PARA OJOL AKAN MEMPOLISIKAN IIS DAHLIA, YANG UNTUNG MALAH IIS DAHLIA

Erika Ebener-Lagi-lagi penyanyi dangdut yang dikenal karena kumisnya membuat sebuah pernyataan yang kontroversial. Sebenarnya kalimat yang dibuat oleh Iis Dahlia itu biasa saja, kalau menurut saya. Tapi ternyata kalimat si penyanyi dangdut ini cukup membuat para Ojol tersinggung.

Jujur saya tidak paham, para ojol ini tersinggungnya dari kalimat yang mana yah? Coba kita lihat, apa sih yang sudah dikatakan oleh Iis Dahlia ini….

“Laki gue itu pilot, bukan sopir ojol. Kalau udah selesai ngambil penumpang, minta bintang terus ada yang berbaik hati penumpangnya kasih tip enggak kayak gitu,”

Katanya, kalimat itu dibuat karena Iis geram suaminya dibilang menerima ‘tips’ besar.

Saya sebagai pengguna Ojol, memandang apa yang dibilang Iis Dahlia itu memang fakta. Bahkan di aplikasi Gojek sendiri ada laman khusus yang muncul di atas jajaran bintang yang berjumlah 5 buah setelah pekerjaan Ojol atau Gocar atau layanan lainnya selesai ditunaikan, ada beberapa kotak yang bertuliskan angka 2500, 5000, 7500, 10.000 hingga 25.000 sebagai angka jika pengguna aplikasi Gojek berkehendak memberikan TIPS pada anggota Gojek selain diminta mengklik bintang yang disediakan.

Dan saya juga pernah beberapa kali naik pesawat terbang, saya tidak pernah melihat ada pilot keluar dari kokpitnya dan berdiri di depan pintu keluar untuk mengucapkan selamat tinggal, dan barangkali ada penumpang yang mau ngasih ‘tips’ padanya. Pada Pramugari saja, hampir tak pernah ada penumpang yang memberi mereka tips. Mungkin ada, tapi saya belum pernah melihatnya.

Dari dua hal tersebut di atas, saya pikir, Iis Dahlia menanggapi soal komentar netizen yang mengatakan bahwa suaminya menerima tips besar. Dan masalah tips bagi sopir kendara umum itu, hanya terjadi pada transportasi umum motor dan mobil taksi. Bis Pariwisata yang membawa rombongan pun kadang supir dan kernetnya menerima tips dari penumpang atau penyewa bisnya.

Tapi masalah memang akan sama, mau Iis membandingkan pilot dengan ojol, ataupun dengan supir taksi dan bis pariwisata, saya yakin pasti ada pihak yang merasa tidak terima dibuat perbandingan. Kalau sudah begini, subjek apa yang harus Iis pakai untuk bahan perbandingan sebagai dasar pembelaan atas profesi suaminya yang menjadi pilot Garuda dari tuduhan “menerima tips besar”?

Apakah para ojol yang merasa dilecehkan dengan pernyataan Iis Dahlia ini, secara tidak langsung ingin agar budaya ‘tips’ ditiadakan, biar bisa disamakan dengan pilot pesawat terbang yang tidak pernah terlihat menerima tips?

Saya pikir akar permasalahnya di sini adalah ketidak jelasan maksud dari “tips besar” yang dilempar oleh Netizen +62 ini. Adalah fakta bahwa suami Iis Dahlia adalah pilot yang menerbangkan pesawat yang membawa muatan barang selundupan milik mantan Dirut Garuda. Mungkin kesediaan si pilot untuk membawa barang haram itu masuk ke Indonesia, karena dia menerima “tips besar”, kalau tidak ada tipsnya, bisa jadi barang-barang itu tidak dia ijinkan untuk naik ke pesawat yang diterbangkannya. Tapi demi membela suaminya, Iis melemparkan isu “tips besar” ini dengan membandingkan tips yang biasa diterima para Ojol.

Kalau pilot tidak pernah menerima tips, Ojol tidak pernah menyelundupkan barang haram.

Ya memang beda kasus. Ojol mau menyelundupkan apa? Dari mana ke mana? Lain dengan pilot yang menerbangkan pesawat dari satu negara ke negara lain.

Tetapi kalau kemudian, para supir Ojol ini bermaksud untuk melaporkan Iis Dahlia ke kepolisian dengan tuduhan pelecehan, menurut saya sih cuma buang waktu saja. Dan pihak yang paling diuntungkan dari keriuhan isu ini adalah para pengacara yang “dengan suka rela tanpa dibayar” mau menjadi Kuasa Hukum para Ojol ini untuk mengirimkan Somasi pada Iis Dahlia. Lumayan kan, namanya disebut-sebut di Media.

Dan sudah menjadi satu pola bagi para pengacara yang membela sosok-sosok terkenal di tanah air, mereka mendapatkan keuntungan tambahan selain bayaran jasa pengacara dan biaya operasional, yaitu ikut menjadi tenar karena biasanya para pengacara ini yang diburu awak media. Terlepas dari laporan itu diterima atau tidak, diproses atau tidak oleh kepolisian.

Apalagi saya baca di media, Igun Wicaksono, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia juga menuntut Iis untuk memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya. “Kami menunggu pernyataan klarifikasi dari Iis Dahlia untuk dapat menyampaikan maksud dan tujuannya membuat pernyataan yang membandingkan profesi suaminya sebagai pilot dengan profesi driver ojol”.

Waduuuuh…. Serasa banget pernyataannya Mas Igun ini.

Apa yang saya pahami tentang para Advokat ini, mereka juga disebut Pengacara karena mereka beracara di Pengadilan, disebut Kuasa Hukum, karena mereka menerima surat kuasa dari orang yang memakai jasa mereka, dan disebut Penasehat Hukum, karena mereka memiliki kewajiban untuk memberi nasehat hukum agar kliennya tidak terjerat hukum.

Sebaiknya para Ojol atau Igun Wicaksono benar-benar berdiskusi dengan Penasehat Hukum. Apakah kalimat Iis Dahlia itu sudah memenuhi unsur penghinaan sesuai dengan Undang-Undang atau tidak. Tapi kalau hanya ingin meramaikan jagat maya +62, sah-sah saa sih. Apalagi kita tahu, pesawat yang membawa barang haram milik mantan Dirut Garuda itu ada 4 orang, tapi kenapa cuma suami Iis Dahlia yang diguncingkan??? Ya karena dia adalah suami dari Iis Dahlia, penyanyi dangdut yang pernah menolak undangan dari Presiden Jokowi. Dan saya pikir, semua isu ini malah menjadikan Iis Dahlia lebih terkenal.
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *