KRL TERGULING DI BOGOR, JADWAL PERJALANAN KERETA TERGANGGU: ‘TIDAK ADA KORBAN MENINGGAL DUNIA’

Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Jatinegara-Bogor terguling di kawasan Kebon Pedes, Tanah Sereal, Kota Bogor, sekitar pukul 10.15 WIB pagi, Minggu (10/03).

Paling sedikit sebelas orang terluka, termasuk masinis, tetapi sejauh ini tidak ada korban meninggal dunia akibat anjloknya KRL di sekitar Stasiun Cilebut, Bogor, yang dipastikan akan menganggu jadwal perjalanan kereta, kata Wali Kota Bogor, Bima Arya.

“Semua penumpang sudah dievakuasi, gerbong sudah kosong, sejauh ini tidak ada korban jiwa,” kata Bima Arya dalam wawancara dengan Kompas TV, Minggu sekitar pukul 11.35 WIB.

Dalam wawancara itu, Bima Arya mengatakan setidaknya ada lima gerbong yang “keluar dari rel”. Namun sejumlah laporan menyebutkan ada tiga gerbong yang keluar dari rel.

“Kami sekarang mempercepat evakuasi, dengan segera mendatangkan alat berat,” kata Bima Arya. Alat berat itu disebutkan akan didatangkan antara lain dari Bandung.

Keterangan resmi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan belum diketahui penyebab anjloknya kereta.

“Penyebab kejadian tersebut belum dapat disampaikan karena masih proses evakuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut,” kata Eva Chairunisa, juru bicara PT KCI dalam keterangan tertulisnya yang diterima BBC News Indonesia, Minggu.

Kemenhub meminta maaf

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang meninjau lokasi anjloknya KRL, meminta maaf kepada masyarakat atas kecelakaan tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan kelembagaan meminta maaf kepada masyarakat atas kekurangan pelayanan pada hari ini,” kata Budi Karya di lokasi kejadian, Kebon Pedes, Tanah Sereal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019).

Budi mengaku sudah berkoordinasi dengan PT KAI untuk secepatnya mendatangkan crane untuk mengevakuasi dua gerbong yang terguling dan keluar dari perlintasan rel.

Menurutnya, alat berat itu didatangkan dari Bandung dan akan memakan waktu hingga empat jam perjalanan untuk tiba di lokasi.

‘Terlihat panik’

Sejumlah pemberitaan menyebutkan sejumlah penumpang KRL berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari gerbong dan “terlihat panik”.

Beberapa foto yang disebarkan saksi mata di media sosial memperlihatkan sebagian gerbong mirip ke samping keluar dari relnya dan lokomotifnya menabrak tiang listrik. Terlihat pula sebuah gerbong yang tertimpa tiang listrik.

Manajamen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan belum mengetahui penyebab anjloknya sebagian gerbong KRL.

“Penyebab kejadian tersebut belum dapat disampaikan karena masih proses evakuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut,” kata Eva Chairunisa, juru bicara PT KCI dalam keterangan tertulisnya yang diterima BBC News Indonesia, Minggu.

Pihak pengelola KRL menyatakan masih melakukan “evakuasi penumpang” di lokasi kejadian, katanya.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *