NIKMATI PILIHAN MENTERI JOKOWI DAN TUNGGU HASIL KERJA MEREKA, SIAPKAN KRITIK,BUKAN NYINYIR

Cak Anton-Para menteri pembantu Jokowi di priode ke dua sudah diumumkan. Berbagai asumsi, spekulasi dan narasi pun ikut mengiringi ditetapkannya tokoh-tokoh yang menduduki kursi menteri tersebut. Bukan hanya di lini pendukung Jokowi, di lini pendukung Prabowo pun demikian, karena Prabowo sendiri tak hanya mengirim wakilnya dalam membantu Jokowi, tapi dia sendiri pun ikut membantu Jokowi serta menduduki kursi Menhan.

Banyak yang mendadak kaget melihat suasana politik saat ini. Tak sedikit ada yang muak dan ada pula yang berusaha menunjukkan idealisme di publik melalui media sosial dan lain sebagainya.

Kalau ditanya apakah saya muak dengan dinamisme politik saat ini? Maka saya akan jawab, saya udah muak sejak lama. Kemuakan tersebut yang membuat saya hampir tak perduli dengan dunia politik, namun kemuakkan saya tersebut saya kesampingkan demi NKRI dengan berusaha melakukan hal-hal kecil misanya dengan menulis opini hingga aktif mengkampanyekan anti golput pada generasi muda melalui forum-forum kecil, karena saya orang kecil, wajar hanya bisa menjangkau lingkup kecil. Untung ada seword yang membantu memberi jangkuan luas bagi tulisan rakyat kecil seperti saya.

Kebrengsekan para politisi yang membuat kita muak, seharusnya menampar diri kita sendiri, karena dalam negara demokrasi nasib politisi ada ditangan rakyat dan terutama kita-kita ini. Kualitas demokrasi dan hasilnya itu cerminan dari kita semua. Ingatlah demokrasi kita itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Untuk memperbaiki banyak hal, tak mudah dan tak bisa dilakukan sendiri, apalagi bertindak seperti Superman yang bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Semangat saya kembali bangkit dalam dunia politik semenjak ada Jokowi, dan saya pun sadar, dia memiliki banyak kekurangan, tetapi paling tidak, ada hal-hal yang membuat saya mendukungnya hingga sekarang semenjak dia maju di pilkada DKI Jakarta. Harapannya Cuma satu, membuat pondasi yang baik di segala lini, meskipun itu tak mudah.

Kerjasama dari berbagai lini harus dilakukan oleh Jokowi. Soal jejak rekam, Jokowi bisa dianggap orang yang benar-benar berasal dari golongan rakyat, bukan ketua partai, bukan Jenderal dan orang tuanya pun bukan pengusaha rente. Hal ini pun menambah kesulitan tersendiri bagi Jokowi, oleh sebab itu wajar jika Jokowi harus pandai dalam membuat keputusan, jangan sampai energy hanya dihabiskan untuk melawan semua elemen yang berusaha menjenggalnya dan melupakan hal-hal produktif yang bisa memajukan Indonesia.

Lawan Jokowi dalam mengambil keputusan bukan hanya lawan politik, tetapi para pendukung yang juga mengharapkan sesuatu dari mendukung Jokowi. Keputusan harus diambil, dan pasti keputusan tersebut tak dapat memuaskan semua pihak.

Kita mungkin tertawa dengan adanya meme beli 01 dapat 02, dan mungkin kita risih ketika ada TKN yang bilang seharusnya Jokowi mengutamakan orang yang berkeringat. Soal orang yang berkeringat, pendiri seword kurang berkeringat apa coba? Kami para rakyat jelata kurang berkeringat gimana coba? Di tengah keterbatasan kami, tetapi kami masih mau ikut andil melakukan counter terhadap fitnah dan hoax-hoax, belum lagi kami pun harus dicaci bahkan ada yang diancam.

Saat ini, yang hanya bisa kita lakukan adalah mengawal para menteri Jokowi dalam mengemban tugasnya. Tak perlu risih dengan Prabowo yang masuk kabinet, tak perlu kecewa karena jagoannya gak bertahan di kabinet atau jagoannya gak dipilih jadi menteri. Apa yang diputuskan Jokowi sudah pasti melalui pertimbangan yang panjang. Kita hanya tau soal permukaannya saja. Dasar utama dan terpenting sebagai pertimbangan Jokowi dalam menentukan pilihan mencari menteri pun tak bisa kita terka-terka bermodalkan asumsi.

Kecewa boleh terkait pilihan menteri Jokowi, tetapi jangan lelah mencintai negeri dan membantu Jokowi dalam memajukan Indonesia dengan cara ikut mengawasi dan menyiapkan kritik bukan nyinyir. Saat ini mereka baru dilantik, belum ada yang bisa kita kritik terkait kinerjanya. Biarkan mereka bekerja terlebih dahulu, dan siapkan amunisi untuk mengkritik jika itu dirasa perlu.

Kita harus ingat apa yang disampaikan oleh Jokowi, bahwa jika ada menteri yang kurang baik dalam bekerja akan diberhentikan. Soal ini, priode pertama sudah bisa kita jadikan pertimbangan, bagaimana Anies dipecat dan pergantian menteri yang bisa dikatakan sering. Untuk para pendukung Jokowi yang kecewa terhadap pilihan menteri Jokowi, ingatlah kembali Anies yang dulu dianggap bagus tetapi akhirnya diberhentikan di tengah jalan. Mungkin saat ini kita memandang yang dipilih Jokowi buruk, tetapi apakah kita langsung menilai tanpa melihat kinerjanya? Udah ah, itu aja…

Cak Anton

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *