MALAIKATPUN ANGKAT TANGAN SAMA MENKOMINFO KITA

Alifurrahman-Entah kenapa, ketika posisi Menkominfo diisi oleh orang partai, selalu saja menimbulkan kelucuan. Kalau tak mau dibilang mempertontonkan kebodohan.

Dulu, kita punya Menkominfo dari PKS, Tifatul Sembiring. Salah satu pernyataan yang paling menggelitik otak kita adalah, si menteri bertanya internet cepat buat apa? ya pantas saja kalau negara ini ngga maju-maju. Karena bahkan menterinya bingung dan menganggap internet cepat tidak ada gunanya.

Setelah itu Menkominfo dijabat oleh Rudiantara. Tak ada cerita lucu dari menteri periode pertama tersebut. Selain karena memang paham manajerial, nampaknya juga paham soal komunikasi dan informasi. Mungkin satu celah yang bisa kita lihat adalah soal tindakan mematikan internet saat terjadi demo dan kerusuhan. Ini menunjukkan betapa lemahnya tim Menkominfo dalam melawan arus hoax. Tak berdaya melawan tim propaganda, sehingga ambil jalan pintas dengan mematikan jaringan internet yang berimbas pada aktifitas orang-orang awam yang tak terlibat dalam kerusuhan.

Menkominfo era Rudiantara terlihat hanya menang angkuh di presentasi dan jumlah organisasi. Menyalurkan dana kepada kelompok anti hoax, yang sebenarnya hanya tukang stempel dan ketika terjadi perang isu, suara mereka tak terdengar sama sekali. Sehingga ketika terjadi kerusuhan, tim besar nan jumbo tersebut tak ada gunanya. Itulah kenapa solusinya adalah mematikan interenet.

Tapi bagaimanapun Rudiantara jauh lebih baik dari Tifatul Sembiring. Minimal dia tak bertanya internet cepat buat apa? dan kita harus apresiasi langkah besarnya dalam membangun jaringan internet yang mampu menjangkau hingga pelosok negeri. Yang kemudian kita kenal dengan Palapa Ring.

Nah sekarang, Menkominfo kembali dijabat oleh orang partai. Awal cerita kelucuan ini, dimulai dari nama kementeriannya dicatut oleh seseorang untuk bikin akun di situs web porno.

Buntut dari cerita ini, akhirnya Menkominfo kita itu mengaku sudah berkomunikasi dengan Pornhub, situs porno, meminta meraka agar situsnya tidak bisa diakses melalui VPN.

Ini lucu sekali. pengelola Pornhub itu bikin website agar kontennya dilihat orang. Ya sekalipun kontennya porno. Nah kalau Menkominfo kemudian menyurati, atua mengaku sudah berkomunikasi agar web Pornhub tidak bisa diakses melalui VPN, itu sama saja meminta Pornhub tutup total. Bukan hanya tidak bisa diakses tapi bubar sekalian.

Pihak Pornhub pasti ketawa ngakak melihat menteri dari Indonesia yang meminta mereka bikin sistem tak bisa diakses oleh VPN. Karena kalau itu harus dituruti, artinya seluruh dunia tak ada yang bisa akses situs mereka. Ya mana bisa? Itu sama kayak warung nasi padang diminta agar tidak jualan nasi. Ya sekalian saja tutup dan bakar warungnya. hahaha

Buat yang tak paham VPN, sederhananya VPN ini layanan yang mengamankan jaringan internet kita, agar data dan jejak digital kita tidak bisa dilihat oleh pihak ketiga. Jadi aman.

Sebenarnya kita juga sudah punya standar aman sendiri. yakni htpps. Seperti misal kalian buka seword.com, di depanya akan muncul https lengkap dengan logo gembok. Ini menunjukan sebuah web aman dari pantauan atau upaya pencurian data pihak tak bertanggung jawab.

Nah kalau Menkominfo mau membatasi penggunaan VPN di Indonesia, itu sama saja menyelesaikan masalah dengan masalah yang lebih besar. Ibarat di rumah ada satu dua tikus, tapi rumahnya yang digusur.

Ya kenapa ngga sekalian Telkom dan seluruh provider yang ada di Indonesia diminta tutup, tidak melayani jaringan internet lagi.

Sampai di sini mungkin ada pembaca yang penasaran. Lalu bagaimana yang benar? bisakah web porno diblokir dari VPN? Secara teori, segala hal yang ada di internet pasti bisa. Tapi apakah bisa diterapkan atau tidak, itu bab lain.

Bisa saja pemerintah meminta penyedia VPN untuk tidak memberi akses pada web porno, atau semua web yang sudah diblokir oleh pemerintah. Tapi masalahnya, penyedia VPN banyak dari luar negeri. Dan jumlahnya banyak sekali. Mungkinkah semuanya kita kirimi surat dan minta agar tidak memberi akses pada situs porno. Tapi permintaan tersebut pasti ditolak. Karena user sudah membayar sejumlah uang agar aksesnya dilindungi dan bisa mengakses seluruh web.

Tapi katakanlah itu bisa dilakukan. Misal pemerintah minta, khusus user dari Indonesia diblokir. Pertanyaan selanjutnya, butuh waktu berapa tahun menjangkau semua penyedia VPN? Dan kalaupun sudah terjangkau semuanya, bagaimana dengan VPN baru yang bermunculan?

Saya pikir aktifitas blokir itu sudah cukup. Kalau mau mengejar sampai mati total, maksudnya minta pemilik situs menutup webnya, atau katakanlah tidak bisa diakses melalui VPN, itu sama kayak menabur gula di air laut. Sampai kiamat tak akan pernah asin. Bahkan malaikatpun kalau disuruh mengurusi arahan atau perintah Menkominfo, mungkin malaikat juga akan angkat bendera putih. Angkat tangan.

Saran saya pada Menkominfo Joni Plate. Sebaiknya anda bekerja membangun jaringan yang lebih baik. Perbaiki koneksi. Buat tim counter agar saat ada perang isu tak kalah di udara dan ambil jalan pintas matiin jaringan. Kejar percepatan internet dan teknologi 5G. Jadikan akses internet merata hingga pelosok, agar anak-anak kita di pedalaman punya peluang yang sama dengan yang di kota. Begitulah kura-kura.

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *