DISERANG ISU PKI, PDIP TERNYATA MAKIN MELEJIT ELEKTABILITASNYA

Xhardy – PDIP sedang digembosi oleh berbagai pihak yang ingin agar suara partai ini tergerus saat 2024 nanti, secara kita tahu partai ini langganan peraih suara terbanyak. Salah satu caranya adalah dengan melabelkan partai ini dengan PKI. Belakangan ini, isu PKI cukup gencar disuarakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang muncul pada bulan September.

Lantas apakah isu ini berhasil membuat PDIP terpuruk. Sekilas kita bisa menebak kalau isu ini tidak akan mempan karena publik sudah cerdas menyikapi isu ini.

Hasil survei New Indonesia Research & Consulting juga membuktikan hal yang sama. Survei ini menyatakan popularitas dan elektabilitas PDIP naik tinggi, bahkan lebih tinggi dari perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu.

Pada Pemilu 2019 lalu, PDIP memperoleh 19,3 persen suara nasional. Pada survei yang dilakukan New Indonesia Research & Consulting, elektabilitas PDIP kini mencapai 29,3 persen.

Gerindra menyusul di peringkat kedua dengan elektabilitas sebesar 12,5 persen, masih sama seperti perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu. Di posisi ketiga ada Golkar dengan elektabilitas sebesar 9,7 persen, turun dibanding perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu yang mendapat 12,3 persen suara.

Seperti yang saya katakan, PDIP tidak akan semudah itu dijungkalkan lewat sebuah isu yang sebenarnya basi. Tapi survei di atas, kalau realiable, membuktikan kalau PDIP itu bukan partai kemarin sore dan terlalu besar untuk dikalahkan terutama oleh kelompok sebelah.

Perlu dicatat bahwa PDIP bukanlah partai yang berdiri karena insiden sakit hati seperti PA 212 dan ormas-ormas sejenis setelahnya. PDIP juga sudah melalui jalan panjang dan pernah dihajar habis-habisan tapi masih berdiri tegak hingga sekarang.

Beda dengan PA 212 dan sejenisnya yang berdiri karena ada kepentingan tertentu, pondasinya rapuh, dan berubah menjadi pion hanya bergerak kalau ingin menyerang pihak lain. Membandingkan PDIP dengan ormas ini sama sekali tidak apple to apple.

Dan ketika hari ini PDIP kembali diguncang oleh isu komunis, itu lagu lama dengan aransemen baru yang lebih kekinian. Yang menyuarakan isu ini sekarang adalah ormas-ormas berjubah agama, yang dibelakang mereka berbaris para manusia-manusia sakit hati. Ada tokoh politik era Orba. Ada juga dari keluarga penguasa Orba. Lihat saja foto-foto yang bertebaran di internet. Jejak digital mereka terlacak dan tersebar di media sosial. Mereka tak bisa membantah itu.

PDIP ini sudah kenyang difitnah. Setahu saya, baru kali inilah ada ormas yang terang-terangan berani menantang PDIP dengan menggunakan isu-isu yang sudah lama. Kalau bukan karena ada investor atau sponsor, ormas ini tidak akan nekat berbuat terlalu jauh.

Isu PKI ini adalah isu yang dipakai untuk menutupi gerakan khilafah yang sedang dibangun kelompok berjubah agama ini. Tapi salahnya adalah mereka menutupi yang terlihat dengan isu yang tak terlihat dengan jelas. Mau bikin isu, tapi isunya basi. Setidaknya carilah isu baru yang lebih fresh dan kuat pondasinya.

PKI ini digambarkan sebagai kekuatan jahat yang ditumpas oleh Orba. Nah, sekarang tidak sulit menebak siapa yang kembali ingin jadi pahlawan dengan membangkitkan isu PKI? Pihak atau keluarga yang ingin kembali digambarkan sebagai pahlawan penyelamat dan penumpas PKI yang sudah tidak ada. Rakyat dipaksa hidup dalam ilusi palsu dan licik.

Mereka ingin menggambarkan PDIP sebagai tokoh jahat, tapi mereka yang pura-pura mencintai Pancasila kemudian menghina terang-terangan dan ingin mengganti dengan ideologi agama di tengah keragaman bangsa Indonesia ini adalah kelompok yang jauh lebih jahat.

Kelompok ini sekarang hanya jadi bahan tertawaan rakyat di seluruh negeri ini. Kelompok yang biasanya anti Pancasila kini mendadak dangdut menjadi yang paling terdepan membela Pancasila. Sila Pancasila aja masih salah sebut kok. Ini pasti ada udang di balik batu, kan?

Dan satu lagi, saya yakin pasti ada partai yang mendukung isu ini. Partai-partai seperti ini silakan nyungsep aja saat pemilu 2024 nanti. Partai ini adalah partai munafik yang diam-diam menjadi duri dalam daging, yang berpura-pura baik tapi memiliki agenda jahat.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *