APA SALAH AHOK?

Ayyas-Jika ditanya siapa manusia yang paling terdzalimi dan terdiskriminasi di Indonesia? Saya secara tegas akan menjawab “Ahok”. Tak peduli dengan agama dan etnisnya apa, yang pasti beliau telah diperlakukan secara tidak adil. Ini yang saya yakini sampai detik ini. Saya belum menemukan apa kesalahan terbesar yang telah dilakukan olehnya sehingga begitu banyak orang yang terus mendzalimi dan melakukan diskriminasi kepadanya?

Apakah Ahok korupsi? Sama sekali tidak. Meskipun sempat dituduh korupsi RS Sumber Waras, hingga detik ini tak ada yang mampu membuktikan. Pun begitu dengan KPK.

Apakah Ahok pilih kasih saat memimpin DKI? Benar, Ahok pilih kasih. Dia lebih banyak perhatiannya terhadap umat Islam dibanding Kristen yang notabene agamanya sendiri. Dia membangun masjid dan mengumrohkan marbot. Sebaliknya, dia malah tidak membangun gereja.

Apakah Ahok menyengsarakan rakyat DKI? Silahkan warga DKI sendiri yang menjawab. Berdasarkan informasi yang saya baca dari media mainstream, DKI Jakarta masih lebih baik di era Ahok dibanding saat ini.

Apakah Ahok tidak taat hukum? Bagi yang mengamati perjalanan kasusnya di tahun 2017, saya yakin bisa melihat sendiri betapa dia sangat kooperatif dalam menjalani proses hukum. Dia bahkan tidak mengajukan banding dan menerima hukuman dengan ikhlas. Tak ada acara kabur segala ke luar negeri.

Ahok mungkin temperamen, tidak santun, terkadang kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Tapi bukan tanpa sebab dia seperti itu. Bagaimanapun, dia juga manusia biasa yang berhak marah jika melihat ada ketidakberesan, apalagi jika itu bisa merugikan rakyat. Namun yang pasti, sampai detik ini dia tetap mendapat rasa hormat yang tinggi dari masysrakat meskipun seorang mantan narapidana.

Saya percaya orang baik memang justru punya banyak musuh. Ahok dimusuhi oleh sebagian kelompok Islam, alasannya mulutnya tidak sopan, kotor, temperamen, dan yang terupdate dianggap menista agama. Saya tidak tahu persis apakah alasan ini real, atau hanya akal-akalan saja. Musuhnya yang lebih besar lagi adalah mafia-mafia yang berada dibalik layar, yang tak terlihat. Dimana-mana, pejabat yang jujur dan tidak mau kompromi memang menjadi musuh utama para mafia.

Ahok memang menjadi sebuah fenomena di Indonesia. Selain Jokowi, dia adalah salah satu orang yang diharapkan bisa memperbaiki kondisi pemerintahan di Indonesia. Dia diharapkan bisa lebih berkiprah lagi, lebih dari seorang gubernur. Namun sayangnya, sebelum berkibar, dia sudah terlebih dahulu dibungkam dan dijerumuskan ke jurang terdalam lewat kasus kontroversi “penistaan agama” dan mendapat hukuman dua tahun penjara. Saat ini dia sah menyandang status mantan narapidana.

Menjadi mantan narapidana benar-benar mengurangi peluang Ahok untuk bisa berkiprah di pemerintahan selevel presiden, menteri, ketua KPK. Aturan tidak bisa mengakomodir dirinnya untuk bisa masuk ke dalam dan menempati posisi itu. Sebenarnya hal ini sama sekali tidak membuatnya risau. Dia sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Namun sebagaimana sebuah mutiara, sangat sayang kalau potensi Ahok tidak dimanfaatkan untuk memajukan negeri. Sangat sayang jika ide dan keringatnya tidak digunakan untuk mengabdi kepada negeri. Oleh sebab itu, Erick Tohir melihat ada celah untuk Ahok masuk pemerintahan, yaitu Dirut BUMN. Menurut isu yang beredar, Ahok akan menjadi Dirut Pertamina dan mendapat gaji 3,2 milyar perbulan. Angka yang sangat fantastis. Dia juga akan mengelola dana yang lebih besar dari APBD DKI Jakarta. Saya yakin Ahok sangat layak mendapat potensi ini. Dia siap berbadapan dengan mafia-mafia minyak yang ada di Indonesia.

Sayangnya, diskriminasi masih datang ke Ahok, baik dari politisi, maupun dari PA 212 yang sejak 2017 konsisten menyerangnya. Beberapa politisi mempermasalahkan status mantan narapidana. Penolakan beberapa politisi ini sangat mungkin karena iri. Siapa coba politisi yang tidak ingin dapat jabatan Dirut BUMN?

Alasan PA 212 menolak Ahok lebih aneh lagi, yaitu dinilai tidak punya sopan santun. Jujur sampai detik ini saya masih heran dengan PA 212. Ahok tak pernah menyakiti mereka. Dia juga sudah kalah di Pilkada DKI 2017 dan menjalani hukuman. Tapi sepertinya mereka tidak akan pernah senang jika Ahok mendapat kebaikan. Mereka akan senang kalau Ahok tidak dapat berbuat apa-apa.

Saya berharap pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Tohir harus tegas. Jangan sampai kalah dengan tekanan massa dan netizen. Jangan sampai rencana menjadikan Ahok sebagai dirut BUMN dibatalkan hanya karena ada demo berjilid-jilid dari PA 212. Sudah cukup Indonesia dipermalukan dan wibawa pemerintah jatuh karena kalah dengan tekanan massa.

Orang-orang yang dengki ke Ahok tiba-tiba meributkan soal status mantan narapidana. Mereka tiba-tiba amnesia bahwa banyak mantan narapidana yang mendapat posisi penting di Indonesia, menjadi ketua partai, juga menjadi pemimpin ormas. hee.(SA)

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *