‘LEDAKAN’ JOKOWI DI DETIK-DETIK TERAKHIR

Ayyas-Terlepas dari kondisi politik Indonesia yang begitu memanas, kampret dan cebong saling menghujat satu sama lain, hoax beredar tak terbendung, ada sisi menarik dari pertarungan Jokowi dan Prabowo. Pertarungan politik kelas tinggi. Publik pun dibuat ternganga, menyaksikan seni perang Jokowi menghadapi bom atom kubu Prabowo. Tidak hanya BPN dan kampret yang dibuat ternganga, TKN dan cebong juga dibuat terkaget-kaget.

Jokowi memang sempat mendominasi selama beberapa pekan. Elektabilitasnya nyaris tak pernah terkejar. Memang beberapa kali sempat tersandung kabar tidak sedap seperti Romy yang kena OTT, serta hoax-hoax yang semakin masif. Namun Jokowi tetap mampu berdiri tegap. Dirinya jauh semakin kuat.

Tapi dalam politik, apapun bisa terjadi. Meskipun mendominasi lembaga survei, Jokowi tetap belum dijamin menang. Meskipun kubu Prabowo berkali-kali melakukan blunder, tetap saja tidak bisa dijamin kalah dengan mudah. Sebelum pencoblosan, segala kemungkinan bisa terjadi. Hal itu yang menjadi pedoman BPN. Apapun hasil survei, tidak boleh menyerah begitu saja.

Saya sebenarnya cukup senang elektabilitas Jokowi tetap kuat menjelang pencoblosan. Nalar logisku mengatakan Prabowo tidak mungkin bisa mengejar elektabilitas Jokowi dalam waktu yang singkat. Keyakinan saya bahwa Jokowi akan menang sudah 90 persen. Saya sempat berencana istirahat, tidak aktif lagi berdebat di medsos, menulis artikel untuk mengcounter serangan BPN dan kampret. Namun rencana saya batalkan. Saya tak jadi istirahat karena ada manuver yang cukup mencemaskan dari kubu Prabowo.

Kubu Prabowo berhasil menggelar kampanye di GBK dengan jumlah yang cukup banyak. GBK penuh lautan manusia dan konon sampai meluber ke luar. Saya sadar, ternyata masih banyak orang yang mendukung Prabowo. Mereka pun tampaknya militan. Kubu Prabowo begitu bangga dan bergairah, seolah-olah dengan kampanye di GBK bisa membuat dirinya memenangi Pilpres 2019.

Saya harap-harap cemas menanti kampanye akbar Jokowi di hari terakhir kampanye. Saya khawatir massa yang hadir tidak sebanyak massa Prabowo. Jika sampai massa yang hadir tidak melebihi jumlah massa Prabowo, Jokowi akan sangat dipermalukan. Namun alhamdulillah, massa yang hadir di kampanye akbar Jokowi jauh lebih banyak dibanding massa Prabowo. Saya merasa tenang kembali.

Namun siapa sangka jika kubu Prabowo masih punya amunisi yang mumpuni. Mendadak, beberapa ustadz beken terang-terangan deklarasi mendukung Prabowo. UAS yang sempat dikabarkan netral, terlebih setelah sowan dan dibaiat oleh Habib Luthfi yang notabene mendukung Jokowi, namun ternyata UAS tetap saja UAS. DNA dia memang ada di kubu Prabowo. Setelah UAS, lalu disusul oleh AA Gym, Ustadz Adi Hidayat, dan Dahlan Iskan. Beberapa deklarasi dari orang-orang ini memang cukup mengkhawatirkan kubu Jokowi. Mereka adalah sosok yang sangat populer dan memiliki pendukung.

Kubu Prabowo terlihat semakin girang dan bersemangat. Seolah-olah dukungan UAS, Aa Gym, Adi Hidayat, Dahlan Iskan bisa menjamin kemenangan di Pilpres 2019. Kampret pun terus bernyanyi, mencibir cebong, merasa sudah kuat karena didukung orang-orang yang populer.

Sampai hari terakhir kampanye hingga debat terakhir, saya sempat putus asa menanti kejutan dari kubu Jokowi. Akhirnya setelah selesai debat saya pasrah. Kejutan yang saya tunggu tidak datang. Jokowi sepertinya bisa kalah. UAS, Aa Gym, Adi Hidayat, dan Dahlan Iskan sepertinya sengaja deklarasi mendukung Prabowo di detik-detik akhir.

Setelah debat Jokowi memutuskan untuk umroh. Saya rasa tak ada yang istimewa. Orang umroh itu hal yang biasa dan lumrah. Jokowi mungkin ingin berdoa di Mekah agar hajatnya dikabulkan Allah. Saya berkesimpulan peluang Jokowi menang cukup berat.

Namun siapa sangka jika ‘ledakan’ dan ‘kejutan’ Jokowi yang saya tunggu selama ini justru muncul saat umroh. Siapa sangka jika Jokowi mendapat sambutan yang luar biasa dari kerajaan Arab. Siapa sangka jika Jokowi mendapat kehormatan untuk memasuki ka’bah. Siapa sangka jika umrohnya Jokowi mendapat ganjaran berupa tambahn kuota haji sebanyak 10.000 untuk rakyat Indonesia. Dukugan UAS, Aa Gym, Adi Hidayat untuk Prabowo tak ada apa-apanya dibanding penghormatan Kerajaan Arab Saudi ke Jokowi.

Saya pun tak nyangka. TKN dan relawan mungkin juga tak menyangka. Apalagi kubu Prabowo. Inilah senjata pamungkas Jokowi yang daya ledaknya sangat mengejutkan. Kubu Prabowo benar-benar dibuat ternganga, bingung mau berbuat apa untuk menyerang balik. Sudah tidak ada waktu lagi untuk menyerang balik. Kekuatan kubu Prabowo pun sudah porak poranda. Rakyat beramai-ramai memuji Jokowi.

Inilah seni perang Jokowi. Gerakannya tak bisa diduga siapapun. Jokowi bisa saja terlihat lengah, namun dengan sekali gerakan yang cukup indah, nyatanya bisa membuat kubu Prabowo babak belur tak berdaya, hingga Mardani Ali saking jengkelnya akhirnya memilih memfitnah Jokowi memaksa Raja Salman untuk bisa masuk ke ka’bah.

Ayyas

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *