UPDATE: HABIB UMAR ASSEGAF AKAN DIBERI SANKSI, POLISI BEBERKAN 3 KESALAHANNYA SAAT PSBB SURABAYA

Sebelum Viral Habib Umar Assegaf Cekcok dengan Petugas PSBB Surabaya, Ada 2 Kasus Serupa Juga Heboh

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Sanksi menanti Habib Umar Assegaf, setelah cekcok dengan sejumlah petugas pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pos Check Point Exit Tol Satelit, Surabaya. 

Hal ini beralasan karena Habib Umar Assegaf telah melakukan tiga kesalahan saat pemberlakuan PSBB Surabaya.  

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan  tiga poin kesalahan yang dilakukan Habib Umar.

Pertama, yang bersangkutan menggunakan pelat kendaraan selain L dan W, maka dilakukan pengecekan juga maksud dan tujuannya datang di Kota Surabaya.

“Kedua, sopir tidak menggunakan masker dan ketiga, kapasitas melebihi batas empat orang. Semangat dan pengabdian petugas di pos cek poin adalah amanah undang-undang dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Untuk itu, kita berharap kesadaran masyarakat untuk menegakkan disiplin,” terangnya.

Apa sanksi penegakan hukum yang akan diberikan pihak kepolisian terhadap pelanggar, Truno memastikan akan ada prosedur hukum yang diberikan.

“Akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Polda Jatim akan menguji keotentikan rekaman video yang terlanjur beredar viral di jagad media sosial.

Apakah video yang terlanjur beredar luas di media sosial sesuai dengan fakta yang ada.

Atau terdapat aspek rekayasa media atau editing dalam rekaman video berdurasi tak lebih dari tiga menit itu.

“Terkait video kami akan melakukan digital forensik. Artinya apakah video tersebut sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, dan tidak ada editan, sehingga Ini sah,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (21/5/2020).

Tak cuma itu, ungkap Trunoyudo, pihaknya juga akan menggali keterangan terhadap para saksi, mulai dari anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas dan institusi jajaran samping lainnya, yang melihat insiden tersebut sekira pukul 16.45 WIB, Rabu (20/5/2020).

Ini guna memastikan kesesuaian antara hasil digital forensik terhadap hadap keterangan saksi mata yang ada di lokasi.

“Ini terkait kesaksian sesuai dengan fakta yang ada di video,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar video seorang pria bergamis yang akhirnya diketahui bernama Habib Umar Assegaf di media sosial.

Habib Umar Assegaf merupakan pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan.

Habib Umar Assegaf marah karena distop oleh petugas.

Petugas mendapati jumlah penumpang di dalam mobil Toyota Camry Habib Umar Assegaf melebihi aturan PSBB.

Selain itu, ada satu penumpang yang tak menggunakan masker.

“Pemeriksaan dilakukan karena pelat mobil N, bukan L atau W. Saat PSBB pelat nomor selain L dan W memang diminta putar balik
saat masuk ke Surabaya,” kata Trunoyudo dikutip dari Kompas.com.

Saat petugas sedang memberi pemahaman, Habib Umar Assegaf ke luar dari mobil.

“Bapak kami hormati ya. Bapak dengar baik-baik,” ujar petugas polisi ke arah pria berjubah itu.

Bukannya menuruti permintaan petugas. Pria berjubah itu justru membalas dengan merutuki petugas.

“Saya jauh lebih baik,” ujarnya.

Namun balasan itu tak membuat petugas gentar.

Petugas polisi itu justru terus berupaya memberikan pemahaman kepada si pria tersebut.

“Saya udah bilang baik-baik. Kalau yang lain itu nurut pak. Yang tidak pakai masker, mulai sana dipakai,” ujar petugas polisi seraya mengarahkan tangannya ke jalan raya di belakangnya.

Mendengar pernyataan dari sang polisi, pria berjubah itu kemudian menjawab dengan nada bicara yang terdengar berat.

“Penyakit itu orang yang tidak sembahyang,” ujar pria berjubah itu seraya melenggang meninggalkan si petugas polisi.

Satpol PP Lapor ke Polda

Setelah video tersebut viral di jagad dunia maya pada Kamis (21/5/2020), dikabarkan satu diantara petugas pos tersebut melaporkan Habib Umar Abdullah Assegaf ke Mapolda Jatim.

Petugas yang melaporkan Habib Umar itu bernama Asmadi, anggota Satpol PP Pemkot Surabaya.

Asmadi mengaku melaporkan seorang pria berjubah putih yang sempat terlibat percekcokan dengannya, pada Rabu (20/5/2020), ke Sentra Pelayanan Kepolisan Terpadu (SPKT) Mapolda Jatim.

Ia memutuskan menempuh jalur hukum setelah mendapat dukungan dari pihak atasannya dalam hal ini institusi Satpol PP Pemkot Surabaya.

“Ya saya dapat perintah dari atasan untuk melaporkan hal kemarin, ini juga dapat pendampingan dari Pemkot Surabaya dan Satpol PP Surabaya,” ujarnya saat dihubungi awak media, Kamis (21/5/2020).

Penelusuran Tribunjatim.com, Asmadi membuat laporan atas insiden tersebut di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

Ia didampingi seorang petugas Satpol PP yang tampak duduk menunggu di depan pintu kaca ruang utama pusat pengaduan Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

Di dalam ruang tunggu terdapat dua orang perwira polisi dari Polrestabes Surabaya, yang kabarnya mendampingi Asmadi membuat laporan di Mapolda Jatim.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, pihaknya dalam hal ini, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim sedang mendalami laporan mengenai insiden tersebut.

“Penyelidikan itu didasari adanya laporan. Terkait ini laporannya dari siapa; tentu nanti kami akan disampaikan setelah proses penyelidikan ini dilangsungkan. Dasarnya, laporan polisi baik itu laporan polisi model A ataukah yang bersangkutan langsung, dalam hal ini Satpol PP,” katanya di Mapolda Jatim.

Insiden tersebut ternyata juga menyita perhatian berbagai pihak. Termasuk petinggi Polda Jatim yakni Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran.

Sepulang dari kunjungannya ke Mapolres Ngawi dan Magetan, Irjen Pol Fadil Imran ditemani Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim sekaligus Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, dan kepala camat setempat, menyempatkan untuk mendatangi Pos Check Point Exit Tol Satelit yang menjadi lokasi percekcokan yang sempat viral itu.

“Tadi langsung mengecek, dan benar kejadiannya ada di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut sekira tanggal 20 Mei 2020,” pungkasnya.

Video adu mulut (Facebook)

MUI Bereaksi

Sekretaris Umum MUI Jatim Ainul Yaqin, mengatakan mestinya petugas PSBB Surabaya bisa bersikap lebih persuasif.

Sebab, menurutnya, Habib Umar merupakan tokoh masyarakat yang dihormati.

“Mestinya aparat di lapangan itu harus secara persuasif memberikan komunikasi dengan baik.

Tapi dengan kejadian kemarin dengan Habib Umar sangat kami sayangkan.

Apalagi Habib Umar ini tokoh yang dihormati, beliau punya muhibbin yang banyak,” kata Ainul dilansir Surya.co.id dari CNN Indonesia, Kamis (21/5/2020).

Petugas tersebut, kata Ainul, mestinya paham dan bisa meredam emosinya.

Lebih lanjut menurut Ainul, aksi tersebut bisa saja memicu konflik dan kemarahan yang lebih besar dari pendukung Habib Umar, lantaran tak terima atas perlakuan aparat tersebut.

Maka itu, ia pun mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian agar segera melakukan mediasi bersama kedua pihak.  

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *