KETIKA ANIES NGUMPET DI BAWAH KETIAK FAHIRA IDRIS DAN BANG JAPAR SAAT DIDEMO

Niha Alif-Demo hari ini yang diprakarsai Permadi Arya, Dewi Tanjung dan beberapa pengacara yang menuntut Anies terkait banjir (class action) harus berakhir tragis. Bagaimana tidak, sekumpulan massa penjilat Anies yang diketuai Fahira Idris dan ormas Bang Japar lantang menghadang. Mereka tak hanya menghalau warga yang berdemo di Balaikota, lemparan botol minum, cacian hingga spanduk untuk mengusir keluar Jakarta dikeluarkan. Sayangnya Anies sendiri berlagak amnesia dan membiarkan demokrasi di Jakarta dikoyak para penjilatnya.

Ormas Bang Japar sendiri didirikan oleh senator jahat, Fahira Idris untuk mengawal putaran kedua Pilkada DKI 2017 lalu. Sayangnya pasca Pilkada ormas ini tak dibubarkan malah terus dipelihara untuk meminta balas jasa.

Bahkan Fahira Idris tanpa sungkan meminta Anies melibatkan Bang Japar dalam setiap program Pemprov DKI. Seperti program OK OCE tapi nyatanya tak membuahkan hasil hingga saat ini. Hingga santer kabar parkir lahan di DKI juga dikuasai ormas Bang Japar. Kelakuan mereka yang meminta-minta proyek sangat mencoreng demokrasi dan lebih memalukan ketimbang rengekan Ketua Projo kemarin. Itu karena Bang Japar meminta untuk semua anggotanya.

Bang Japar yang berisi kumpulan Jawara Betawi dan pengacara ini juga rentan dengan premanisme seperti halnya FPI. Makanya saat demo hari ini kepolisian meminta warga yang mendemo Anies untuk mengalah ke patung kuda agar tak terjadi gesekan yang berujung tindakan anarkis.

Sayangnya gubernur yang dipuja Aa Gym sebagai gubernur paling beruntung tak memiliki nyali menemui warganya sendiri. Alih-alih mendatangi massa seperti Jokowi yang mendatangi massa 212, Anies justru ngumpet ketakutan di bawah ketiak Fahira Idris dan Bang Japar.

Julukan gubernur terbodoh, pembohong, kini harus ditambah lagi yakni gubernur paling pecundang. Hingga saat ini tak ada keterangan apapun dari Anies terkait demo terhadap dirinya. Saya masih menunggu berita keberadaan Anies. Padahal sudah ada KPK DKI, kumpulan TGUPP, tapi Anies masih saja ngumpet dibalik Fahira Idris. Memalukan.

Masih ingat saat demo menuntut Jokowi untuk memproses hukum Ahok beberapa tahun lalu? Saat demo pertama Jokowi tak menemui mereka lantaran terjebak macet dan diberi tahu ada yang menunggangi massa. Kubu sebelah lantas memainkan isu Jokowi penakut dan sebagainya. Akhirnya saat demo massa terbesar 212, Jokowi hadir meski sempat dicegah. Jokowi menguasai panggung dan menghempaskan pamor Rizieq seketika.

Padahal saat itu beritanya demo massa akan dikerahkan untuk melengserkan Jokowi dan massa yang dihadapinya jumlahnya fantastis. Tapi dia tak gentar sedikitpun menemui rakyatnya. Karena bagi Jokowi rakyatnya adalah seluruh rakyat Indonesia, baik pendukungnya atau pembencinya. Sifat kesatria Jokowi inilah yang jarang dimiliki pemimpin.

Berbeda jauh dengan sikap Anies hari ini yang ketahuan pengecut dan rasis terhadap warga DKI. Terhadap pendukungnya dia gercep mendatangi, giliran ada yang kontra langsung lari bersembunyi. Mentalitas pecundang seperti ini mau memimpin Indonesia? Bisa hancur negeri kita.

Semoga ramalan yang menyatakan kalau Jakarta akan dipimpin wanita tegas segera menjadi kenyataan. Setidaknya Anies tak memiliki posisi politis lagi. Dan semoga kasus dugaan korupsinya segera diusut KPK. Dari saat menjabat Mendikbud hingga kini saat jadi Gubernur. Untuk itu Firli sebagai Ketua KPK baru hendaknya melakukan bersih-bersih internalnya terlebih dahulu. Dia harus menyingkirkan komplotan Novel yang suka tebang pilih menangani kasus dan membocorkan penyidikan ke media Tempo.

Kalau internal KPK kembali ke fitrahnya, rasanya tak susah mengusut dugaan korupsi nyata di Ibukota. Setelah banjir, bukannya menyiapkan ganti rugi pada warganya, Anies malah mengucurkan dana pengadaan TOA senilai 4 milyar. Ini benar-benar kekurang ajaran gubernur Anies. Di mana hati nurani dan akhlaknya? Kalau gubernurnya saja sedemikian parah apalagi anak buahnya. Belum lagi pendukung fanatik butanya.

Tapi saya yakin Anies kini hanya menunggu giliran menuai karma perbuatannya. Kalau bisa sebelum 2022 ia sudah terciduk memakai rompi orange. Anies bukan hanya dzalim pada warga DKI tapi juga merusak kota Jakarta dengan sengaja. Uang rakyat dihamburkan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Giliran warganya menjerit, mencari sesuatu untuk disalahkan hingga tak segan memainkan isu SARA. Anies tak cocok jadi gubernur bahkan lurah, Ia cocoknya menemani Pandji bermain kata.

Begitulah kura-kura.

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *