SATU TINDAKAN LEBIH BAIK DARI SEJUTA TULISAN

Saya dan tim Sahabat Birgaldo Sinaga #lawancovid19 baru saja usai tempur menyemprot desinfektan ke bilik ATM. Kami mengakhiri penyemprotan malam ini pukul 19.45 WIB.

Sambil menikmati makan malam, saya membaca riuh gemuruh pro kontra tentang ucapan Luhut Binsar Pandjaitan.

LBP mengatakan cuaca panas dan kelembaban di Indonesia menguntungkan Indonesia. Sehingga Covid 19 tidak begitu cepat mewabah.

Ucapan LBP ini langsung bikin gemuruh di jagad twitter.

Ekonom Faisal Basri tersentak kaget. Ia kesal dan marah. Lalu mencuit satu kalimat Luhut Pandjaitan lebih berbahaya dari virus corona Covid 19.

Jrenggg…pecahlah jagad twitter.

Apa yang terjadi?

Sudah 5 hari saya turun ke lapangan bertemu dengan para pedagang asongan, pedagang kaki lima, abang ojol dan kelompok masyarakat bawah.

Suara lirih getir mereka berharap badai Covid 19 ini cepatlah berlalu. Mereka tak mengerti perdebatan di Kabinet dan di media sosial itu. Untuk cari makan siang saja sudah pontang panting.

Sejak seminggu lalu, saya sudah memutuskan tidak akan berdebat atau berargumen lagi untuk Covid 19 ini.

Pikiran saya, pandangan saya atau argumen saya sudah saya suarakan sejak awal Maret sebelum wabah ini meluas.

Saya kira media sosial sudah terlalu crowded dengan caci maki, amarah, kejengkelan dan kebencian.

Di hari2 ke depan, saya dan tim Sahabat Birgaldo Sinaga akan terus berjuang di jalannya sendiri. Berjuang melawan Covid 19 dengan caranya sendiri. Menyapa orang2 yang sedang kesusahan karena tidak bisa makan siang lagi.

Sekarang buat saya, satu tindakan nyata itu lebih berarti dari sejuta tulisan. Menyelamatkan satu jiwa itu lebih berharga dari seribu nyanyian merdu.

Semoga Tuhan melindungi kita.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *