DPR RUPANYA EGOIS, ADA WABAH LANGSUNG DULUAN GERAK TAK PEDULI PADA YANG LAIN

Xhardy-Datangnya alat tes cepat corona atau rapid test ke Indonesia adalah jawaban yang diberikan pemerintah kepada rakyat sebagai tanda pemerintah gerak cepat dan menganggap serius wabah corona di negara ini. Dalam waktu sekitar 15 menit, maka seseorang bisa diketahui apakah positif atau negatif corona meski harus dipastikan lagi dengan metode yang jauh lebih akurat yang memakan waktu berhari-hari.

Tapi ternyata ada yang malah mau menyerobot tes cepat ini.

Rencana rapid test untuk seluruh anggota DPR RI dan keluarganya diungkapkan oleh Sekjen DPR RI Indra Iskandar pada Senin lalu. Anggota DPR saja jumlahnya sudah mencapai 575 orang, belum termasuk keluarganya. Dua ribu orang lebih yang harus diperiksa.

Rencana DPR ini tentu saja mendapatkan kritik dari masyarakat dan pengamat politik. Sejumlah pengamat politik menilai standar moral DPR sangat rendah bila tetap memaksakan rencana ini. Sebab, masih banyak masyarakat yang lebih membutuhkan rapid test ketimbang anggota dewan. “Pimpinan, anggota DPR dan keluarganya mendapatkan keistimewaan tes corona, dipertontonkan sedemikian rupa di depan publik tanpa melihat keadaan dengan mata hati yang jernih,” katanya.

Sementara itu, publik juga melawan dan protes dengan membuat petisi di laman change.org untuk menolak rencana rapid test 575 anggota DPR dan keluarganya.

Presiden Jokowi akhirnya buka suara dan menyatakan tak ingin tes cepat dan massal virus corona dilakukan terhadap orang-orang yang tidak tepat, termasuk anggota DPR RI. Rapid test harus diprioritaskan untuk dokter, tenaga medis dan keluarganya, serta orang-orang yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Tadi pagi saya telah perintahkan kepada Menkes untuk rapid test, yang diprioritaskan adalah dokter dan tenaga medis serta keluarganya terlebih dahulu,” kata Jokowi.

Inilah yang dimaksud dengan tindakan pengecut. Kerjanya entah apa, tapi begitu ada masalah seperti wabah corona ini, DPR sibuk menjadi yang terdepan untuk antre, mengabaikan hak orang lain yang jauh lebih mendesak untuk mendapatkan tes cepat. Tapi kalau disuruh kerja, malah kebalikannya, bukan yang terdepan. Ini jelas tindakan yang sangat egois dan mementingkan diri sendiri.

Padahal yang paling diandalkan dalam memerangi wabah corona adalah para dokter, perawat dan tenaga medis yang tanpa kenal lelah siang malam merawat pasien yang terinfeksi. Mereka bahkan berhadapan dengan sesuatu yang berbahaya yang mungkin saja bisa mengancam nyawa mereka.

Kita lihat saja puluhan tenaga medis ikut terpapar corona. Bayangkan pengorbanan mereka saat merawat pasien, memakai alat pelindung diri, tidak bisa seenaknya makan minum apalagi buang air selama beberapa jam. Tingkat kelelahan sangat luar biasa. Stres harus dihadapi. Bahkan dengar kabar kalau ada tenaga medis yang tidak diperbolehkan tinggal di kost karena pemilik takut tertular. Bahkan kabarnya ada anak-anak yang memberikan hinaan kepada mereka dengan sebutan ‘corona’.

Menyedihkan, bukan?

Seperti kata Prabowo, tenaga medis saat ini adalah pahlawan bangsa dalam menghadapi wabah corona. Tapi balasan yang mereka dapat tidak sebanding dengan pengorbanannya. Diejek, dikucilkan dan dihindari. Padahal, kalau sampai semua tenaga medis mogok kerja, warga bisa apa. Malah terkencing-kencing di celana dengan wajah pucat pasi.

Mereka juga sebenarnya khawatir, tiap hari mungkin berpikir apakah dirinya juga terinfeksi corona karena setiap hari berhadapan dengan pasien. Belum lagi keluarganya yang ikut cemas, yang tiap hari berdoa semoga mereka baik-baik saja dan sehat selalu.

Dan di saat itu pula, DPR malah menyerobot antrean ingin dilakukan tes cepat massal kepada mereka. Sedangkan yang harus diprioritaskan malah tidak dipikirkan. Katanya wakil rakyat, tapi ada masalah langsung menanggalkan label tersebut. Mereka bukan wakil rakyat lagi, tapi wakil bagi diri sendiri. Ada masalah, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu.

Dari sini memang jelas terlihat beginilah sikap DPR, bukannya menjadi wakil dan pengayom rakyat yang sesungguhnya. Padahal kerja mereka gampang, teriak-teriak protes, kritisi pemerintah bukan terjun ke lapangan menghadapi bahaya seperti yang dilakukan para dokter dan perawat. Tak usah sok mau diistimewakan. Gaji juga asalnya dari uang rakyat.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *