KUTIL KELAMIN, PENYAKIT MENULAR SEKSUAL YANG SULIT SEMBUH

Jakarta, CNN Indonesia — Tak hanya tumbuh di jari tangan atau telapak kaki, kutil juga bisa muncul di bagian vital seperti alat kelamin. Sama seperti kutil di bagian kulit lainnya, kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV), virus yang juga jadi dalang kanker serviks.

Penelitian menunjukkan, hampir 100 persen kasus kutil kelamin disebabkan oleh HPV. Virus ini menular lewat kontak langsung dengan bagian tubuh yang terinfeksi terutama melalui hubungan seksual.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, tingkat kejadian kutil kelamin mencapai satu kasus baru setiap detik atau 89.192 kasus setiap hari. Fakta ini menjadikan kutil kelamin sebagai gejala yang paling umum akibat infeksi menular seksual (IMS).

Spesialis kulit dan kelamin, dr Anthony Handoko menjelaskan, kutil kelamin merupakan penyakit IMS yang tergolong dalam tumor jinak. Anthony menyebut, dari 150 tipe HPV, hanya ada sekitar 10 tipe yang muncul di daerah kelamin dengan yang paling umum adalah tipe 6 dan 11.

“Penyakit ini menginfeksi lapisan kulit sel basa yang muncul di area anogenital, yaitu daerah kelamin dan sekitarnya termasuk dubur,” kata Anthony dalam temu media yang digelar klinik spesialis kulit dan kelamin Pramudia, di Jakarta, Kamis (28/3).

Pada pria, kutil itu dapat muncul di area rambut kemaluan, batang penis, kepala penis, buah zakar, selangkangan dalam, hingga anus. Sedangkan pada wanita, kutil dapat muncul di area pubis, labia minora dan mayora, serviks, selangkangan dalam, dan anus.

Kutil kelamin dapat muncul dalam beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun setelah kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Hal ini tergantung pada besarnya virus dan sistem kekebalan tubuh.

Anthony menyebut, bentuk kutil yang muncul di kelamin berupa kulit timbul yang datar, menonjol, dan gabungan menyerupai kembang kol. Kutil ini awalnya berupa benjolan kecil yang lama kelamaan dapat membesar.

Menurut Anthony, kutil di kelamin sering kali tidak terdeteksi karena bersifat asimtomatik atau tidak menimbulkan gejala.

“Kutil kelamin ini tidak mempunyai rasa sakit seperti gatal atau merah. Tiba-tiba muncul saja. Kebanyakan orang baru sadar saat sudah besar dan menyebar,” ucap Anthony.

Anthony menyebut, penyakit ini dapat berdampak psikologi seperti munculnya rasa malu, marah, dan tidak percaya diri. Sering kali penderita juga menolak untuk berhubungan seksual karena malu dan takut.

Kutil kelamin rentan pada orang yang aktif secara seksual dengan banyak pasangan atau berhubungan dengan orang yang berganti-ganti pasangan, memiliki imunitas yang rendah, serta orang yang merokok dan mengonsumsi alkohol.

Kutil kelamin membutuhkan pengobatan yang berulang dalam jangka waktu yang lama dan sering kali kambuh jika pengobatan tidak tuntas. Pengobatan dapat dilakukan secara mandiri dengan pemberian krim atau salep, tapi tingkat kesembuhan hanya mencapai 10 persen.

Pengobatan pada dokter lebih dianjurkan dengan menjalani serangkaian terapi untuk membunuh virus dengan kesembuhan mencapai 100 persen.
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *