KETERLALUAN! UCAPAN RASIS WAKIL DEKAN UIN RIAU MENYINGGUNG SUKU BATAK

Kang Daniel-Hidup di Indonesia berarti kita harus hidup bertenggang rasa. Karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa daerah, agama serta adat budaya yang beraneka ragam. Saling hormat menghormati mencerminkan bahwa kita hidup berbhinneka tunggal ika.

Namun dalam perjalanan hidup manusia, tidak sedikit kita temui orang-orang yang egois. Yang hanya mementingkan diri sendiri. Dan merasa dirinya paling berhak hidup di Indonesia sedangkan yang lainnya hanya numpang makan, tidur dan cari nafkah.

Orang-orang yang demikianlah yang nantinya akan menghancurkan Indonesia. Padahal nenek moyang kita sudah mendesain Indonesia itu seperti sekarang ini bukan tanpa alasan. Pahlawan-pahlawan perjuangan mau pun pahlawan kemerdekaan sudah meramalkan bahwa Indonesia akan hancur jika hanya mementingkan satu golongan saja. Atau satu suku saja. Atau satu agama saja.

Maka founding father kita akhirnya memutuskan bahwa rakyat Indonesia harus hidup dalam naungan Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun rakyat Indonesia berbeda-beda tetap dalam satu naungan Indonesia. Tak ada yang superior dan tak ada yang kelas rendahan. Semuanya sama sebagai anak-anak ibu pertiwi.

Adalah sangat mengherankan jika ada orang-orang yang ingin merusak kebersamaan rakyat Indonesia yang sangat beragam itu dengan ucapan-ucapan yang tidak terpuji. Ucapan rasis dilontarkan dengan begitu gampang. Tanpa memikirkan akibat dari ucapannya tersebut apakah akan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa atau tidak.

Baru-baru ini lagi viral di media sosial ucapan tidak pantas keluar dari seorang wakil dekan di sebuah universitas di Riau. Di hadapan mahasiswa, Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin Husni Thamrin terlihat mengucapkan kata-kata tidak pantas diucapkan oleh seorang dosen perguruan tinggi yang punya ilmu agama yang baik.

“Pemberontak di UIN nih Batak semua, menghancurkan UIN, menghancurkan dunia Melayu, itulah Batak tu. Kau Batak kan, Batak keluar aja dari sini, Batak kurang etika,” begitu kata Husni dalam rekaman yang beredar.

Perkataan dari Husni Thamrin ini tentu sangat tidak pantas. Sebagai seorang dosen apalagi wakil dekan seharusnya Husni harus bijaksana dalam berkata-kata. Apalagi ini sampai menyinggung salah satu suku yang ada di Indonesia. Ini tentu sangat tidak pantas dan tidak beretika.

Saya takutkan ucapan dari Husni Thamrin ini akan menimbulkan gelombang protes dari suku Batak yang merasa tersinggung atas ucapan dari Husni Thamrin tersebut. Apalagi kasus ini dibiarkan berlarut-larut. Harus segera ditangani dan diberikan sanksi yang berat terhadap wakil dekan tersebut.

Husni Thamrin harus segera meminta maaf kepada suku Batak yang dilecehkannya tersebut. Karena kalau tidak segera meminta maaf dan menyatakan penyesalan atas perbuatannya, saya takut orang-orang Batak yang ada di Riau atau pun di daerah sekitarnya akan melakukan sebuah tindakan balasan yang justru akan merugikan kita semua.

Hal-hal tersebut sudah mulai terasa. Suku Batak mulai resah atas ucapan Husni Thamrin tersebut. Seperti yang saya kutip dari Media Indonesia Online.

Menanggapi itu, tokoh muda Batak Riau, Dedi Harianto Lubis, mengatakan, tindakan dosen yang diucapkan di depan mahasiswa itu sangat tidak elok dan tidak pantas. Apalagi, katanya, ucapan rasis yang dikeluarkan berasal dari seorang akademisi yang berilmu tinggi. “Ucapan ini dibuat di kampus dan itu sangat tidak elok, apalagi kita negara yang memiliki ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Dedi. Dedi juga berharap, kasus dugaan rasisme yang diucapkan oknum dosen UIN Suska Riau itu tidak memantik reaksi keras warga suku batak yang berdomisili di Provinsi Riau. “Saya memantau di berbagai grup WA grup masyarakat batak Riau yang saya ikuti sudah muncul reaksi-reaksi yang memuncak. Untuk itu kita berharap agar kasus ini bisa segera selesai, agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu,” jelas Dedi.

Segeralah rektor UIN atau pun pihak berwenang untuk segera melakukan mediasi agar kasus ini tidak semakin meluas. Dan berikan sanksi yang tegas kepada wakil dekan tersebut sebagai sebuah pertanggungjawaban atas ucapannya yang berbau rasisme tersebut.

Dan untuk masa yang akan datang, kita mengharapkan kepada tokoh-tokoh apalagi tokoh pendidikan untuk menjaga ucapannya. Agar tidak menimbulkan gejolak sosial yang akan memecah belah bangsa yang kita cintai ini.

Bukan begitu kura-kura?

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *