DULU JOKOWI, SEKARANG GRACE YANG DICUEKIN PRABOWO

Argo-Saya pikir Prabowo Subianto sudah move on, ternyata saya keliru. Prabowo masih seperti yang dulu, angkuh, tinggi hati, dan pendendam akut.

Dulu saat masa Pilpres 2014 Jokowi pernah dicuekin Prabowo. Yang lain disalaminya, cipika cipiki dan tersenyum ramah kecuali Jokowi diabaikan. Entah karena saat itu Prabowo masih meremehkan pak Jokowi karena kelasnya pak Jokowi saat itu masih Gubernur DKI Jakarta atau ada dendam politik, entahlah.

Saat menonton video Jokowi dicuekin Prabowo dulu saya hanya bisa mengelus dada, betapa angkuhnya orang ini. Namun akhirnya Tuhan yang membalasnya dengan mempermalukan sosok yang tinggi hati itu, dua kali tumbang tak berdaya melawan orang yang dicuekinnya dulu, dan kini menjadi pembantunya.

Kini momen yang sama terjadi lagi. Saat pelantikan Presiden Jokowi di gedung DPR/MPR, Prabowo Subianto tampak cuek dan acuh tak acuh dengan Ketua Umum PSI, Grace Natalie.

Dalam video berdurasi 22 detik itu, Prabowo Subianto tampak menghampiri sejumlah tamu undangan pada pelantikan Presiden. Prabowo lalu menyalami mereka satu per satu.

Namun, saat berhadapan dengan Grace Natalie, Prabowo tampak enggan mengulurkan tangannya. Padahal Grace sudah berdiri menyambut dan menyapanya dengan senyum ramah.

Prabowo tampak cuek dengan Grace dan lebih memilih untuk menyalami seorang pria yang menghampirinya, kemudian Prabowo lanjut berjabat tangan dengan Asma Nadia dan Inggrid Kansil yang berdiri di samping Grace Natalie.

Yang lain disalaminya, cipika cipiki sambil tersenyum ramah, kecuali Grace Natalie diabaikannya. Saya lihat gesture Grace seperti salah tingkah dengan senyum yang dipaksakan. Wajahnya merah merona menahan malu.

Bagaimana tidak salah tingkah, orang yang mau disalaminya dengan niat tulus malah cuek bebek dan mengacuhkannya seolah-olah sosoknya itu tidak ada di situ.

Saya yakin ada dendam politik antara Prabowo dengan PSI dan Grace Natalie, atau juga masih menganggap Grace Natalie anak bau kencur yang tidak masuk dalam hitungannya.

Kalau soal dendam politik, yang jelas pasti ada. PSI adalah salah satu partai yang menumbangkan Gerindra pada Pilpres 2019. Para anak muda yang kritis dan cerdas yang bernaung di bawah kepak sayap PSI membuat Gerindra dan para kroni-kroni mereka, seperti PAN dan PKS, itu tak berkutik.

Partai besutannya Grace Natalie bahkan pernah memberikan gelar “Kebohongan Award Awal Tahun 2019” untuk Prabowo, Sandiaga Uno, dan Andi Arief. PSI juga memberikan “Gabut Award” buat DPR di mana di sana ada Fadli Zon, Wakil Ketua DPR dan juga Waketum Gerindra.

Award tersebut diberikan oleh PSI sebagai apresiasi atas prestasi kebohongan para penerima Award tersebut. Prabowo dianggap menyebar kebohongan soal selang cuci darah RSCM yang dicuci 40 kali.

Sementara Sandiaga berbohong soal membangun tol Cipali tanpa utang. Lalu.ada Andi Arief yang juga menerima Award terkait hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

Harusnya Prabowo tidak dendam karena akibat perbuatannya pada pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2019, radikalisme dan intoleransi meningkat, jurang polarisasi masyarakat antara umat Islam dan umat non Muslim jurangnya semakin menganga akibat politisasi SARA, jualan ayat dan ngancam mayat.

Suka tidak suka sejarah mencatat Prabowo adalah bagian dari pedagang ayat dan mayat pada pilkada DKI Jakarta 2017 yang memberi peluang onta Yaman semakin bebas merusak negara ini.

Mungkin Prabowo masih emosi akibat andil PSI, dia dan kendaraan partainya nyungsep terkapar tak berdaya, sehingga Prabowo pun meradang.

Bagaimana tidak meradang duit sudah banyak keluar untuk menggerakan mesin politik demi memenangkannya menjadi Presiden Republik Indonesia akhirnya gatot alkhototh aka gagal total.

Jika momen cuek salaman ini terjadi pada saya dan Anda, maka kita pun akan mengalami hal yang sama, salah tingkah, kikuk, serba salah, dan tentu saja tengsin. Tapi ya itulah Prabowo.

Intinya Prabowo masih belum berubah dan move on. Karena Kalau sudah menjadi tabiat memang susah dirubah, apalagi dihilangkan.

Kalau dari kecil didikan orang tua membuat seseorang jumawa, maka akan terus terbawa sampai di hari tuanya. Itu fakta sahih yang tak terbantahkan. Silahkan Anda tanya semua Psikiater, jawaban mereka tentu akan sama dengan yang saya tulis disini.

Tapi saya yakin, Grace Natalie dan PSI akan menjadi besar, sama seperti pak Jokowi yang dulu dicuekinnya, kini semakin berkibar.

Kenapa demikian? Karena jutaan mata rakyat melihat dan menilai betapa angkuhnya Prabowo dalam acara pelantikan Presiden Jokowi yang membuatnya semakin tidak mendapat kepercayaan dari rakyat sekalipun sudah jadi pembantunya Jokowi.

Begitulah kura-kura.

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *