BREAKING NEWS: MESKIPUN ZONA MERAH, WISATAWAN TETAP ANTUSIAS BERLIBUR KE BERASTAGI

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI – Meskipun saat ini Kabupaten Karo sudah masuk ke dalam zona merah penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19), namun tampaknya hal ini tidak menjadi penghalang bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburannya ke Karo.

Kondisi ini, tampak di salah satu pusat jajanan dan oleh-oleh yang ada di di Pasar Buah, Jalan Gundaling, Berastagi, Minggu (28/6/2020).

Amatan www.tri bun-medan.com, wisatawan dari luar Kabupaten Karo terlihat cukup ramai di pasar yang tak hanya menjual buah-buahan ini.

Titik-titik parkir yang ada di kawasan ini, juga terlihat penuh kendaraan yang berseri luar Kabupaten Karo.

Seorang wisatawan Hendro, mengaku semenjak pandemi ini dirinya baru hari ini berani untuk datang berlibur ke Berastagi.

Dirinya mengatakan, dengan penerapan pembatasan sejak beberapa bulan lalu itu ia mengaku sudah cukup bosan berasa di rumah.

“Iya sudah bosan juga di rumah terus enggak bisa kemana-mana. Kemarin pas lebaran rencana mau nginap di sini, tapi katanya belum bisa. Makanya hari ini coba ke sini,” katanya.

Ketika ditanya perihal wilayah Kabupaten Karo yang saat ini masuk ke dalam zona merah, dirinya mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Saat diberitahu kondisi Kabupaten Karo saat ini, dirinya mengatakan cukup khawatir.

Namun, hal ini tidak membuatnya ingin segera kembali ke tempat tinggalnya.

“Enggak tahu, baru ini tahu kalau zona merah. Tapi ya yang penting kan enggak sentuhan sama orang, tetap jaga-jaga juga kita. Tadi juga di perbatasan, mobil kami disemprot sama petugas,” ucap pria asal Kota Medan ini.

Informasi dari seorang pedagang yang ada di sana ND br Ginting, wisatawan sudah mulai berdatangan sekira pukul 11.00 WIB tadi. Sebagai masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan di sana, dirinya mengaku antusias karena dapat menuai rezeki kembali.

“Agak siang memang tadi mulai datang orang, ya kalau ginikan ada lah sikit pemasukan kita. Kalau terus tutup, hajap juga lama-lama,” ujar ND br Ginting, saat ditemui di kawasan Pasar Buah Berastagi.

Disinggung perihal kondisi Berastagi yang sempat sepi wisatawan beberapa waktu lalu, dirinya mengaku sempat bekerja di perladangan milik tetangganya.

Tak lain, hal tersebut dikerjakannya untuk menyambung hidup bersama keluarganya karena pendapatannya dari berjualan di Pasar Buah sempat terhenti sementara.

Seperti diketahui, akibat pandemi penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah pusat menerapkan pembatasan aktivitas yang melibatkan orang banyak. Dengan adanya pembatasan ini, tentunya sangat berdampak bagi sektor pariwisata dan daerah yang memiliki banyak objek wisata, seperti Kabupaten Karo. (cr4/tri bun-medan.com).

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *