AKU JADI BUPATI KARO

Sebagai Bupati terpilih di Karo semua apa yang aku janjikan kepada rakyat saat kampanya yang lalu, tidak bisa tidak segera harus aku realisasikan.Sebab, aku paham betul kultur orang Karo, tanpa melaksana kan itu aku pasti dihujat dan di maki maki mereka seperti Bupati Bupati yang sudah.

Entah kenapa kali ini aku dipercaya dan dipilih oleh mereka, demikian juga parpol yang mencalonkan aku datang ke kampus, jemput bola dan tidak mintak uang mahar satu rupiahpun.Dana dan operasional kampanye semua mereka persiapkan.

Begitu aku dilantik Mendagri beserta wakilku di Jakarta.Kami langsung pulang naik pesawat dengan tiket kelas ekonomi. Dari Bandara Kuala Namo,dijeput mobil dinas Bupati yang telah butut, dua jam kemudian tiba di Kabanjahe. Langsung memimpin rapat dengan semua kepala dinas terkait.Untuk segera memahami masalah apa sebenarnya buat Karo ini tidak maju dan tetap stagnan, jalan ditempat.

Setelah rapat, aku paham semua dana untuk Kabupaten ini, termasuk gaji pegawai tidak penuh satu triliun rupiah ? pantas tak maju pikirku, tak ada yang pande untuk mencari duit. Dah duitnya sedikit mencuri dan korupsi pula semua, pantesan infrastruktur bocel bocel dan berlobang. Gedung sekolahnya tak berubah sejak aku kecil, demikian juga rumah sakitnya, sakit semua !

Karena waktu kampanye aku berjanji disetujui rakyat dan pemerintah pusat membuka judi dan casino,walau ulama dan pendeta serta rohib menentangku. Aku mengatakan, biar hidupku kelak di neraka asal rakyatku makmur dan kelian semua istrahat di sorga.

Aku kemudian memanggil seorang mafioso, masih adikku juga, memerintahkan dia membuka judi di salah satu hotel internasional Sibayak di Berastagi, sambil memcari lokasi meniru Genting Highland, Malaysia, di kaki gunung Sibayak.

Ternyata berkat relasi dan konektifitas mafioso ini dengan penjudi penjudi Cina , kas pemko setiap minggu bertambah satu miliar yang bisa aku manfaatkan untuk kepentingan publik. Aku tidak mau korupsi, semua sarana aku perbaiki, termasuk daerah daerah tempat wisata. Bulan kedua sebagai Bupati, Jumat, Sabtu dan Minggu Karo telah padat dikunjungi, semua hotel penuh sehingga penghasilan dan pendapatan semakin berlimpah ruah.

Akhir tahun ,kepala dinas pendapa
tan melaporkan sisa kas setelah APBD dihabiskan seperti biasa, masih ada 10 Triliun. Aku perintahkan panggil kepala dinas kesehatan,kepada beliau aku serahkan lima triliun membangun dua rumah sakit di Karo,bertaraf internasional seperti di Penang , Malaysia. Agar semua penduduk Sumatera Utara berobat ke Karo. Kalau kau tidak mampu, aku copot kataku padanya.

Sisa lima triliun aku serahkan untuk kepala dinas pendidikan, agar segera
merehab dan meningkatkan semua kwalitas gedung sekolah beserta sumber daya manusianya.Tingkat
kan kualitas guru dan kesejahteraan nya. Tahun kedua semua infrastrukt
ur sampai pelosok desa telah dihotmix mulus, sudah bisa dijilat dengan lidah. Semua produksi pertanian sudah di kemas secara modern dalam peti kemas.

Tahun ketiga, mafioso judi melapor, bapak Bupati katanya, walau aku abangnya, dimuka publik aku tetap dipanggilnya bapak Bupati. Apa kataku, semua gedung pusat perbelanjaan, hotel dan sarana permainan dan pusat perjudian telah selesai, kapan bapak resmikan. Ah untuk apa diresmikan, selama ini hasilnya kan sudah kau setor.Yang penting setoran kontribusimu kau tingkatkan terus untuk rakyat kita.

Kaki Gunung Sibayak telah berubah seperti kawasan Genting, Jalan mulus dua arah menghubungkan Berastagi lewat Deliserdang sudah mulus ke Medan.Demikian juga dari deleng Barus, jalan mulus dua arah menuju Bandara Kuala Namo, untuk mempermudah kedatangan para penjudi kelas kakap dari penjuru dunia, terutama para taipan Asean.

Kepala dinas Agama aku panggil, dan alokasikan dana besar untuk memfasilitasi mereka siapa mau naik haji, umroh dan para pendeta kusuruh bawa jiarah ke Jerusalem. Pokoknya kemana mereka mau agar wawasannya semakin luas. Kalau menganggap dana itu haram, mari monggo, nggak usah kataku sederhana.

Berkat lobi lobi aku lakukan ke pusat, aku dipuji dimana mana sebagai Bupati sukses dan berhasil dan apa saja aku usulkan dan rancang disetujui oleh pusat. Menjelang tahun keempat dengan dana asal judi aku sudah mengoperasikan jaringan kereta api milik pemda Karo buatan Jepang.Menghubungkan Kabanjahe ,Merek via Seribudolok, Siantar terus ke Tanjung Balai, sebagai pelabuhan ekspor komoditi pertanian ke Singapura dan Malaysia.

Sisi lain Rel dan jaringan kereta api dari Berastagi telah menghubungkan
Berastagi – Seribudolok – Lubuk Pakam ke Bandara Kualanamo, sejak tahun kemarin telah dioperasional kan. Hotel Hotel berkelas internasi onal juga sudah semakin banyak. Masyarakat Karo sudah semakin makmur, terbukti setelah anak anaknya tamat SMA sudah malas kuliah di PT dalam negeri. Singapura tempat paling dekat, kebanyakan ke Australia ,Amerika dan Eropah.

Gunung Sinabung dan Sibayak terus ke Sipisopiso Tongging tahun kelima sudah dihubungkan oleh transportasi Gantung seperti di Genting. Semua wisatawan dari atas bisa menikmati pemandangan alam Karo yang indah, dingin dan sejuk.Orang orang Eropah telah kembali seperti dulu, cafe cafe penuh semua orang bule.Berastagi telah berubah menjadi satu dengan Kabanjahe.Kiri kanan jalan dengan pengaturan tata ruang apik,rapi tidak lagi terkesan amburadul seperti sebelum aku menjadi Bupati.

Semua kepala dinas aku beri tambahan penghasilan 50 juta/perbulan agar tidak mencuri, dan serius bekerja.Kalau mencuri kupecat dan serahkan ke polisi untuk mengusutnya.

Kini hampir empat tahun aku telah menjadi Bupati, Karo telah banyak berubah, tingkat kunjungan wisata 20 juta orang pertahun, belum lagi penjudi yang banyak konstribusinya.

Ketika rapat dengan para kepala dinasku, aku lagi asyik bagi bagi bonus kepada mereka, tiba tiba pintu kamarku di ketok sekerasnya dari luar, aku tersentak lalu terbangun

Busyet ternyata aku sedang mimpi siang, menjadi Bupati.Siap makan siang enak tadi aku lalu pulas tertidur,lalu mimpi indah. Sial gumamku, aku lanjut golek antara tidur,sadar dan tidak.

Lalu aku terasa pegang taik, dan merasa masih mimpi. Ketika melihatnya, ternyata kali ini memang taikku sendiri.Bukan lagi mimpi, tapi nyata keluar dan terkincit karena sakit perut, ini baru busyet namanya, akibat kebanyakan makan tadi siang.

Sial, sudah tidak jadi Bupati terpe gang pulak taik.

fb Wara Sinuhaji

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *