DUA TERSANGKA KASUS DOSEN IPB AJUKAN PENANGGUHAN PENAHANAN

Jakarta, CNN Indonesia — Dua tersangka kasus perencanaan pelemparan bom rakitan dalam aksi Mujahid 212 pada 28 September yang juga turut melibatkan dosen IPB, Abdul Basith (AB) mengajukan penangguhan penahanan.

Kedua tersangka itu yakni Muhidin Jalih alias Jalih Pitung dan Januar Akbar. Penangguhan penahanan itu diajukan melalui kuasa hukum mereka yakni Pitra Romadoni.

Pitra mengatakan pihaknya telah menyerahkan pengajuan penangguhan penahanan kepada Kapolda Metro Jaya, Direktur Reskrimum serta penyidik pada Kamis (24/10) siang.

“Pada hari ini kami telah resmi mengajukan permohonan kami ke Bapak Kapolda Metro Jaya yang langsung diterima di bagian Setum dan tadi ke Dir [Direktur Reskrimum] juga sudah kami tembuskan permohonan penangguhan ini dan ke penyidik juga hari ini kami tembuskan,” ujar Pitra di Polda Metro Jaya.

Pitra menuturkan alasan kedua kliennya mengajukan penangguhan penahanan lantaran tak terlibat secara langsung dalam perencanaan aksi peledakan bom rakitan itu.

Namun, Pitra membenarkan kedua kliennya memang sempat mengikuti pertemuan bersama AB dan tersangka lainnya.

“Perlu digarisbawahi dua ini seorang aktivis, selaku pimpinan aksi dia hadir ke sana atas permintaan atau dibawa saudara Damar tanggal 22 September ke kediaman Pak Soenarko,” ujar Pitra.

Meski begitu, Pitra mengklaim kliennya tak mengenal sosok AB dan para tersangka lainnya. Kedua kliennya, kata Pitra, baru tahu sosok AB saat hadir dalam pertemuan itu.

Selain itu, kata Pitra, kliennya juga baru mengetahui rencana aksi peledakan bom rakitan saat hadir dalam pertemuan. Namun, menurutnya, kedua kliennya tak ikut serta menyimpan bom rakitan yang telah disiapkan.

Pitra menyebut kedua kliennya memang kerap memimpin aksi demo, namun aksi itu diklaim selalu dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.

“Berdasarkan keterangan klien kita dia tidak pernah memegang atau bawa bom tersebut tapi kalau penggerak masa (demo) benar,” ucap Pitra.

Selain itu, Pitra menyebut kedua kliennya sering memimpin aksi demonstrasi. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh kedua kliennya juga selalu dikoordinasikan dengan polisi sebelumnya.

Lebih lanjut, Pitra mengatakan dalam penangguhan penahanan itu, pihaknya mengajukan pihak keluarga sebagai penjamin.

“Kami masukkan keluarganya (sebagai penjamin), kami masukkan dulu, kami tunggu dalam satu minggu ini tanggapan Kapolda apa,” katanya.

Sebelumnya, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith (AB) berencana melempar bom rakitan dalam Aksi Mujahid 212 di Jakarta lantaran tidak puas dengan aksi pelemparan molotov saat demo mahasiswa 24 September di Gedung DPR/MPR.

AB juga merupakan salah satu perencana dalam aksi pelemparan bom molotov saat aksi demo berujung kerusuhan di daerah Pejompongan pada 24 September lalu.

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan 14 tersangka. Para tersangka dijerat Pasal Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 169 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP.
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *