MENGAPA ALLAH HARUS MENJADI MANUSIA?

Esra Alfred Soru-Apakah sebenarnya Natal itu? Natal adalah hari kelahiran Kristus. Siapakah Kristus? Dia adalah Allah. Allah kok dilahirkan? Tidak! Yang dilahirkan adalah Ia yang menjelma menjadi manusia. Jadi Natal adalah peristiwa di mana Allah menjelma (berinkarnasi) menjadi manusia. Itulah yang dikatakan Kitab Suci.

Yoh 1:14 : Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, …”

Rom 9:5 : Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

1 Tim 3:16 : “…”Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia,…”.

Pertanyaan bagi kita adalah mengapa Allah mau atau harus menjadi manusia di dalam Natal?

Kitab Suci berkata bahwa semua manusia adalah orang berdosa.

Rom 3:23 : Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”

Dan Allah itu Allah yang adil sehingga Ia tidak akan membebaskan orang berdosa dari hukuman.

Nah 1:3 – TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah….”.

Dosa lalu mengikat manusia sehingga manusia tidak bisa melepaskan diri dari dosa. Karena Allah itu adil maka semua manusia harus dihukum oleh Allah dan hukuman Allah bagi dosa manusia adalah kebinasaan kekal dalam neraka.

Wah 21:8 : Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Tentang neraka ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui.

1. Pertama, Neraka itu merupakan suatu tempat yang nyata dan betul-betul ada.

Ada banyak orang yang tidak percaya adanya neraka. Kalau mereka tidak percaya adanya neraka, saya justru yakin bahwa mereka akan masuk ke neraka. Pada saat itu mereka akan percaya akan adanya neraka, tetapi sudah terlambat!

2. Kedua, Neraka adalah tempat di mana orang terpisah dari Allah selama-lamanya, tanpa bisa dipulihkan kembali.

2 Tes 1:9 – “Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya”

Padahal bersama Tuhan adalah sumber segala kebahagiaan sebagaimana kata Maz 16:11 – “… di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa”.

3. Ketiga, Neraka adalah tempat penyiksaan / penderitaan yang luar biasa hebatnya.

Bahwa neraka adalah tempat yang demikian ditunjukkan lewat sejumlah ayat Kitab Suci (perhatikan bagian yang saya tebalkan):

Mat 25:46 – Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Mat 13:42 – Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Mat 25:41 – Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Mark 9:47-48 – (47) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, (48) di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

Mat 22:13 – Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

4. Keempat, Penderitaan dalam neraka bersifat selama-lamanya.

Wah 14:11 – Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa,….”

Jadi di dalam neraka tidak ada istrahat, tidak ada pengurangan rasa sakit dan juga tidak ada harapan untuk keluar dari sana. Kalau saudara masuk ke sana, saudara akan selama-lamanya ada di sana.

Jonathan Edwards dalam khotbahnya yang terkenal ‘Sinners in the Hands of an Angry God’ berkata tentang orang yang masuk ke dalam neraka sebagai berikut :

“Ini adalah murka yang kekal. Adalah sesuatu yang menakutkan / mengerikan untuk menderita kehebatan dan murka Allah yang mahakuasa ini untuk satu saat saja; tetapi kamu harus menderitanya sampai kekal… kamu akan benar-benar putus asa untuk bisa mendapatkan pembebasan, akhir, pengurangan / peringanan hukuman, istirahat. Kamu pasti akan tahu bahwa kamu akan menjalani zaman-zaman yang panjang, berjuta-juta zaman, dalam pergumulan dan pertentangan dengan pembalasan hebat tanpa belas kasihan ini; dan bila kamu telah menjalaninya, bila begitu banyak zaman telah kamu lalui dengan cara ini, maka kamu akan tahu bahwa semua itu hanyalah satu titik dibandingkan dengan waktu yang tersisa. Dengan demikian hukumanmu itu betul-betul tidak terbatas”.

Jadi kita semua yang berdosa seharusnya masuk ke dalam neraka ini, tanpa terkecuali, tidak peduli apa pun yang kita lakukan, berapa banyak pun perbuatan baik kita. Dosa tetap dosa yang harus dihukum oleh Allah yang Maha adil dan Maha suci.

Tetapi Allah bukan hanya Allah yang adil dan suci, Dia juga Allah yang kasih. Karena Dia kasih, maka Dia tidak mau manusia mengalami penderitaan seperti ini selama-lamanya di neraka. Kasih-Nya membuat Ia mau membebaskan manusia dari hukuman dosa. Tetapi kalau manusia dibebaskan dari hukuman, berarti Allah menjadi Allah yang tidak adil lagi karena tidak menghukum dosa, dan Allah tidak mungkin melakukan ini. Di sini terdapat ketegangan dan ‘kontradiksi’ antara keadilan dan kasih Allah. Bagaimana supaya Allah tetap adil dan kasih? Bagaimana supaya Allah tetap menghukum dosa dan pada saat yang sama manusia dibebaskan dari hukuman dosa? Jalan keluarnya adalah harus ada seorang pengganti yang siap menggantikan posisi manusia untuk menerima hukuman Allah (supaya Allah tetap menghukum dan manusia tidak jadi dihukum). Pengganti itu haruslah memenuhi 2 persyaratan :

(1) Ia harus manusia. Karena manusialah yang berbuat dosa. Bukan binatang, bukan juga malaikat yang berbuat dosa melainkan manusia.

(2) Ia harus tidak berdosa. Jika ia mempunyai dosa 1 saja, ia tidak layak menjadi pengganti. Ia sama seperti semua manusia lainnya yang membutuhkan pengganti.

Lalu, di manakah mendapatkan seseorang yang memenuhi 2 persyaratan ini? Di dunia ini ada banyak manusia tetapi semuanya berdosa. Berarti syarat pertama dipenuhi tetapi syarat kedua tidak dipenuhi. Kalau begitu coba dicari di surga. Ada Allah di sana yang tidak berdosa, tetapi Ia bukan manusia. Berarti syarat kedua dipenuhi tetapi syarat pertama tidak dipenuhi. Jadi bagaimana? Semua manusia berdosa. Allah tidak berdosa tetapi Ia bukan manusia. Satu-satunya cara adalah Allah harus menjadi manusia. Karena Dia adalah Allah maka Dia tidak berdosa, dan karena Dia menjadi manusia maka sekarang ada manusia yang tak berdosa. Itulah manusia Yesus Kristus, manusia tidak berdosa itu. Ia datang ke dalam dunia untuk menjadi pengganti bagi kita dalam menerima semua murka / hukuman Allah atas dosa sehingga kita yang berdosa tidak jadi masuk neraka.

Inilah alasan mengapa Allah menjadi manusia. Inilah tujuan Yesus datang ke dalam dunia supaya Ia menjadi pengganti manusia berdosa dalam menerima hukuman Allah. Dan karena itu maka Ia menjadi Juruselamat dunia. Itulah sebabnya pada Natal yang pertama, gembala-gembala menerima berita sebagaimana dicatat dalam Luk 2:10-11 – (10) Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: (11) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Demikian juga kata-kata yang disampaikan malaikat kepada Yusuf : “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Mat 1:21).

Yesus ini pada akhirnya menerima seluruh murka Allah atas dosa seluruh umat manusia dengan kesengsaraan dan kematian-Nya di atas kayu salib, tetapi dengan itu Ia justru menjadi penyelamat dan penebus dosa manusia. Sekarang yang dituntut dari setiap orang adalah iman dan kepercayaan kepada Dia. Barangsiapa percaya kepada Yesus, Yesus menjadi Juruselamatnya dan seluruh dosanya sudah dipikul Kristus dan karena itu maka orang seperti ini tidak akan pernah masuk ke dalam neraka melainkan akan menikmati hidup kekal di surga. Tetapi barangsiapa yang tidak mau percaya/menolak Dia, Ia tidak menjadi Juruselamat atas mereka, Ia tidak membayar dosa-dosa mereka, merekalah yang harus membayar setiap dosanya hingga sen yang terakhir dengan terlempar ke dalam neraka untuk selama-lamanya.

Yoh 3:16 : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sudahkah saudara percaya kepada Yesus Kristus? Sudahkah saudara mempunyai Sang Juruselamat itu di dalam hati saudara? Jika belum, Natal sama sekali tidak mempunyai arti bagi suadara.
Jangan lewatkan Natal tahun ini tanpa Kristus menjadi Juruselamatmu.

Selamat Hari Natal!

https://web.facebook.com/notes/esra-alfred-soru-i/mengapa-allah-harus-menjadi-manusia/10153811791740879/?_rdc=1&_rdr

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *