TERNYATA … LIBURAN DI JOGJA MASIH SERU DAN MASIH BIKIN KANGEN!

Widodo SP-Pada musim liburan 2019 tiba, yang dimulai dari liburan sekolah, liburan Natal, dan dituntaskan nantinya dengan liburan Tahun Baru … kawasan Yogyakarta menjadi destinasi yang masih menjadi tujuan utama para wisatawan lokal.

Sebelum liburan pun, ada kabar yang menyebutkan bahwa sekitar 2 juta wisatawan lokal yang memadati Kota Gudeg pada tahun ini. Jumlah yang membuat saya berpikir, “Kalau ditambahi 2 orang (saya dan istri) rasanya takkan bertambah padat.” Betul kan?

Fakta yang menunjukkan bahwa liburan di Jogja (sebutan gaul dari Yogyakarta) masih menjadi menjadi pilihan yang menarik, seru, dan enggan untuk dilewatkan bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Jadi … akhirnya pada hari yang telah kami tentukan tepatnya H+1 setelah puncak perayaan Natal di negeri ini, kami pun meluncur ke Yogyakarta pada 26 Desember 2019, berangkat sejak pukul 05.30 pagi. Kali ini … kami mencoba sesuatu yang lain, dengan mendatangi kawasan wisata yang tidak berpotensi berjubelan atau berdesak-desakan.

Destinasi perjalanan kami dimulai sekitar pukul 6 pagi, dimana kami sudah memasuki kawasan Candi Prambanan. Suasana Candi Prambanan masih relatif sepi, sehingga kami dapat berfoto-foto dengan lebih leluasa bersamaan dengan mulai bersinarnya mentari pagi.

Cekrek! Cekrek! Cekrek!

Cukup puas kami berfoto, dengan durasi kami di lokasi sekitar 2 jam 30 menit. Spot incaran kami pun bisa terpenuhi, dengan berfoto di atas “endog separuh” yang dikerek ke atas, lalu ada background candi di belakang. Cuma … untuk mendapatkan foto yang ciamik ini ya kudu membayar per orang Rp. 20.000, trus untuk menyimpan foto di HP masih kena charge Rp. 5.000 per foto.

LANJUUUUT…!

Perjalanan kami arahkan ke kawasan Jalan Veteran, tepatnya menuju XT Square, dengan rute jembatan layang Janti ke arah selatan menuju arah Gembiraloka. Dari 4 lokasi wisata yang terkumpul di sana, kami memilih D’Arca karena ingin melihat koleksi patung lilin sambil berfoto-foto tentunya.

Ada puluhan koleksi D’Arca yang menarik, meski sebagian tak terlihat mirip dengan wajah aslinya, tapi masih lumayan menariklah. Koleksi patung lilin di sana yang kami lihat mulai dari Steve Jobs, Mahatma Gandhi, Dalai Lama, para presiden RI, hingga Avengers dan beberapa tokoh pahlawan nasional juga ada di sana.

Oya, buat pembaca SEWORD yang belum pernah dapat sepeda dari Pakde Jokowi, bisa foto di sana loh sambil pura-puranya dapat sepeda yang diserahkan langsung oleh RI-1. Kita juga bisa berfoto dengan menggandeng “Jan Ethes” atau naik MRT bersama “Pakde Jokowi” di sana. Jangan sampai mati gaya, ya! Sebelum ke sana, pikirkan pose-pose seperti apa yang akan kalian ambil!

Akhirnya, sore harinya kami membidik suasana sore di Pantai Depok, yang berlokasi sebelum pantai Parangtritis yang beken itu. Kami sengaja tak ke Parangtritis karena lebih suka dengan Pantai Depok, lebih dekat juga. Sebelum loket retribusi Parangtritis (selatan jembatan), ambil jalur ke kanan untuk menuju ke Pantai Depok.

Kenapa kami pilih sore? Selain menghindari kerumunan massa, kami membidik suasana pantai saat matahari mulai terbenam, hingga beneran terbenam. Kami sampai sekitar pukul 17.10, berangkat dari kawasan Tugu Pal Putih sekitar 15.50 … sempat mampir warung bakso untuk isi kampung tengah … dan berada di sana sekitar 1 jam lebih.

Cukup puas kami foto-foto di sana. Dengan banyak spot foto menarik (meski kudu dicari sendiri mau berfoto di sebelah mana), kami bersyukur sore kemarin sama sekali tidak hujan. Setidaknya saat kami berangkat (sejak pagi) sampai sore hari setelah kami pulang dari lokasi.

(Oya, untuk perjalanan menggunakan mobil pada masa liburan begini, siapkan kesabaran ekstra ya … karena perjalanan menuju lokasi tentu jauh lebih padat dibandingkan dengan kondisi normal kalau tidak sedang masa liburan begini.)

Ah, senangnya bisa kembali menjelajah Jogja, tanpa harus memikirkan rutinitas dan kesibukan pekerjaan, meski hanya untuk sesaat. Kapok? Jelas tidak, karena Jogja selalu bikin kangen siapa pun untuk selalu kembali, kembali, dan kembali …!

Kalian juga merasakan hal yang sama, bukan? 😀

Begitulah Jogja-Jogja…!

NB: Tulisan ini hasil pengalaman pribadi. Sengaja tidak dilengkapi dengan foto-foto perjalanan kami, juga selama kami di lokasi wisata, supaya kalian penasaran. 😀
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *