RIZIEQ SERUKAN AKSI BERJILID UNTUK PENODA AGAMA, BUKTI DIA LEBIH BAIK JANGAN PULANG

Xhardy-Ternyata Rizieq beneran hadir di acara Reuni 212, tapi sayang bukan orangnya yang hadir langsung, tapi cuma tayangan video doang. Aduh, kasihan, yang satu kepingin banget pulang untuk ikut reuni, yang satu lagi adalag kelompok yang juga rindu pulang ke tanah air.

Dalam sambutannya Rizieq menyoroti perilaku penodaan agama yang masih terjadi di Indonesia. Dia menyerukan kembali digelar Aksi Bela Islam berjilid-jilid jika pelaku penoda agama tak juga diproses hukum. “Jika terjadi penodaan agama, maka proses hukum yang dikedepankan. Jika aparat tidak melakukan penindakan maka gelar aksi Bela Islam yang berjilid-jilid seperti yang pernah kita lakukan,” kata Rizieq.

“Gelar terus, tekan terus sampai si penoda agama diseret ke meja hijau,” kata Rizieq lagi.

Sebentar dulu, yakin masih bisa adakan aksi demo berjilid-jilid seperti saat demo Ahok 2016 lalu? Yang bener dong, lihat tuh Reuni 212, sudah mulai kehilangan kekuatannya. Lagian mau pakai apa bikin aksi berjilid-jilid? Sedangkan Rizieq sendiri saja entah bisa bayar denda overstay gak, malah suruh orang demo.

Dan satu lagi, seruan Rizieq ini adalah bukti kalau orang ini lebih baik tidak usah pulang, bila memungkinkan, jangan dipulangkan. Arogansi Rizieq sudah dalam tahap parah. Atas alasan apa bikin demo berjilid-jilid? Bukankah negara ini negara hukum? Negara ini bukan negara milik kelompok penjual agama. Ucapannya selalu saja bikin panas dan gaduh.

Rizieq juga bilang seandainya aksi bela Islam yang dilakukan berjilid-jilid tersebut tak juga membuat si penoda agama diproses hukum, maka dia menyatakan tak ada jalan lain bagi umat Islam, kecuali bergerak sendiri. “Maka jangan salahkan umat Islam jika mereka melakukan tindakan sendiri, bahwa penoda agama hukumannya adalah hukuman mati,” kata Rizieq.

Siapa penoda agama itu? Rizieq tak sebut nama, tapi ciri-cirinya saja. “Sebagaimana diketahui di negeri kita telah terjadi penistaan agama. Ada orang yang membandingkan rasulullah dengan ayahnya. Dia merasa ayahnya lebih baik dari rasulullah. Ada pula yang membandingkan masa kecil nabi yang kumal, dekil tak terurus. Ada pula yang menyebut bawha terorisme itu memiliki agama dan agamanya adalah Islam,” kata Rizieq.

Sudah jelas ya siapa saja orang tersebut?

Parah banget nih Rizieq, menyerukan aksi berjilid-jilid, kalau masih saja tidak diproses hukum, maka harus bergerak sendiri, ungkit hukuman mati pula. Cukup mengerikan orang yang satu ini. Seolah negara ini harus tunduk pada keinginannya. Seolah negara ini ada miliknya sendiri, dan warga Indonesia harus tunduk kepadanya. Orang stres yang merasa lebih tinggi dari seorang presiden. Dikit-dikit bilang mati, dikit-dikit mati. Ucapan Rizieq ini tidak ada yang menyejukkan, terkesan mengerikan.

Rizieq harusnya ngaca, dia sendiri kabur karena apa? Karena kasus hukumnya, kan? Bagaimana kalau kita balik, rakyat demo berjilid-jilid agar Rizieq diproses hukum? Kalau soal penodaan agama, Rizieq pura-pura lupa.

Kita tidak akan pernah lupa siapa yang mengatakan, “Kalau Tuhan beranak, bidannya siapa?” Bahkan orang ini dilaporkan karena ucapan ini. Sebelum menuding orang lain, silakan pulang dulu, buktikan pada khalayak ramai kalau dirinya gentleman hadapi kasusnya. Kalau sudah beres, baru deh tuding orang lain.

Coba pikirkan deh, kepada pemerintah, orang begini masih diurus? Rasanya keinginan rakyat mengenai Rizieq ini sudah jelas. Mereka tidak ingin Rizieq bikin gaduh di negara ini. Mereka tidak ingin Rizieq eksis di negara ini. Mereka ingin Rizieq tetap di sana saja. Di negara lain saja masih berani serukan hal-hal yang keterlaluan, yang bisa mengganggu ketertiban, apalagi kalau sudah pulang ke sini. No way.

Melihat gaya ucapannya yang tak berubah sedikit pun selama 3 tahun ini, orang ini mungkin ke depannya berpotensi menjadi ancaman persatuan dan kesatuan bangsa. Tak bisa dibayangkan jika orang ini tinggal dan balik di sini dan koar-koar seenaknya. Suasana akan membara panas, intoleransi akan merajalela, kerukunan sesama anak bangsa dan umat beragama akan terkoyak dan tercabik-cabik akibat ucapannya. Katanya ulama, katanya imam besar, tapi ucapannya jauhhhhhhhhh dari kata sejuk.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword
fb: Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *