AHOK DAN MIMPI BANGUN RS KANKER

Manuel Mawengkang-Melihat dua orang yang sudah pergi dalam waktu yang berdekatan, yakni Arifin Ilham dan Ani Yudhoyono, membuat hati penulis terusik untuk tidak menceritakan sosok yang pernah mengimpikan ada rumah sakit khusus kanker, di Indonesia.

Sekarang ini, di Indonesia, masih sangat sedikit rumah sakit kanker yang memiliki alat canggih dan kapasitas pasien yang banyak.

RS Sumber Waras sempat menjadi salah satu tempat yang akan dibangunkan RS Kanker. Sayangnya, pada saat itu, BPK menilai masih ada ketidakwajaran. Kita tahu bahwa pengidap kanker di wilayah DKI meningkat. Mimpi Ahok untuk membangun pun terkendala oleh BPK, Anies dan Sandi pada saat itu.

Sekarang, lagi-lagi nama Ahok mencuat. Ia pernah memiliki mimpi besar dalam melayani pasien kanker di Jakarta, bahkan seluruh Indonesia. Sudahkah mimpi ini sirna?

RS Dharmais pada saat itu dinilai sudah tidak mampu menampung pasien kanker di Jakarta. Di Jakarta pun sulit, bagaimana melayani pasien dari seluruh Indonesia?

Maka Ahok memiliki mimpi untuk membangunkan RS kanker khusus warga Jakarta di RS Sumber Waras, sehingga bisa berbagi tugas dengan RS kanker Dharmais.

Jumlah pasien kanker meningkat adalah fakta yang dilihat oleh Basuki Tjahaja Purnama yang saya lebih suka menyebutnya Ahok. Jumlah pasien kanker di Indonesia, khususnya Jakarta mengalami peningkatan signifikan.

Memang (meningkat), makanya satu-satunya cara, kita kerja sama dengan rumah sakit kanker, RS Dharmais, makanya saya bangun di sumber waras, termasuk yang di Pasar Minggu…

Supaya orang-orang Indonesia yang lain yang datang berobat kanker di Dharmais tempatnya tidak dipakai oleh orang Jakarta. Sekarang kan ngantre 2 bulan 3 bulan…

Jadi gimana? Ya saya kepaksa bangun, saya harap KPK bisa cepat memutuskan penyidikan ini. Karena Sumber waras ini gantung ini…

Kamu dapat tanah di mana yang 3 koma sekian hektar di tengah kota dekat Dharmais? Itu yang saya bilang, gitu loh…

ungkap Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Rabu (11/5/2016).

Ahok tidak main-main. Dia sudah sempat riset bersama menkes Nila Moeloek.

Akhirnya mimpi Ahok kandas. Dia tidak sempat membangun RS Kanker di Sumber Waras, dia sudah diturunkan oleh Anies, gubernur produk SARA, yang mungkin menjanjikan bukan lagi kesembuhan, tapi dikibuli surga oleh para pendukungnya.

Pemprov DKI di era Ahok, sempat berencana untuk membangun 1.000 ranjang di RS Kanker di atas lahan Sumber Waras. Ahok juga sempat bermimpi untuk membangun 500 kamar apartemen dan tempat perawatan bagi para penderita kanker.

Dengan begitu, pasien merasa dimanusiakan. Mereka feel at home. Akan tetapi, mimpi Ahok ini tetaplah mimpi. Dan jangan harap Anies bisa meneruskan ini.

Sudah ada dua elit yang meninggal karena kanker. Mereka diobati di luar negeri. Betapa biayanya yang tidak bisa terbayangkan.

Arifin Ilham dan Ani Yudhoyono, adalah dua pasien kanker yang tidak sempat mendapatkan perawatan terbaik oleh anak-anak bangsa. Mereka dirawat di rumah sakit luar negeri. Mengapa? Karena mereka tidak menemukan RS Kanker yang memadai seperti yang diimpikan Ahok di Jakarta ini.

Padahal, sempat ada seorang di sana, yang sudah selesai dengan segala urusan politik, bermimpi. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah sakit yang bisa melayani semua pasien kanker di Indonesia. Letaknya di Sumber Waras. Di Grogol, Jakarta Barat. Tapi, mimpinya kandas. Karena isu SARA yang dimainkan terus menerus.

Ahok, kami merindukanmu. Kami menginginkanmu kembali ke Jakarta. Saya merasakan bagaimana kepedihan warga Jakarta ditinggal Ahok. Dulu, karangan bunga sempat muncul di Balai Kota sampai tumpah ruah ke istana. Itu adalah ucapan semangat untuk Ahok dan Djarot yang kalah di Pilgub DKI.

Mimpi Indonesia dalam mendirikan rumah sakit kanker di Indonesia, kandas di tangan dua manusia haus kekuasaan yang lebih memilih untuk bermulut banyak ketimbang bekerja banyak.

Anies dan Sandi, adalah dua manusia yang menggagalkan rencana pembangunan RS Sumber Waras, yang di tengah lahannya, ada RS khusus penderita kanker. Saya cukup yakin, mimpi ini tidak akan sirna. Semoga saja ada orang-orang lain, pemimpin lain yang bisa membangun RS khusus kanker di sekitaran Jakarta.

Ada Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo dan Khofifah, yang siap membangunkan RS Kanker, mewujudkan mimpi Ahok dalam melayani pasien kanker seluruh nusantara, dengan kapasitas dan peralatan dan infrastruktur yang memadai. Pemimpin DKI Jakarta? Biar saja Jakarta ditinggal mati.

Begitulah sedih-sedih.

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *