PROSTITUSI DIBIARKAN, TIUP TEROMPET DILARANG

Menjelang natal dan tahun baru, para penjual agama semakin marak melancarkan aksinya.

Semua kegiatan dilarang dan dikaitkan dengan agama. Mengucapkan selamat Natal haram, pakai topi ala Santa dilarang, foto sama pohon hias dilarang, bahkan tiup trompet dan menyalakan kembang api saat tahun baru juga dilarang.

Surat edaran pelarangan tiup terompet, dan menyalakan kembang api saat perayaan tahun baru itu pun dikeluarkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

Kalau boleh ngasih saran, daripada ngurusin terompet, apa gak sebaiknya urusin prostitusi dan kawin kontrak di kawasan puncak Bogor ? Ngapain juga sih ngurusin terompet, kayak kurang kerjaan saja.

Tiup terompet dan mentaakan kembang api dilarang, tapi prostitusi yang sudah puluhan tahun dibiarkan. Ampun, masa skelas bupati cuma bisa ngurusin terompet dan kembang api doang ?

Atau karena tidak ada setoran ke pemda, jadi yang jualan kembang api dan terompet dilarang bupatinya ?

Perlu diketahui, mereka yang jualan terompet dan kembang api di pinggir jalan itu bukan orang yang hidupnya bergelimang harta. Mereka kebanyakn orang kecil yang menggangtungkan hidupnya bukan dengan cara mencuri dan mengemis.

Disaat momen tahun baru begini, mereka bisa tersenyum dan semangat karena ada secercah harapan untuk mendapatkan keuntungan dari jualan terompet dan kembang api. Tapi kenapa dilarang? Mereka tidak pernah mengemis ke Bupatinya!

Sungguh siapapun yang memutus mata pencarian orang lain maka dia telah berlaku dzolim!

Di negara-negara yang mayoritas muslim seperti ; Arab Saudi, Qatar, Palestina, Suriah, Turki, dan lainnya tdk ada pelarangan tiup trompet dan menyalakan kembang api saat tahun baru. Pelarangan itu semakin masif ada di Indonesia, kenapa?

Karena sebagian orang di Indonesia masih mudah dibodohi pakai dalih agama. Percaya dibodohi dan diancam masuk neraka gegara niup trompet waktu perayaan tahun baru. Virus pembodohan seperti ini makin marak di Indonesia.

Jujur saja sampai detik ini, saya belum tahu apa prestasi bupati Bogor Ade Yasin. Mungkin ada yang tahu prestasi beliau? Mohon saya diberi tahu.

Kalau dibandingin sama Walikota Surabaya Tri Risma yang mampu menutup prostitusi Dolly, ya beda jauh! Bagaikan langit dan bumi. Dan catat! Bu Risma gak pernah buat edaran larangan tiup terompet saat tahun baru. Mengapa?

Karena beliau tahu, seorang bupati atau walikota bukan kelasnya ngurusin terompet. Masih banyak kerjaan yang lebih penting, paham ?

by: Yusuf Muhammad

fb KataKita

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *