DITUDING PKI: ‘DITELANJANGI UNTUK CARI CAP GERWANI’ CERITA KELAM PENYINTAS TRAGEDI 1965

Peringatan: Video ini mengandung cerita kekejaman.

BBC News Indonesia pergi ke Nusa Tenggara Timur, untuk menemui sejumlah penyintas yang dituding sebagai anggota atau simpatisan Partai Komunis Indonesia, mengangkat penyiksaan dan pengalaman pahit yang mereka alami sejak peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Di Nusa Tenggara Timur, setidaknya 800 orang meninggal dalam pembunuhan dalam kejadian lebiih dari 50 tahun lalu itu, seperti dilaporkan peneliti James Fox yang dikutip dari buku ‘Keluar dari Ekstremisme’.

Hasil penelitian yang dilakukan Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) menyebutkan mereka yang mengalami pengalaman mengerikan, -dari perkosaan sampai penyiksaan- berupaya mengatasi masa-masa kelam itu dengan berdoa bersama dan menenun.

Salah satu penyintas yang ditemui BBC adalah Melki Bureni. Dia mengatakan pada waktu itu dia dituding sebagai anggota Gerwani.

“Katong disuruh buka beha, celana. Berdiri telanjang dibilang supaya cari cap Gerwani di pantat atau di mana. Telanjang. Tapi saya pasrah saja.. mau bergerak dong (mereka) ‘potong’,” kata Melki.

Sarlotha, penyintas lainnya mengatakan rambut panjangnya waktu itu digunting paksa. “Padahal, menurut adat itu tidak boleh. Gunting rambut hanya untuk hukuman orang yang ketahuan berzina,” tuturnya.

Selain mereka, BBC juga menemui Petrus dan Jon (bukan nama sebenarnya), saksi yang menuturkan pengalaman mereka dilibatkan dalam eksekusi orang-orang yang dituduh anggota atau simpatisan PKI.

“Saya sebenarnya kalau bisa mengundurkan diri dari situ, menjauh,” kata Petrus, menyampaikan penyesalannya.

Video produksi: Callistasia Wijaya dan Dwiki Marta

sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *