SELEKSI ALAM

Logika dasarnya itu spt epidemi demam berdarah DBD. Gimana menghentikan epidemi DBD?

Lakukan penyemprotan/ pengasapan ke tempat episentrum epidemi.

Tapi ini gak cukup. Karena nyamuk yg kena semprot tapi gak mati itu akhirnya jadi imun. Lebih kebal. Lalu beranak pinak lagi.

Trus bagaimana caranya menghambat pertumbuhan nyamuk itu terhenti?

Tutup tempat berkembangbiaknya nyamuk Aides Aigypti. Semua wadah air jernih yg ada potensi nyamuk bertelur dikuras. Ditutup. Selokan2 dibersihkan. Bak2 mandi dikuras. Penampungan air hujan dikeringkan. Lubang pohon dan kontainer buatan manusia seperti tong, ember, vas bunga, pot tanaman, tangki, botol bekas, kaleng, ban, pendingin air , dan lain sebagainya dipastikan tdk ada air tergenang.

Rentang hidup nyamuk dewasa dapat berkisar dari dua minggu sampai satu bulan tergantung pada kondisi lingkungan.

Maka dalam 4 minggu itu, nyamuk dewasa mati tanpa bertelur lagi. Nyamuk baru tidak muncul lagi.

Dengan demikian tidak ada korban DBD lagi. Karena sumber pembawa virus DBDnya habis.

Nah, sumber pembawa virus Covid 19 itu manusia. Bagaimana mau menekan pertumbuhan Covid 19 jika manusia yg terinfeksi terus menularkan ke sekelilingnya?

Ibarat manusia itu nyamuk, nyamuk itu terus beterbangan dan bertelur. Terbang lalu menularkan. Terus begitu.

Ada memang yang sembuh. Tapi yang tertular itu meningkat berkali2 lipat. Yang sembuh hitungan jari.

Jadi saling berkejaran.

Lalu apa solusinya? Langkah apa menghentikan pandemi Covid 19 ini?

Ya embuh. Lockdown bukan pilihan. Social Distancing gak mempan. Orang2 banyak gak peduli. Alasannya perut sejengkal itu perlu diisi. Benar juga ya. Saya terima alasan itu.

Tapi tetap aja kita harus sadar Covid 19 itu sama seperti epidemi DBD. Disemprot sebesar apapun gak akan berhasil jika tempat menetaskan telurnya itu masih banyak.

Lalu apa yang harus dilakukan kita? Sama seperti cara menghindar dari DBD saja lakukan.

Ya bersihkan rumahmu. Pasang jaring dijendela. Tidur pake kelambu.

Kalo di kasus Virus Corona. Ya bersihkan rumah pake disenfektan. Kurung diri dalam rumah. Jaga jarak sosial. Cuci tangan selalu. Makan yg sehat. Tidur yang cukup. Olahraga.

Lalu kalo mata rantai penular Covid 19 ini tidak terputus apa yang bakal terjadi?

Ya pertumbuhan orang yang positiv bakal melonjak. Jubir pemerintah soal Covid 19 Achmad Yurianto mengatakan Indonesia bakal menghadapi sekitar 700ribu orang tertular. Ini bisa terjadi. Tapi bisa juga jutaan.

Asumsi jika itu terjadi, maka berlakulah hukum amam. Namanya seleksi alam. Siapa yang kuat dan bertahan, dia yang selamat. Atau dalam bahasa ilmiahnya Herd Imunity.

Sudah siapkah kamu?

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *