BONGKAR 10 KESALAHAN DKI SOAL PSBB, PSI “CUKUR” ANIES!

Manuel – Partai Solidaritas Indonesia memberikan catatan penting kepada Anies Baswedan terkait kesalahan dan kebodohannya dalam melakukan psbb transisi. PSBB transisi yang sudah diperpanjang sampai kepada lima kali ini salah dan terbukti tidak efektif.

Wacana melakukan PSBB total yang rencananya dikerjakan tanggal 14 September nantinya, membuktikan bahwa Anis secara tidak langsung dan pengecut mengakui kesalahannya. Kesalahannya yang sangat fatal membuat Partai Solidaritas Indonesia memberikan 10 “cukuran” maut kepada Anies Baswedan. Apa saja kesalahan fatalnya?

Pertama. Pemprov agak terlambat melakukan tes swab. Seharusnya Pemprov DKI Jakarta melakukan test dengan jatah yang sudah diberikan oleh pusat. Namun demikian mereka tidak melakukannya dan berdalih bahwa akan dilakukan secara jangka panjang, sehingga penggunaan akan dibuat bertahap.

Bagi saya ini adalah alasan konyol yang tidak masuk akal. Justru seharusnya warga di Swab Test sebanyak mungkin agar pemerintah bisa mengetahui bahwa pemetaan covid 19 sejak awal seperti apa. Tapi ternyata Anies Baswedan lebih memilih untuk kulit kepada warga Jakarta sehingga warga Jakarta yang menjadi rugi dan menjadi tidak tahu data yang sebenarnya.

Kedua. Contact tracing hanya 6 org/kasus. Setahu saya contact tracing yang seharusnya dilakukan secara standar dari negara-negara lain antara 10 sampai 20 orang.

Bahkan di Cina, Amerika dan bahkan negara Malaysia, bisa dikatakan bahwa contact tracing bisa dikerjakan sampai kepada seluruh karyawan kantor yang pasien tersebut pernah bekerja. Anies Baswedan tidak melakukan itu dan dia lebih memilih untuk menyimpan duitnya. Pelit lu Nis.

Ketiga. Penumpukan penumpang akibat kelangkaan transportasi umum. kelangkaan transportasi umum ini menjadi efek kejut getar dan vibrasi dari Anies Baswedan yang diakui sendiri. Partai Solidaritas Indonesia mengancam akan hal ini kemungkinan besar plaster transportasi umum akan muncul karena kebijakan Anies Baswedan yang bodoh ini.

Semakin sedikit transportasi umum yang dikeluarkan akan semakin padat para penumpangnya. Sehingga potensi penyebaran virus covid 19 di transportasi umum mudah terjadi.

Keempat. Memberlakukan ganjil-genap. Bayangkan saja, sudah membatasi jumlah Armada transportasi umum, orang ini masih memberlakukan ganjil genap. Jadi kepadatan penumpang di transportasi umum akan makin tinggi.

Kemudian cluster-cluster baru pun muncul karena satu mobil nomor ganjil atau genap yang sesuai dengan tanggalnya, dipakai oleh banyak orang yang mungkin tidak kenal satu sama lain.

Kelima. Tidak ada penegakan aturan yang rutin & konsisten. Inilah yang paling parah, penegakan peraturan yang tidak pernah konsisten. Gembong Warsono yang merupakan politisi PDIP yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta mengatakan bahwa pelaksanaan dari penegakan peraturan masih tergantung dari seberapa banyak fulus yang diberikan.

Dia mengatakan bahwa masih banyak kongkalikong yang terjadi antara pemilik cafe dengan penegak hukum DKI Jakarta. Jadi aturannya masih sesuai dengan berapa bayarannya ternyata.

Keenam. Tidak menyediakan tempat khusus isolasi bagi OTG. Untuk alasan ke-6 ini sepertinya saya agak kurang paham dengan PSI. Orang tanpa gejala yang didiagnosa positif, sepertinya tidak perlu melakukan isolasi di tempat khusus.

Mereka bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. tapi sepertinya PSI DKI Jakarta memahami bahwa OTG di Jakarta kebanyakan bandel. Dan seharusnya Anies Baswedan tahu akan karakter dari pemilihnya yang OTG. Sehingga bisa dibuatkan tempat isolasi khusus bagi orang tanpa gejala.

Ketujuh. Banyak kasus positif di lingkungan kantor pemprov/pelayanan publik. Anies Baswedan pernah mengundang wartawan saat pandemic Covid 19 di balai kota tanpa melakukan jaga jarak.

Saya dari awal sudah curiga bahwa sebentar lagi orang-orang yang berada di Pemprov DKI bisa tertular. Dan ternyata mereka tidak bisa menutupi fakta bahwa pegawai pegawai Pemprov nya kena covid.

Kedelapan. Sering memberikan kebijakan yang membingungkan/kontradiktif. yang lahiran lah kalau sampai dia minta izin kepada Menteri PUPR untuk membuka jalan tol bagi pesepeda pada saat covid 19 merajalela. Memang Gubernur ini “pintar” sekali dalam melakukan kebijakan-kebijakan yang sifatnya kontradiktif.

Kesembilan. Tidak jelas & tidak transparan dalam kriteria rem darurat. Anies Baswedan tidak bisa menjelaskan dan tidak bisa transparan dalam memberikan kategori Apa itu rem darurat.

Bukan rhetorical murahan yang tidak bisa dipahami secara rinci oleh jajaran bawahannya. Kalau kepalanya saja gelap, bagaimana anggota tubuh lainnya?

Kesepuluh. Bansos terlambat diberikan & pelaksanaanya sangat lambat. Bantuan sosial ternyata hanyalah kaldu bukan daging betulan.

Hanyalah kornet yang merupakan makanan kaleng yang banyak sekali pengawetnya. sungguh-sungguh saya tidak bisa memahami bagaimana Anies Baswedan mengatakan bahwa dirinya merupakan orang yang berpihak kepada wong cilik.

Dia adalah gubernur Taipan yang bawahannya memberikan pelayanan super dan premium kepada Djoko Tjandra.

Dari 10 analisis ini saya melihat bahwa mayoritas tepat sasaran. Partai Solidaritas Indonesia dengan rinci bisa menjelaskan kesalahan-kesalahan Gubernur Anies dari perlakuan PSBB yang gagal 5 kali.

Begitulah gagal-gagal.

sumber: seword

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *