PESAWAT ETHIOPIAN AIRLINES JATUH: SEMUA PENUMPANG MENINGGAL, MODEL PESAWAT SAMA DENGAN LION AIR JT-601

Pesawat Ethiopian Airlines jatuh baru sekitar enam menit setelah tinggal landas dari ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, dengan tujuan ibu kota Kenya, Nairobi pada Minggu (10/03).

Dalam pernyataannya, penerbangan ET-302 dengan menggunakan pesawat Boeing 737 Max-8 yang baru dioperasikan selama beberapa bulan itu mengangkut 149 penumpang dan delapan awak.

Mereka dinyatakan meninggal dunia, termasuk 32 warga Kenya, 18 warga Kanada, sembilan warga Ethiopia, delapan warga Amerika Serikat dan seorang warga negara Indonesia.

Pimpinan Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, mengatakan mereka yang berada di dalam pesawat naas itu berasal dari 30 negara yang berbeda-beda.

Selain seorang penumpang dari Indonesia, terdapat satu penumpang dari masing-masing negara; Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda dan Yaman.

Ledakan dan kebakaran

Sejauh ini pihak berwenang menyatakan belum tahu penyebab jatuhnya pesawat.

Model pesawat itu sama dengan model pesawat yang dioperasikan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh dalam penerbangan dari Jakarta-Pangkal Pinang pada tanggal 29 Oktober tahun 2018. Dalam peristiwa itu, seluruh 189 penumpang dan awak kapal meninggal dunia setelah pesawat jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Seorang saksi mata di tempat kejadian di Addis Ababa mengatakan kepada BBC bahwa terjadi kebakaran besar ketika pesawat menghantam darat.

“Ledakan dan kebakaran begitu dahsyat sehingga kami tidak bisa mendekat,” katanya.

Semuanya terbakar habis. Ada empat helikopter di lokasi kejadian sekarang,” tambahnya.

Berita tragis itu pertama kali diungkapkan oleh Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, yang menyampaikan “belasungkawa mendalam” melalui akun Twitter.

Produsen pesawat Boeing menyatakan kesedihan mendalam atas jatuhnya pesawat Ethiopia Airlines yang menyebabkan seluruh penumpang dan awaknya meninggal dunia.

Pesawat 737 Max-8 merupakan model baru yang baru dikirim beberapa bulan lalu.

Menyusul jatuhnya pesawat Lion Air B-737 Max-8, Boeing menerbitkan buletin khusus tentang masalah sensor yang diperingatkan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dalam buletin, perusahaan Amerika itu menegaskan bahwa para pejabat KNKT yakin pilot mendapat informasi yang salah dari sistem otomatis pesawat sebelum jatuh menghujam ke perairan Karawang.

Sejauh ini belum ada indikasi pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh di Addis Ababa tersebut mengalami masalah yang serupa.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *