PERTAMINA BUTUH AHOK YANG TEGAS UNTUK BERANTAS MAFIA MIGAS

Kang Daniel-Baru-baru ini tersiar kabar bahwa Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yang biasa dipanggil Ahok itu dipanggil menghadap oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Dan berhembus kabar bahwa Ahok akan dijadikan bos disalah satu BUMN di Indonesia.

Kebenaran bahwa Ahok akan dijadikan salah satu petinggi di perusahaan plat merah memang sudah dikonfirmasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir tetapi di BUMN mana masih menjadi rahasia. Dan belum diungkapkan secara terang benderang oleh Erick. Tetapi Erick memastikan bahwa Ahok akan ditempatkan di BUMN sektor energi.

BUMN sektor energi saat ini hanya ada Pertamina, PLN atau Inalum. Lalu BUMN mana yang cocok untuk menempatkan Ahok di sana? Pertaminakah? PLN-kah? Atau Inalum?

Bagi saya Ahok lebih cocok ditempatkan di Pertamina daripada di PLN ataupun Inalum. Kenapa? Karena di Pertamina ketegasan Ahok sangat diperlukan. Di PLN memang juga perlu seorang pemimpin yang tegas, tetapi Ahok saya rasa lebih cocok ditempatkan di Pertamina daripada di PLN atau pun Inalum yang sunyi dari riuh rendahnya mafia.

Ahok kita sudah tahu akan ketegasannya. Ahok bisa memaki-maki melihat sesuatu yang tidak benar. Apalagi kalau ada yang maling uang rakyat. Ahok akan marah sekali. Hal itu sudah dibuktikan ketika Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Sampai-sampai ada yang alergi terhadap ketegasan Ahok. Ahok dibilang tidak sopan. Kasar. Pemarah dan sebutan lainnya. Orang-orang yang alergi terhadap Ahok adalah mereka-mereka yang senang menggarong uang rakyat. Yang kepentingannya dijegal oleh ketegasan Ahok. Sehingga mereka membuat sebuah stigma bahwa Ahok itu kasar. Tidak sopan. Dan Pemarah.

Padahal kita tahu ketegasan Ahok hanya kepada mereka yang mencuri uang rakyat. Sedangkan kepada warga yang membutuhkan pertolongan, Ahok begitu pengasih. Ahok tak segan-segan mengeluarkan dana operasionalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan warganya yang ingin berobat, yang ingin menebus ijazah anaknya yang ditahan oleh sekolah. Dan segala macam bantuan yang diperlukan oleh warganya.

Ketegasan Ahok ini sangat diperlukan di Pertamina. Apalagi kita tahu bahwa sampai saat ini mafia-mafia migas yang bergentayangan di Pertamina masih sangat sulit untuk diberantas. Ada-ada saja cela buat mafia migas untuk menggarong uang rakyat demi kepentingan dirinya sendiri.

Baru mendengar bahwa Ahok akan dijadikan petinggi di BUMN sektor energi saja, mafia migas ini sudah ketar-ketir. Mereka mulai menggerakkan ormas yang benci sama Ahok untuk melakukan penolakan terhadap Ahok masuk BUMN. Dan kita tahulah ormas mana yang akan digunakan oleh mafia migas ini untuk menjegal Ahok.

Tapi apakah mereka akan berhasil menjegal Ahok? Saya kira mereka tidak akan bisa mendikte pemerintah untuk tidak memilih Ahok menjadi petinggi di BUMN. Tidak seperti ketika Ahok dijegal untuk menjadi menteri ataupun Dewan Pengawas KPK. Karena memang Ahok terkendala sebagai mantan narapidana yang tidak dapat ditempatkan sebagai pejabat publik setingkat menteri ataupun Dewan Pengawas KPK.

Namun untuk menjadi petinggi BUMN, Ahok tidak terkendala oleh UU. Jadi, meskipun ada penolakan dari ormas tertentu, Ahok tidak dapat dijegal menjadi petinggi BUMN. Karena hak pemerintah untuk menentukan siapa yang akan ditempatkan menjadi petinggi di BUMN.

Saya sangat setuju jika Ahok ditempatkan sebagai petinggi di Pertamina. Kita perlu ketegasan Ahok dalam mengambil keputusan yang akan membuat mafia migas tak berkutik. Karena kita tahu bahwa sudah sejak lama Presiden Jokowi gregetan dengan Petral yang korupsinya ampun-ampunan.

Bahkan Presiden Jokowi pernah melaporkan kasus korupsi yang terjadi di Petral ke KPK. Namun sayang seperti pengakuan Menko Polhukam Mahfud MD yang didapat dari Presiden Jokowi bahwa laporan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Sehingga membuat Presiden Jokowi bertambah geram.

Maka dengan ditempatkannya Ahok di Pertamina diharapkan Ahok dapat dengan tegas memberantas segala praktik korupsi yang terjadi di Pertamina dengan dalih apa pun. Karena kita tahu bahwa mafia migas inilah yang membuat harga jual BBM di Indonesia menjadi begitu tinggi. Sehingga pemerintah harus memberikan subsidi yang begitu besar sehingga membuat APBN menjadi tekor.

Semoga dengan hadirnya Ahok di Pertamina akan membuat BUMN ini bersih dari mafia-mafia migas yang menggerogoti keuangan negeri ini.

Bukan begitu kura-kura?

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *