MANTAP! BAWASLU TEMPUH JALUR HUKUM JIKA C1 MENANGKAN PRABOWO TERBUKTI PALSU

Mpok Desy-Wadow…cius nih? Inilah berita mengagetkan ditengah teriakan berisik curang dari kubu 02. Dilansir dari detik.com ditemukan ribuan formulir C1 asal Boyolali, yang kini diamankan di Menteng. Koplaknya, isi C1 berbeda dengan hasil rekapitulasi di TPS! Hehehe….

“Ya karena memang ada operasi lalu lintas, Polres Jakarta Pusat, Sabtu (3/5) pukul 10.30 WIB, ya biasa kalau polisi kan kalau operasi lihat lihat nomer pelat dari mana, kemudian diberhentikan lah mobil Daihastu Sigra itu,” kata Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2019). Dikutip dari: detik.com

“Begitu dibuka kan ada dua kardus, nah di luar kardusnya ada tulisan C1 Kabupaten Boyolali,” sambungnya. Dikutip dari: detik.com

Memang sih Bawaslu Jakarta Pusat masih melakukan investigasi, dan belum bisa menyimpulkan apakah temuan C1 tersebut merupakan C1 asli ataupun paslu. Formulir tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Anehnya, isi formulir C1 temuan ini berbeda dengan hasil rekapitulasi!

“Misalkan suara 01 100 suara dan 02 50, di C1 yang kita dapatkan 01 50 dan 02 100. Tanda tangan saksi juga berbeda karena kita juga cek berapa TPS lewat KPU berbeda,” ungkapnya. Dikutip dari: detik.com

Ngerinya C1 diduga palsu ini jumlahnya ada ribuan!

“Kardus putih berisi 2.006 C1 dan kardus coklat 1.761 C1. Dapatnya di Jl Besuki dekat Taman Suropati,” kata Roy saat dihubungi terpisah. Dikutip dari: detik.com

Walau tetap memegang azas praduga tak bersalah sambil terus melakukan investigasi, yang jelas pada kardus temuan tersebut tertulis, ‘Kepada Yth Bapak Toto Utmo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan’ dan ‘Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto no 93 Menteng Jakarta Pusat’

Apakah C1 temuan tersebut palsu atau tidak?

Diduga keras ya! C1 tersebut menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ada kemungkinan palsu! Apa alasannya? Sederhana sekali karena C1 temuan tersebut tidak sesuai dengan data yang ditampilkan di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

“Tinggal disandingkan antara C1 yang tertera dalam Situng dengan C1 janggal. Apabila terdapat perbedaan, maka dapat disimpulkan bahwa C1 janggal tersebut adalah palsu,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Selasa (7/5). Dikutip dari: cnnindonesia.com

Sekalipun demikian tanpa bermaksud memojokkan, Wahyu memastikan Situng bisa menjadi rujukan data resmi KPU bila ditemukan dokumen janggal seperti di Menteng.

“Situng selain merupakan bentuk transparansi hasil pemilu, juga bermanfaat sebagai rujukan apabila ditemukan dokumen C1 yang janggal,” ucapnya. Dikutip dari: cnnindonesia.com

Apa tanggapan dari kubu 02?

Tanggapannya sudah dapat dipastikan membantah. Memangnya, pernah didalam sejarah dunia ini maling mengaku maling? Bahkan maling saja sekalipun sudah tertangkap basah, lalu ditonjokin belum tentu ngaku loh!

Inilah bantahan dari kubu 02 Prabowo-Sandi, bahwa CEO Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, M. Taufik membantah berada di balik temuan boks berisi formulir C1 yang disebut menguntungkan capres 02 Prabowo-Sandi. Bahkan mengatakan ini adalah fitnah bagi kubu 02.

“Itu bohong, fitnah. Berita itu sama sekali tidak betul, Seknas tidak pernah mengumpulkan C1, tidak pernah mengirimkan C1 ke BPN,” kata Taufik di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5).

Sip, dan baiklah! Sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum, dimana hukum berlaku sama terhadap siapapun warga negara di negeri ini maka ada baiknya dilakukan investigasi yang serius. Ini bukan hanya masalah siapa yang mencurangi dan dicurangi, tetapi ini juga masalah suara rakyat! Jika terbukti palsu maka bisa diartikan disini telah terjadi pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

Pilpres 2019 merupakan pesta demokrasi, dimana rakyat telah memberikan suara kepada siapa nantinya negeri ini diamanahkan untuk dipimpin. Jadi, jangan sampai nantinya negeri ini dipimpin oleh orang yang salah! Orang yang tidak diamanahkan, orang yang tidak berhak! Orang yang tidak dipercaya rakyat!

Inilah langkah serius yang ditempuh oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat akan melimpahkan kasus temuan ribuan formulir C1 ke jalur pidana jika memang terbukti palsu. Dan, jika dikembalikan ke pidana umum, maka kasus ini akan diproses oleh Polres Jakarta Pusat. Sebab ribuan C1 itu ditemukan Polres Jakpus dalam operasi lalu lintas. Roy Sofia Patra Sinaga Kordinator Divisi SDM Bawaslu Jakarta Pusat menyampaikan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dengan KPU sebelum melangkah.

“Konsultasi apakah ini C1 asli atau yang rekayasa. Kalau itu rekayasa, maka kami akan kembalikan ke pidana umum,” kata Roy saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/5).

Berharap Bawaslu dan KPU bisa bertindak arif, adil, jujur, transparan dan tegas untuk memastikan tidak ada kecurangan ataupun kelicikan dalam pilpres 2019 ini! Rakyat sudah muak dengan segala bentuk kecurangan yang terjadi di negeri ini.

Sejatinya, siapapun nantinya yang menjadi pemimpin di negeri ini adalah yang benar-benar dipilih oleh rakyat, dan bukan karena kecurangan ataupun sikap-sikap intimidasi! Indonesia membutuhkan pemimpin yang sportif! Harusnya sebagai negarawan para kandidat dapat memahami pilpres bukan sebuah pertandingan kalah atau menang! Bahwa nantinya yang kalah harus legowo, yang menang jangan jumawa, tetapi keduanya saling bahu membahu membangun Indonesia.

Miris rasanya jika demi menjadi RI1 dan RI2 harus mempermainkan politik kecurangan. Mau kemana negeri ini dibawa jika pemimpinnya lahir dari sebuah kelicikan. Sangat serius, mendukung dan menaruh harapan besar kepada Bawaslu, KPU dan hukum di negeri ini mengenai dugaan C1 palsu segera diinvestigasi, dan pelakunya harus dikenakan saksi hukum tanpa peduli siapapun dia!

Ini penting sebagai penegakkan hukum di negeri ini, dan pembuktian kepada rakyat Indonesia, dan dunia internasional bahwa pemenang pilpres 2019 yang resmi akan disampaikan KPU pada 22 Mei nantinya adalah hasil dari pemilihan umum yang jujur dan adil! Sehingga presiden dan wakil presiden Indonesia terpilih nantinya untuk periode 2019-2024 adalah mereka yang dipilih oleh rakyat Indonesia, dan sah secara konstitusi.

#JokowiMenang

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *