FADLI ZON TERUS SERANG JOKOWI. BERHARAP AKAN TERJADI GERAKAN MOSI?

Nurdiani Latifah-Sudah dua hari ini, Jakarta dan sekitarnya dilanda mati lampu. Di sejumlah berita pun, Plt Direktur PLN pun sudah menjelaskan. Jokowi pun sudah mendatangi kantor PLN pusat, pagi tadi. Dalam beberapa berita video, Jokowi memang terlihat marah. Sebab, pihak PLN tidak bisa memprediksi keadaan ini. Ini adalah kejadian besar yang tidak tidak bisa diprediksi oleh pihak PLN.

Kejadian ini sungguh membuat semua rugi. Kemarin contohnya, listrik mati ditambah juga dengan jaringan internet pun mati. Oke jika hal ini terjadi 10 tahun yang lalu, saya pribadi tidak akan merasakan hari kemarin menjadi hal yang sangat menyedihkan. Saya belum menjadi pengguna internet aktif. Berbeda dengan sekarang, saya menjadi pengguna internet aktif. Bahkan, saya membayar makanan atau minuman dengan menggunakan uang digital.

Wajar jika keadaan ini membuat Jokowi marah sebagai kepala negara. Namun, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, sasaran kemarahannya tidak jelas dan tidak tepat sasaran. Kesalahannya malah ditujukan kepada Jokowi. Bagi saya ini adalah pola pikir yang salah, tujuannya hanya untuk menjatuhkan Jokowi. Sama seperti kasus honorer, pengelolaan honorer yang kurang baik dilakukan karena pengelolaan dari kemendikbud. Kenapa yang ditembak Jokowi?

Dalam kasus ini, yang harus ditembak adalah dirut PLN atau orang-orang yang mengurusi PLN ini yang diganti. Saya rasa Jokowi, sudah bekerja sesuai dengan porsinya ketika menjalankan tugasnya sebagai kepala negara. Serangan yang dilakukan oleh Fadli Zon adalah kritik yang salah sasaran. Serta tidak melihat konteks kesalahan siapa.

Namun, pola serangan seperti ini sudah terjadi sejak kampanye Prabowo. Pokoknya Jokowi salah dan harus diganti. Hal ini diamine oleh para pendukungnya. Bahkan dimanfaatkan oleh sebagaian orang yang memang tidak suka dengan Jokowi. Lalu, apa yang menjadi motif dari Fadli Zon?

Tentu saja, membuat Jokowi sangat bersalah di mata publik. Kurang lebih, membuat rasa tidak percaya publik kepada kepala negara. Apa yang dilakukan oleh Fadli Zon dan kawanannya disebut dengan gerakan mosi. Gerakan ini sebenarnya gerakan yang sudah dilakukan di negara lain. Serta bisa dijadikan sebagai gerakan politik yaitu untuk menggulingkan pemerintah atau seseorang.

Namun, apa yang dilakukan oleh Fadli Zon dan kawananya masih disebut gerakan moral. Sebab, untuk menjadi gerakan politik, akan sulit dilakukan di Indonesia. Makanya, gerakan yang pertama dilakukan adalah mosi sebagai gerakan moral. Kesan yang dibangun adalah melupakan moral, etika, dan kode etik sebagai kepala negara.

Untuk melakukan mosi sebagai gerakan politik, kekuatan Fadli Zon cukup lemah sebagai oposisi. Jika masih merujuk pada koalisi pengusung Prabowo, hanya ada tiga partai yang akan mosi sebagai gerakan politik. Di antaranya, Partai Gerindra, PAN dan PKS. Namun, apakah PAN akan melakukan gerakan ini? Rasanya PAN adalah partai yang oportunis. Lihat saja, Amien Rais terus menyerang PAN jika berkoalisi dengan Jokowi. Sebagai rakyat jelata yang hanya bisa menulis, PAN besar kemungkinan akan berkoalisi dengan Jokowi. Tujuannya, mendapatkan jatah menteri atau lembaga lainnya. Hal ini sama terjadi pada pada Pilpres 2014, lalu ketika 2019 menjadi koalisi.

Kembali membahas mosi. Selain kekuatan politik yang mungkin akan diusung oleh Partai Gerindra cukup lama. Pertama, mosi tak percaya ini sebenarnya usul inisiatif sejumlah anggota DPR. Hal ini sudah tidak mungkin terjadi. Lalu, Fadli Zon harus meminta pimpinan DPR meninjau kembali status Jokowi sebagai Kepala Negara. Setelah memenuhi Tata Tertib, surat mosi ini akan dibawa ke Badan Musyawarah DPR. Baru selanjutnya kita sampaikan di sidang paripurna. Sangat melelahkan bukan jika Fadli Zon melakukan ini. Namun, hal yang perlu digarisbawahi adalah mosi sebagai gerakan politik tidak bisa dilakukan.

Gerakan mosi sebenarnya sempat dilakukan pada 2002 kepada Akbar Tanjung yang menjadi ketua DPR RI. Kemudian di Inggris sempat melakukan ini. Fadli Zon cukup pintar memanfaatkan posisi sebagai Wakil Ketua DPR RI yang terus menyerang Jokowi dari berbagai sudut. Namun, gerakan ini juga harus diantisipasi. Saya sangat menyakini, gerakan politik ini adalah gerakan yang sangat luwes, di mana tidak terpaku apakah itu oposisi atau tidak. Tergantung kepentingannya di mana. Ya, Fadli Zon sedang menyerang Jokowi untuk memasukan kepentingan Partai Gerindra. Mungkin, mengharapkan dirinya untuk menjadi Ketua DPR RI selanjutnya. Apakah hal itu akan terjadi?
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *