SENTILAN NINOY IKUT MENGUAK POLITIK DUA MUKA MICHAEL PSI SOAL REKLAMASI

Ronindo-Heboh, puannnas. Pendukung PSI dan bahkan beberapa pimpinannya bereaksi bahkan turut menghujat Ninoy Karundeng yang tulisannya sangat menohok soal PSI. Tapi sebelum kadung ngamuk dan menghujat besar-besaran si Ninoy, ada baiknya PSI juga ngaca dan mengevaluasi diri.

Tak ada hujan kalau tak ada angin. Sebenarnya penulis memiliki intuisi yang sama dengan Ninoy tapi secara khusus terkait dengan tokoh PSI Jakarta yang menurut penulis, pernyataannya sangat kontroversial dan inkonsisten soal reklamasi dan penerbitan IMB yang menjadi kebijakan Anies.

Adalah pernyataan Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta, Michael Victor Sianipar yang menurut penulis berdua muka atau berwajah ganda soal reklamasi. Dengan demikian dia juga berdua wajah soal PSI karena pernyataannya di media selalu disebutkan mewakili PSI.

Pernyataan Michael di media menghebohkan soal apresasinya secara terang-terangan soal kebijakan reklamasi dari Gubernur DKI. Beberapa media mainstream langsung memberitakan dan menggemparkan netizen pendukung PSI.

Menariknya penulis sempat melihat pimpinan PSI sempat bereaksi tak setuju dengan pernyataan Michael. Guntur Romli sempat menyatakan ketidaksetujuannya. Dia menuliskannya di Twitter tapi dia juga ikut mengklarifikasi setelah menemukan pernyataan Michael di media Berita Satu.

Penulis sebelumnya sudah mencoba mengecek pernyataan Michael soal reklamasi yang terbukti ada dua versi dan saling kontradiktif satu sama lain. Begini urutannya secara kronologis.

Pertama, pada Jumat 21 Juni 2019, di media BeritaSatu memuat soal pernyataan sikap PSI melalui Micahel Sianipar yang menurut saya tetap konsisten dengan sikap PSI. Dilansir oleh media Berita Satu dengan judul “PSI Desak Anies Jamin Kepastian Hukum Reklamasi, Bukan Adu Polemik”, media Berita Satu melansir demikian:

PSI menilai positif keinginan Gubernur memberi kepastian hukum, tetapi penerbitan IMB tersebut bukan langkah yang tepat.

“Saya rasa keinginan memberikan kepastian hukum ini sangat bagus, tapi jangan juga salah kaprah. Jelas tertulis di Pergub 206 Tahun 2016 bahwa Panduan Rancang Kota bersifat indikatif, artinya sifatnya hanya sebagai pedoman perencanaan pengembangan pulau. Kalau Pak Anies anggap pergub itu sebagai dasar menerbitkan IMB, ya jelas salah. Tujuan pergub itu bukan untuk memberikan dasar diterbitkannya IMB,” ujar Michael dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (21/6/2019).

Penulis setuju soal ini, ada ketegasan sikap yang ditunjukan PSI melalui Michael yang menurut penulis, konsisten denga perjuangan PSI yaitu menilai penerbitan IMB itu “jangan salah kaprah”, ” bukan langkah yang tepat” serta memakai acuan Pergub untuk menerbitkan IMB “jelas salah”. Tak ada masalah kan?

Dalam rilisnya itu selanjutnya Michael menyebut bahwa adalah tugas Gubernur dan DPRD untuk memberi kepastian hukum. Menurut Michael, PSI tidak ingin urusan reklamasi yang berdampak sangat besar untuk Jakarta ini digantung terus-menerus dan jadi polemik berkepanjangan. Dia meminta adanya keputusan pasti dan final terkait reklamasi supaya tidak maju-mundur.

Kedua, hanya berselang dua hari, Michael berubah sikap alias inkonsisten. Jadi dalam dalam diskusi “Kala Anies Berlayar di Pulau Reklamasi” di FORMAPPI, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (23/6/2019), Michael Victor Sianipar mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan izin mendirikan bangunan ( IMB) di pulau reklamasi.

Begini kutipan di media Kompas:

Ia menilai Anies telah memberikan kepastian hukum. “Walaupun kami selama ini bersikap kritis terhadap beliau, tetapi satu hal yang kami apresiasi adalah keinginan beliau untuk memberikan kepastian hukum,” ujar Michael.

Pernyataan yang sebenarnya patut dipertanyakan karena keinginan untuk memberi kepastian hukum tapi dasar hukum yang dipakai jelas-jelas sudah dikritisi oleh dirinya mewakili PSI.

jadi si Michael itu ibarat menyangkali atau mengingkari pernyataan partainya sendiri. Ini kan konyol, katanya mau evaluasi tapi kok nuansa kritis ciri khas PSI itu langsung lenyap.

Jadi, pernyataan apresiasi di hari Minggu inilah yang keluar dari mulut si Michael lalu menjadi headline dan langsung menggemparkan hati pendukung PSI. Kubu ynjag kritis dengan PSI juga akhirnya mempertanyakan konsistensi perjuangan dan sikap PSI yang malah menunjukkan keberpihakannya kepada Gubernur

Ini mengherankan, bukian? Jumat masih menilai langkah Anies tidak tepat dan memakai dasar hukum Pergub, jelas salah, tapi kok tak disuarakan lagi. Melempem bin mingkem apa sudah lupa atau tak hafal dengan pernyataan sikap dalam rilis sebelumnya?

Anehnya ketika viral, tak ada upaya sedikitpun dari Michael untuk mengklarifikasinya atau mengoreksinya. Yang mengklarifikasi malah teman-temannya alias sesama kader dan pendukung PSI dan si Michael ini malah tenang-tenang saja. Ini yang membuat penulis jadi bertanya-tanya.

Loh, hanya berselang dua hari politisi PSI ini yang satu ini langsung kehilangan kegarangannya. Jadi keputusan Anies sudah tepat gitu, Michael? Dua hari sebelumnya loe masih mempertanyakan dan menunggu Gubernur dan DPRD untuk memberi kepastian hukum.

DPRD dan Gubernur belum ketemu dan si Micahel secara sakti sudah mengaminkan. Nah, ada apa gerangan?

Kalau ada pernyatan salah kutip di media pasti tokoh yang bersangkutan akan mengklarifikasinya, bukan? Tapi Michael malah membiarkan jadi bola liar yang bergulir dan malah sebenarnya merugikan PSI secara keseluruhan.

Saya melihat Grace Natalia sebagai Ketum bisa jadi memberi kesempatan kepada Michael untuk berkiprah secara mandiri di Jakarta. Tapi melihat usianya yang masih muda, minim pengalaman dan labil, ini jelas blunder besar.

Melihat jejaknya, Michael pernah menjadi kader Gerindra dan pernah menjadi sasisten Gubernur NTB dari PKS dari tahun yang lalu. Jadi kelihatannya anak muda ini masih oportunis kendati juga Gubernur NTB itu lulusan UI.

Untuk pendukung militan PSI, coba lihat secara jernih, di kubu PSI sendiri ada terbelah soal pernyataan Michael. Kritisi juga dong soal pernyataan dia yang tak konsisten.

Kenapa bisa berubah? Adalah tugas dari para seniornya untuk menginvestigasi pernyataannya yang tiba-tiba ramah dan menunjukkan keberpihakan si Michael Sianipar ke Anies Baswedan!
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *