DIMULAI DARI RT/RW HINGGA PEMERINTAH PUSAT BERPERAN PENTING DALAM PENANGGULANGANNYA COVID-19

Ibrahim-Di tengah wabah penyebaran virus corona (COVID-19), kita memang harus berpegang teguh dengan aturan maupun imbauan yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Namun, agar aturan dan imbauan tersebut bisa berjalan, setidaknya di suatu wilayah dalam lingkup kecil membutuhkan pemimpin yang mampu memimpin jalannya aturan dan imbauan tersebut, seperti halnya ketua Rukun Tetangga (RT) dan ketua Rukun Warga (RW).

Sebagai komunitas terdepan dan terdekat dengan masyarakat, RT dan RW memiliki peran penting untuk melindungi masyarakat dalam membatasi risiko dan memutus rantai penyebaran COVID-19 di wilayahnya.⁣

Beruntung kita punya sistem tatanan negara ini yang sudah sampai ketingkat paling kecil di tiap kota.

Banyak cerita yang masuk ke saya, khususnya dari orang tua. Bermula dari Ibu saya yang mengurung diri dirumah karena memang ada anjuran dari Pemerintah Daerah jauh sebelum adanya PSBB, Balikpapan sudah menerapkan duluan peraturan Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam.

Sejak dikeluarkan aturan itu, Perangkat Desa setempat serentak mendatangi perwakilan para ketua RT/RW untuk melakukan kordinasi pendataan.

Pendataan itu meliputi banyak hal, mereka para ketua RT/RW itu turun ke tiap rumah warga, mendatangi satu persatu pintu untuk kemudian ditanya. Semua tercatat rapi untuk data seluruh anggota keluarga. dimulai dari mengidentifikasi, mendata, dan melaporkan warga dengan gejala COVID-19 atau melaporkan warga dengan risiko* tinggi dengan cepat ke tempat karantina.

Semua yang didata kemudian di laporkan ke kepala desa, lurah atau camat setempat. Kemudian merekapun bersinergi lagi dengan, Tim Gugus Tugas Covid atau TAPD, Pemerintah Daerah, Walikota, DRPD hingga DPW.

Alokasi anggaran penanganan covid-19 tentunya sangat berdampak dan berpengaruh besar terhadap perubahan APBD di seluruh daerah di Indonesia, tak terkecuali daerah tempat ibu saya tinggal. Alhamdulilah dengan APBD yang ada, mereka masih mampu untuk bertahan, bantuan pertama turun dari Pemprov Kota untuk membantu warganya.

Bantuan pun tak berhenti sampai disitu saja, Sebanyak 10.917 kepala keluarga kurang mampu di Kota Balikpapan akan mendapat bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah pusat Rp600 ribu setiap bulannya selama 3 bulan. Mekanisme pembagian bantuan akan dibagi langsung tanpa melalui transfer di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Berdasarkan data lain, sementara ada bantuan sembako yang dibagikan hingga kini sudah mencapai 60 ribu KK sudah terdata. Mereka yang mengajukan dan yang sudah menerima adalah warga terdampak covid-19, mulai di-PHK, dirumahkan, hingga pekerja formal maupun informal.

Bantuan itu tersalur merata keseluruh Balikpapan karena apa? Karena ada peran penting dari seorang ketua RT/RW yang telah mendata warganya.

Ini cerita kecil dari kota Ibu saya melihat kinerja Pemerintah Pusat hingga perangkat kecil di kota yaitu RT/RW

Tentunya, pasti sangat banyak juga cerita hal serupa di daerah lain, semua berjuang keras untuk tetap survive di pandemi ini. Semua saling bergotong royong, demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakya Indonesia, para warganya benar-benar menjalankan sila sebelumnya.

Berpegang teguh pada Tuhan yang maha kuasa, percaya wabah segera berakhir dan yang terjangkit dapat sembuh,

Tetap jaga tata krama antar sesama tidak menjarah, merampok, atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma di era pandemi ini untuk tetap sesuai dengan prilaku kemanusiaan yang adil dan beradab.

Lalu kemudian semuanya bersatu, persatuan Indonesia, dimulai dari Pemerintah Pusat hingga RT/RW dan para warganya, dimana semua itu menghasilkan kordinasi yang baik, pendataan yang rapi, dan gerak cepat untuk mengatasi masalah, karena semua bersinergi sesuai dengan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan/

Negara ini cantik, warganya manis, kita semua berbeda, tapi bersatu dalam harmoni kebinekaan dibawah sayap garuda pancasila. Musibah ini pasti kita bisa lalui bersama, dan disaat semuanya sudah reda, tidak akan ada satu korban yang dirugikan karena kita sudah bersatu sejak lama.

Terimakasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, para wakil rakyat, Lurah, Camat, Kades, dan RT/RW terimakasih telah peduli terhadap warga, terimakasih telah mendantangi semua lapisan warga tanpa terkecuali.
sumber: seword

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *