JIKA SUSI JADI DIRUT GARUDA

Brion Purnama-Bila ditanya siapa yang paling cocok dan paling layak menggantikan dirut Garuda, Ari Askhara yang belum lama ini dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir, maka yang muncul di kepala saya adalah nama Susi Pudjiastuti.

Saya yakin, bukan cuma saya, pembaca pasti juga sepakat bahwa sosok yang dikenal dengan slogan “Tenggelamkan!!!” itu sudah tidak diragukan lagi kapabilitasnya.

Dari sekian banyak alasan, saya hanya perlu 3 alasan untuk menyakinkan Anda, kenapa Susi adalah sosok yang layak membenahi carut marutnya maskapai Garuda Indonesia saat ini.

Pertama, Susi Pudjiastuti adalah pemilik PT ASI Pujiastuti Aviation yang mengoperasikan maskapai Susi Air sejak tahun 2004 hingga sekarang. Meski maskapai kecil, namun hal ini menjadikannya sudah tidak asing lagi dengan dunia penerbangan.

Dengan kata lain, hanya dibutuhkan waktu yang sedikit bagi Susi untuk beradaptasi dan memetakan permasalahan yang ada di Garuda, sebelum kemudian mengambil tindakan pembenahan.

Kedua, Susi Pudjiastuti sudah dikenal sebagai sosok yang berintegritas. Kejujurannya sudah terbukti selama memimpin KKP. Di masanya, Susi Pudjiastuti berhasil mengembalikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp9,4 triliun dari tahun 2014-2018.

Saya belum tahu bila ada kementerian lain selain kementerian KKP, melakukan hal yang sama. Bila ada pun nilainya mungkin tidak sebesar yang dikembalikan oleh KKP.

Bayangkan bila Susi juga melakukan hal yang sama di Garuda. Saya yakin kerugian akibat tidak efisiennya Garuda selama ini, akan teratasi tanpa harus menaikkan harga tiket yang mencekik leher. Atau kejadian memalukan seperti memalsukan laporan keuangan yang terungkap di masa Ari Askhara.

Tentu saja efisiensi yang dimaksud jangan sampai mengorbankan kualitas maupun kuantitas pelayanan kepada customer. Seperti misalnya menyajikan sajian makanan tak layak makan, seperti yang banyak dikeluhkan oleh konsumen Garuda sendiri bahkan sampai sempat viral beberapa waktu yang lalu.

Nilai integritas lainnya adalah keberanian dan ketegasan. Ia berani menolak tawaran Rp 5 triliun agar mengundurkan diri sebagai menteri saat menjabat sebagai menteri KKP. Bukan hal yang mustahil bila kejadian yang sama akan muncul kembali seandainya ia menjabat sebagai Dirut Garuda.

Jangan berpikir di dunia penerbangan tidak ada mafianya. Kasus duo poly harga tiket antara Garuda dan Lion, biaya sewa pesawat yang lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain dan penyelundupan Harley hanyalah sekelumit kisah dari sekian banyak borok beraoma mafia yang ada di dalam BUMN itu sendiri.

Diperkirakan masih banyak modus-modus lainnya yang belum terungkap. Kehadiran seorang Susi Pudjiastuti tentu akan menjadi gangguan yang perlu disingkirkan bagi para oknum yang sudah biasa bermain kotor di dunia penerbangan ini.

Ketiga, sosok Susi Pudjiastuti pun sudah terkenal sebagai sosok yang humble (rendah hati) dan apa adanya. Ia pernah tertangkap kamera tertidur di kursi bandara, ia juga pernah tertangkap kamera tidak canggung bergaul dengan para nelayan saat menjadi menteri dulu.

Fotonya yang sedang duduk di atas paddle (papan selancar) sambil menikmati secangkir kopi pernah hits dan menjadi perbincangan masyarakat ketika itu.

Lagi-lagi coba bayangkan bila ia menjadi dirut Garuda. Alih-alih duduk berleha-leha di kantornya yang ber-AC atau memikirkan cara menyelundupkan Harley. Susi pasti akan memilih turun ke lapangan memantau langsung pelayanan yang diberikan oleh anak buahnya.

Tidak akan mengherankan bila di kemudian hari, Susi akan sering terlihat berbincang santai dengan penumpang pesawat di ruang tunggu. Tidak saja menampung keluhan, namun juga masukan dari penumpang yang ia temui.

Berbekal masukan itu, Susi pasti akan mampu mengambil tindakan untuk membenahi kekurangan yang terjadi.

Setelah terpuruk sekian lama, entah mengapa, saya menyakini, di tangan seorang Susi Pudjiastuti. Garuda Indonesia akan terbang tinggi sekali lagi, membelah angkasa dan mensejajarkan diri tidak kalah dengan maskapai kelas dunia lainnya.

Hanya satu hal yang menjadi kekhawatiran saya, bila Susi Pudjiastuti terpilih menjadi Dirut Garuda.

Bila semasa menjadi Menteri KKP, Susi tidak ragu menenggelamkan kapal pencuri ikan. Saya khawatir bila kebiasaan ini terbawa hingga ia menjabat Dirut Garuda.

Jangan-jangan porter yang tertangkap merobek bagasi penumpang untuk mencuri, atau bawahannya yang tertangkap korupsi serta tindakan tidak terpuji lainnya. Akan ia suruh lempar keluar dari pesawat yang sedang terbang.

Akhirnya slogan “Tenggelamkan!!!” pun akan berubah menjadi “Lemparkan!!!”

Bagaimana menurut pembaca?

sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *