DEBAT CAWAPRES: STUNTING DAN BPJS MENJADI SOROTAN, SANDIAGA JANJIKAN UN DIHAPUS, MA’RUF KEMBALI KENALKAN ‘TIGA KARTU’

Dua cawapres menyoroti kebijakan dan pelaksanaan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dalam sesi membahas masalah kesehatan.

Seperti diketahui, layanan BPJS Kesehatan terus mengalami defisit setiap tahun. Pada tahun 2017, defisit mencapai 9,75 miliar dan di tahun 2018, defisit meloncak hingga Rp10,98 triliun.

Cawapres Sandiaga Uno mengungkapkan kasus seorang warga di kota Sragen, Jawa Tengah, yang disebutnya tidak dapat berobat dengan maksimal karena “tidak dicover” BPJS.

“Kasus ini tidak boleh ditolerir… Kuncinya adalah pembenahan, jangan saling menyalahkan,” kata Sandiaga.

Dia kemudian menjanjikan untuk menyempurnakan BPJS dengan antara lain menghitung secara detil. “Jangan sampai ada antrian, atau obat tidak tersedia.”

Sementara, cawapres Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah akan meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk akses kesehatan kepada seluruh masyarakat.

“Kami juga akan mendorong upaya yang bersifat preventif dan promotif melalui GERMAS Gerakan Masyarakat Sehat melalui PIS PK yaitu Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga,” paparnya.

Di hadapan penonton debat. Ma’ruf juga menjanjikan untuk menurunkan kasus-kasus gizi buruk.

“Kami juga mendorong untuk tidak mengkonsumsi hal-hal yang menimbulkan kurang sehat demikian juga dengan KIA yaitu Kesehatan Ibu dan Anak, terutama untuk mencegah terjadinya stunting,” ujar Ma’ruf.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi- JK telah menurunkan kasus-kasus stunting sampai tujuh persen.

“Dan kami berjanji akan menurunkan dalam lima tahun yang akan datang sampai sepuluh persen sehingga sampai pada titik dua puluh persen,” tandasnya.

Ujian Nasional dihapus?

Dalam mengenalkan visi dan misinya, cawapres Sandiaga Uno menjanjikan untuk menghapus Ujian Nasional (UN) di sekolah, sementara cawapres Ma’ruf Amin kembali mengenalkan tiga kartu sosial yang sudah digulirkan pemerintah.

Saat membahas visi dan misinya, Ma’ruf Amin kembali mengenalkan tiga kartu ‘sosial’ yang sudah dikeluarkan pemerintah, yaitu Kartu Pra-Kerja, Kartun Indonesia Pintar dan Kartu Sembako Murah.

“Untuk apa? Supaya anak-anak bisa kuliah, supaya ibu bisa belanja dengan murah, supaya mudah mendapatkan kerja,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf kemudian menjelaskan detil dari manfaat dari kartu-kartu tersebut.

“Kami juga bertekad untuk memperbesar manfaat dan maslahat program yang telah ada,” katanyaa.

Sementara, cawapres Sandiaga Uno mengatakan, jika dirinya dan Prabowo terpilih, dia akan menghapuskan Ujian Nasional (UN).

Selain kurikulum diperbaiki, menurut Sandiaga, “kita pastikan sistem ujian nasional dihentikan, diganti dengan penerusan minat dan bakat.,” katanya.

Dia juga berjanji untuk memperbaiki BPJS serta menjadikan kebijakan OK OCE akan dilaksanakan di tingkat nasional.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *