GEREJA SETELAH CORONA

Setelah pandemik Corona ini berlalu, banyak hal yang bakalan berubah dan tidak bersesuaian lagi dari sisi kanonik gereja, kita harus menata ulang kembali konsep keberimanan kita, seperti tentang
👉Sunday Worship (Ibadah Raya Minggu)
👉Divine Healing (Penyembuhan Ilahi bagi beberapa gereja yg punya penekanan dogma pada hal ini)
👉Akuntabilitas Publik, dst.

Saya khusus menyoroti ketiga hal tersebut, karena menurut hemat saya, ketiga hal inilah yg paling dihantam oleh fenomena serangan Covid 19.

👉IBADAH RAYA MINGGU
Gereja akan semakin sulit menumbuhkan kesadaran jemaat agar datang beribadah minggu di gedung gereja, karena banyak penjelasan telah diberikan saat ini oleh para pemimpin gereja bahwa ibadah itu tidak harus di gedung gereja, di rumah juga bisa, online pula. Perdebatan tentang hal ini ada banyak di medsos, baik yg argumennya bagus maupun yang gak jelas.

Jadi, siap-siap lah gereja jika jemaatnya punya banyak alasan untuk tidak datang ke gereja,,,, GEREJA HARUS BISA MERUMUSKAN KONSEP IBADAH YANG BISA MEYAKINKAN UMAT BAHWA BERSEKUTU BERSAMA (DIDALAM GEDUNG GEREJA) ITU PENTING, WALAU BUKAN SEGALA-GALANYA.

👉DIVINE HEALING
Bagi sebagian gereja khususnya Pantekosta dan Kharismatik (P/K) harus mulai merumuskan ulang konsep kesembuhan Ilahinya, karena harus diakui doktrin ini tiba-tiba raib dan tidak punya kekuatan di tengah-tengah pandemic Covid 19 yang terjadi saat ini.

Bahkan di media sosial, banyak kalangan, terutama yang non (P/K) yang mempertanyakan dimana kuasa kesembuhan Ilahi yg diklaim dimiliki gereja (atau hamba Tuhan tertentu yang selama ini diurapi), kemana mereka semua ?
Malah ada yang bercanda dengan adanya himbauan pemerintah untuk melakukan ibadah dari rumah karena fenomena Covid 19, ibadah KKR kesembuhan Ilahi pun ditunda sampai situasi aman. “Masak ibadah kesembuhan Ilahi takut sama Corona ?” Kata sebagian mereka.

Konsep kesembuhan ilahi pasca Corona harus dipikirkan ulang,,,,,, GEREJA TERUTAMA (P/K) HARUS BISA MEYAKINKAN UMAT BAHWA KESEMBUHAN ILAHI TETAP ADA, TENTUNYA DENGAN LEBIH SEIMBANG, MISALNYA DENGAN LEBIH MENEKANKAN PADA KEDAULATAN TUHAN, BUKAN PADA KEHEBATAN GEREJANYA ATAU PENDETANYA

👉AKUNTABILITAS PUBLIK
Bagian ini benar-benar hancur, Gereja sama sekali menjadi bulan-bulanan, tidak sedikit blunder dilakukan oleh para “tokoh” gereja yg dianggap bertentangan dengan akal sehat masyarakat.
Betapa tidak, beberapa Pendeta tak peduli dengan himbauan pemerintah untuk melakukan sosial distancing (yang pada akhirnya mengakibatkan kesedihan karena beberapa korban Covid 19 adalah PARA PENDETA). Di sisi lain, banyak orang bertanya-tanya, dimana peran gereja dalam peperangan melawan pandemik Corona ini?

Sementara para pengusaha Buddha dan perkumpulan Buddha Tzu Chi mendapat applaus dari masyarakat atas sepak terjang dan bantuan mereka, gereja justru mendapat penilaian yang negatif karena tidak kedengaran kontribusinya.

Sampai-sampai ada yg menyerukan agar org Kristen jangan lagi kasih persepuluhan ke gereja, lebih baik kasih ke Buddha Tzu Chi saja

Pertanggung jawaban kita (gereja) terhadap masyarakat benar-benar kritis, kepercayaan publik terhadap gereja dan para (pemimpinnya) jatuh,, Gereja harus mengkonsep ulang lagi pemahamannya atas tanggung jawab gereja terhadap masyakarat dan kemanusiaan.
Jika tidak, gereja akan semakin alpha atas tanggung jawab publiknya, dan karena itu gereja tidak lagi menjadi suksesi apostolik yang menjadi GARAM dan TERANG.
Dari sini kita disadarkan bahwa gereja ada bukan hanya utk dirinya sendiri, tapi utk masyarakat dan kemanusiaan, termasuk dlm hal keuangan yg dimiliki gereja.

Jadi, dengan semua realita ini, mari kita bersama-sama (berhenti bertengkar, berbantah-bantahan, saling serang dan saling hujat) sebaliknya bergandengan tangan mengekspresikan keberimanan kita agar hidup saling mengasihi, sehati sepikir, saling tolong-menolong sesuai dengan FIRMAN TUHAN.

Gereja secara bersama-sama harus bergandeng tangan melakukan refleksi, retrospeksi dan rekonsepsi agar kekeristenan yg kita imani sungguh BERBUAH NYATA dan berdaya guna bagi kemanusiaan dan lingkungan sebagai jawaban atas segala tantangan dan perubahan zaman,,, ITULAH PERSEKUTUAN JEMAAT YANG ADALAH TUBUH KRISTUS

Copas

Shalom

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *