perusuh.

Dan kita tunggu saja apakah demo ini akan berlangsung damai atau akan ada acara tambahan dengan disusupinya pendemo dari kelompok lain yang dikhususkan untuk bikin kerusuhan. Di kota saya tinggal, beberapa truk mengangkut pendemo yang kebanyakan masih bocah atau pelajar. Ini sudah gak bener lagi. Di kota lainnya juga begitu, ratusan pelajar ditangkap karena mau demo dan bertindak anarkis.

Kalau kejadian 411 ini terulang lagi hari ini, maka memang tujuan mereka ingin menargetkan presiden. Dan bisa dikatakan, untunglah Jokowi tidak di sana. Mau bilang Jokowi pengecut, silakan. Akan tetapi justru mereka lebih pengecut, bersembunyi di balik kerumunan massa, mengompori mereka dengan dalih memperjuangkan nasib pekerja dan buruh.

Maunya demo ini berjalan damai. Tapi kerusuhan dan anarkisme yang terjadi beberapa hari terakhir ini sudah bukan demo yang sehat lagi. Ada yang mau negara ini kacau dan politik tidak stabil.

Dan negara tidak boleh kalah dengan kelompok seperti ini. Tiap kali demo, kalau isunya besar, selalu saja merusak fasilitas umum, menggulingkan mobil lalu dibakar, lempar batu ke arah aparat, lempar molotov. Tapi pada saat ditindak tegas, HAM diteriakkan. Massa terluka, polisi disalahkan. Tapi polisi terluka, tidak ada yang protes.

Yang demo di Istana rencananya adalah mahasiswa. Mirip kayak dulu. Kalau tertib tidak masalah. Nanti kalau anarkis, seperti biasa, saling lempar tanggung jawab dan cuci tangan (pakai hand sanitizer biar jejaknya hilang), ngeles itu bukan dari kelompok mereka, penyusup entah dari mana. Begitu seterusnya sampai kucing bisa berbicara.

Justru kelakuan mereka seperti inilah yang bikin investor malas menanamkan modalnya di negara ini. Ngotot, tak mau kalah, mirip anak-anak tapi maunya dikasihani dengan berbagai fasilitas enak. Justru mereka ini yang bikin rakyat sengsara, tapi sok merasa jadi pahlawan.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *