TERNYATA BODOH, UAS SEBUT ARTIS KOREA SANJAY DUTT DAN AMITABH BACHCHAN

Jaya Wijaya-Kebodohan itu selain tidak ada batasnya juga menular, bahkan seorang pemuka agama saja bisa terserang penyakit kebodohan. Jika di konsumsi sendiri sih tidak apa-apa, tapi jika dibagi-bagi kasihan yang tertular penyakit kebodohan tersebut.

Contoh kebodohan dialami oleh Ustad Abdul Somad (selanjutnya kita singkat UAS) dan ini jelas berbahaya karena UAS dianggap panutan bagi pengikutnya, jika UAS melakukan hal bodoh maka pengikutnya berpotensi untuk mengikuti kebodohan-kebodohan beliau.

Kebodohan UAS terlihat ketika beliau ceramah dan melarang jamaah beliau untuk menggemari film dan artis-artis korea. Berikut videonya :

Dilansir dari viva.co.id UAS mengatakan :

“Jangan suka kepada orang kafir, siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu. Condong artinya pada orang kafir,” katanya.

Sebelum melanjutkan penulis berharap agar handphone UAS bukan merk Samsung karena itu adalah buatan “kafir”. Namun kalaupun bukan merk Samsung tampaknya semua handphone buatan “kafir” ternyata ya? Sony, Motorola, Oppo, Huawei, Xiaomi juga buatan “kafir”.

Selanjutnya UAS juga mengajak umatnya untuk tidak lagi menonton film-film atau sinetron Korea Selatan, berikut perkataan UAS :

“Jangan ditonton lagi itu sinetron-sinetron korea korea, rusak. nanti pas sakaratul maut, datang dia ramai-ramai. Apa yang sering kita dengar, apa yang sering kita tengok, akan datang saat sakaratul maut,” ucapnya.

“Saat kita sakaratul maut, datang artis artis korea ramai-ramai, Sanjay Dutt, Amitabh Bachchan,” katanya dalam video yang diunggah channel Youtube, Apaik Gaming.

Namun sayang sekali ternyata UAS malah jadi sasaran bully karena menyebutkan nama artis-artis india dan menyebutnya adalah artis korea. Hal ini tentu membuat para netizen tertawa terpingkal-pingkal termasuk desainer sepatu asal Bali Niluh Djelantik (yang pernah melaporkan Lina Marlina terkait penghinaan wanita Bali) juga ikut berkomentar di akun Instagram miliknya.

Menurut penulis di sini setidaknya UAS melakukan tiga buah kebodohan sekaligus, antara lain :

A. Kebodohan pertama jelas UAS terlihat tidak mengetahui nama-nama artis-artis korea namun nekad menyebut nama artis India untuk memberi contoh artis korea yang akan datang saat sakaratul maut, mungkin wajar karena beliau tampaknya tidak pernah menonton film yang katanya diisi oleh artis-artis “kafir” tersebut.

Beliau juga bisa saja ngeles kalau itu cuma bercanda kepada para jamaah. Namun hal tersebut malah membuka kebodohan beliau yang kedua.

B. Darimana UAS tahu nama-nama artis India seperti Sanjay Dutt dan Amitabh Bacahchan? Berarti UAS setidaknya pernah menonton film India dong? Sedangkan kita tahu artis-artis india banyak yang “kafir” jika mengacu definisi “kafir” yang digunakan UAS.

Berarti apakah nanti ketika sakaratul maut UAS akan didatangi artis India, seperti yang akan terjadi pada mereka-mereka yang menonton film Korea? Setidaknya hal ini membuktikan kebodohan beliau yang kedua, yaitu membongkar kemunafikannya sendiri dengan melarang jamaah menonton film “kafir” tapi beliau juga pernah menonton film “kafir”.

C. Hal ketiga yang perlu kita ketahui adalah ceramah UAS yang melarang para jamaah menonton film “kafir” tersebut tayang di channel youtube yang adalah milik “kafir”. Selain itu UAS juga sering menyebarkan video-video ceramah di youtube, bahkan videonya dimonetize oleh beliau.

Kebodohan yang ketiga adalah melarang orang menonton film “kafir”, padahal dia sendiri menggunakan youtube milik “kafir” untuk menyebarkan video larangan menonton film “kafir” tersebut. Bahkan mencari uang dari youtube milik “kafir”.

Munafik bukan itu namanya? Berarti semua yang nonton video-video ceramah UAS di youtube termasuk UAS sendiri yang menggunakan youtube akan didatangi pemilik youtube saat sakaratul maut karena memanfaatkan youtube? Ah sudahlah ngapain dipikirin omongan orang bodoh, nanti bisa ikut-ikutan menjadi bodoh. Lagian tidak ada ayat al-quran yang mengatakan jika menonton film korea akan didatangi artis yang justru berasal dari India.

Kesimpulan :

Penulis penasaran kenapa masih banyak yang menganggap UAS mahluk yang tidak pernah salah, padahal dari sini saja sudah terlihat kualitas beliau seperti apa.

Apakah pendukungnya tidak takut tertular bodoh? Atau jangan-jangan bagi mereka tidak bodoh karena UAS sedang berbicara di internal jamaah beliau? Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Begitulah kura-kura.
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa sinabung jaya.group

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *