JAMAAH DOBOL

Anda tahu arti “dobol”? Secara harfiyah, “dobol” bisa berarti “tipu”, “bohong” atau “omong kosong”. Maka, kata “ndobol” bisa berarti “menipu, membohongi, ngapusi, ndobosi, nggetaprus, mbacot,” dlsb.

Di negeri “Endonesah”, ada jamaah atau kelompok, grup, rombongan, gerombolan, yang hobi melakukan “pendobolan publik”. Maka, janganlah sekali-kali mempercayai dan mengikuti mereka kecuali jika dirimuh dan hidupmuh ingin mblusuk kecemplung got empang.

Di antara ciri khas “jamaah dobol” di Endonesah adalah mereka suka menggelar demo musiman dan ngumpulin sumbangan kalau ada kasus-kasus kekerasan terhadap (sebagan) umat Islam di “lurneg” (Luar Negeri) yang, mereka duga, dilakukan oleh non-Muslim.

Jika ada peristiwa kekerasan atas kaum Muslim yang dilakukan oleh non-Muslim, maka mereka secepat kilat bak pesawat supersonik keluar dari sarang kemudian ngumpul di jalan-jalan atau lapangan untuk demo sekaligus ngumpulin sumbangan. Persis seperti “mugrun” dan “kadrun” kelaparan yang keluar dari balik sarang bebatuan untuk mencari makanan. Mereka begitu tampak garang dan gagah perkasa laksana “jaran mupeng” yang sedang mencari gebetan.

Tetapi jika pelaku tindakan kekerasan terhadap umat Islam itu dilakukan oleh sekelompok Muslim (baik rezim pemerintah maupun milisi bersenjata), “jamaah dobol” ini tidak keluar dari sarang mereka. Mereka mendadak jadi pikun, rabun, ambeyen, dan letoy laksana “manuk kanyepen” atau burung yang sedang menggigil kedinginan karena habis dikulkasin. Suara lantang kayak panci rombengan yang biasa mereka gelorakan itu tiba-tiba krik-krik lenyap sepi sunyi ditelan bumi.

Maka begitulah, ketika ada peristiwa kekerasan di Palestina yang dilakukan oleh Israel, jamaah dobol itu langsung nyolot; ketika ada kekerasan atas Rohingya yang dilakukan oleh Myanmar, jamaah dobol ini langsung ngegas; dan ketika ada kekerasan atas Uyghur yang dilakukan oleh China, jamaah dobol ini langsung mangap, mbacot, dan ngentut prat-prut.

Tetapi mereka tak pernah bersuara sepatah kata pun atas berbagai peristiwa dan tindakan kekerasan yang menimpa jutaan umat Islam di Turki, Afghanistan, Yaman, Irak, Suriah, Libanon, Iran, Bahrain, Pakistan, Bangladesh, Sudan, Mesir, Maroko, Libya, Aljazair, Tunisia, dlsb.

Jadi, dobol belaka kalau mereka bilang “membela umat Islam.” Dobol belaka kalau mereka bilang saat demo dan ngumpulin sumbangan “Demi solidaritas umat Islam”. Mereka melakukan demo (dan ngumpulin sumbangan) bukan karena lantaran kaum Muslim tertindas tetapi lantaran non-Muslim yang menjadi penindas. Jika para penindas atau pelaku tindakan kekerasan atas kaum Muslim itu dilakukan oleh kaum Muslim sendiri, mereka pun ngumpet di “kolong jembutan” eh jembatan.

Entok dobol egal-egol
Kalau tidur suka ngompol
Jangan percaya dengan jamaah dobol
Kalau nyongor suka ndobol

Jabal Dhahran, Jazirah Arabia

Sumanto Al Qurtuby & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *