PUAS! PUAS! PUAS!

Manuel Mawengkang-Puas adalah sebuah keadaan di mana kita sudah tidak menginginkan apa-apa lagi. Saya sangat puas terhadap MK yang bukan hanya menyatakan keabsahan kemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Tapi saya semakin puas ketika MK menolak SELURUH gugatan Prabowo Sandi yang dijelaskan lewat si Bambang dan para kuasa hukumnya. PUAS PUAS PUAS!

Semua bukan dimulai dari tahun 2019. Semua sudah dimulai bahkan sebelum tahun 2014. Hoax yang begitu terstruktur dilontarkan. Pembodohan yang begitu sistematis disebarkan dari tahun itu. Kebodohan yang disebarkan secara masif juga dikerjakan. Semua dimulai dari tahun 2014.

Sudah terlalu lama kita diam dan kita cuek terhadap fitnahan-fitnahan dan hoax yang diselancarkan dan dihantamkan kepada kubu Joko Widodo, ketika ia bersama dengan Jusuf Kalla, dan ditabur terus kebenciannya sampai tahun 2019 ini.

Sudah terlalu lama kita pura-pura bijaksana dan pura-pura sabar terhadap kedunguan dari kubu Prabowo, baik dari ketika ia bersama Hatta Radjasa, sampai dengan kepada Sandiaga Uno si penista kuburan itu.

Sudah terlalu lama kita pura-pura dongok dengan cara mendiamkan hoax yang disebarkan oleh pendukung mereka. Sudah terlalu lama kita tutup mata terhadap politisasi agama yang dikerjakan oleh pendukung Prabowo yang adalah pendukung Anies.

Sudah terlalu lama Indonesia dirongrong oleh radikalisme dan anti Pancasila, yang bukan kebetulan merupakan pendukung Prabowo Anies Sandi itu. PAS. Kalau Prabowo, Udud, Anies dan Sandi, disingkat jadi PUAS!

Sudah terlalu lama semua kedunguan ini dipertontonkan dan merusak bahkan mengoyak-ngoyak tenun kebangsaan ini. Dan jika dibiarkan, kedunguan ini bisa menjadi sebuah default setting yang akan merusak keutuhan berbangsa dan bernegara di Indonesia tercinta ini.

Sudah terlalu lama silent majority di Indonesia ini diam melihat ketidakadilan dan demonstrasi yang kehilangan esensinya. Demonstrasi yang seharusnya digunakan untuk menyuarakan aspirasi dan solusi, malah digunakan untuk menyebarkan hoax dan meneriakkan gantung Ahok di jembatan.

Sudah terlalu lama Indonesia dibius oleh radikalisme ala HTI yang menyusup ke pemerintahan dan penolakan asas tunggal Pancasila yang menyusup melalui partai-partai berbau radikal. Jika diteruskan seperti ini, Indonesia akan rusak.

Maka dari seluruh “sudah terlalu lama” itu, ketika kita mendapatkan kemenangan dan Tuhan memberikan keadilan bagi bangsa ini, kita harus PUAS! PUAS! PUAS!

Tidak ada yang bisa melawan kehendak rakyat, yang adalah kehendak Tuhan. Tidak ada yang bisa melawan aspirasi rakyat Indonesia yang dipertontonkan melalui sidang Mahkamah Konstitusi. MK bukan menjadi penentu kemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Itu yang harus dicatat.

Fungsi Mahkamah Konstitusi adalah menyatakan kemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin, sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lucunya, Prabowo malah mengatakan menerima hasil putusan MK, namun ingin cari celah hukum lain untuk meneruskan sengketa ini. Biarkan Prabowo tidak legowo. Semakin dia tidak legowo, semakin saya merasa PUAS! PUAS! PUAS!

Benar-benar kepuasan ini menjadi sebuah kepuasan yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Indonesia berhasil memenangkan Jokowi dan Ma’ruf Amin, bukan MK, bukan KPU, buka Bawaslu. Di sanalah letak kepuasan yang paling hakiki. Mengapa? Karena dengan ini, membuktikan bahwa kecurangan itu memang tidak pernah ada.

Lembaga hukum dan lembaga pelaksana bahkan sampai lembaga pengawasan pemilu, tidak terbukti melakukan kecurangan yang disebut-sebut sebagai TSM alias terstruktur, sistematis dan masif itu. Semua tuduhan terpatahkan dan dipatahkan dan terkeok seperti ranting pohon kering yang tertiup angin.

Gugurnya bukti-bukti kecurangan satu per satu itu ibarat kita melihat sebuah pohon kering, dengan daun-daunan yang perlahan rontok, diguncang oleh angin sepoi-sepoi. Inilah yang terjadi pada kubu si Bambang yang menjadi suruhan dari Prabowo ini dalam menggugat ke MK.

Satu per satu berguguran daunnya. Tidak ada lagi sisanya. Terbukti SELURUH gugatan 02 ditolak karena tidak berdasar hukum. Selamat untuk Jokowi dan Ma’ruf Amin. Semoga semuanya dilancarkan. Tuhan memberikan kalian kemenangan, melalui kami, rakyat Indonesia.

Biarkan yang 44 persen itu perlahan-lahan kembali ke Jokowi. Semoga saja Indonesia tetap dalam lindungan Allah pencipta langit dan bumi. Puji syukur kepada Tuhan untuk kebaikan-Nya kepada bumi Indonesia ini.
PUAS! PUAS! PUAS!

Begitulah puas-puas.
#JokowiMenang

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *