BASUKI TJAHAYA PURNAMA BERKAH BAGI INDONESIA

Bamswongsokarto – Hari ini, Kamis, 24 Januari 2019, masa hukuman Ahok sudah berakhir, hari ini pula kebebasan menyongsong sosok fenomenal itu. Kebebasan itu bukan lagi memunculkan Ahok, tetapi memunculkan sosok yang selamat (Basuki) yang kehidupannya selalu dalam sinar terang Tuhan (Tjahaya), dan kehadirannya di bumi Indonesia laksana cahaya bulan (Purnama) membuat suasana menjadi tenang dan damai. Dan itulah yang nyata tergambar dalam diri Basuki Tjahaja Purnama. Kehadirannya selalu dinantikan, kebebasannya berkah bagi Indonesia, gambaran betapa Basuki Tjahaja Purnama ini sosok yang tetap memiliki daya tarik luar biasa, baik dari sisi moral mental dan integritasnya. Beda jauh dengan Fadli Zon, Ferdinand Hutahean, dan mahkluk penyinyir sejenisnya, yang sama sekali tak terbaca reputasi baiknya bagi negara. Jagankan bagi negara, reputasi baik buat dirinya sendiri saja tidak nampak.

Mengapa penulis mengatakan “kebebasan BTP berkah bagi Indonesia”? Karena kebebasan itu berarti terbukanya kesempatan bagi BTP untuk kembali mengabdi pada bangsa dan negara melalui cara yang dipilihnya nanti. Sentuhan ketegasan sikap, sentuhan berani mengambil resiko, sentuhan manajerial yang matang, sentuhan bersih korupsi, dan sentuhan ketulusan bekerja, masih sangat dibutuhkan bagi Indonesia saat ini. Kebebasannya berkah bagi Indonesia, karena mungkin saja Jokowi akan mencomotnya sebagai bagian dari pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan. Kita harus optimis bahwa Jokowi akan memenangkan pertarungan pilpres 2019. Jika kekebasan BTP berkah bagi Indonesia, maka kemenangan Jokowi-Maruf juga berkah bagi bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu, saudara-saudaraku seworder, ahoker, jokower, dan pecinta Republik Indonesia, mari kita bersama-sama semakin membuka peluang kemenangan bagi Jokowi-Maruf, dengan cara kita masing-masing, agar kebebasan dan kemenangan itu berjalan seiring membawa bangsa Indonesia semakin maju, semakin bermartabat, dan semakin sejahtera.

Kembali pada kebebasan Basuki Tjahaya Purnama. Di saat BTP menghirup udara kebebasan, nampak kecintaan dan pengharapan masyarakat DKI seolah kembali diletakkan di pundak BTP. Ini bukannya masyarakat belum move on atas siapa yang menjabat gubernur DKI saat ini. Ini hanya gambaran betapa dicintainya sosok BTP ini oleh bangsanya.

Penulis jadi ingat, hanya untuk menjegal jalan seorang Ahok menuju kursi gubernur, lawannya harus menyiapkan berjuta-juta kaki. Lawannya harus menggalang rasa dengan cara menjual agama, bahkan tidak cukup sekali tetapi berjilid-jilid. Itulah kehebatan seorang Ahok saat itu. Benar adanya, jika ungkapan Gusti Ora Sare telah membalikkan keadaan orang-orang yang dulu menghujatnya. Kini, di saat BTP menikmati kebebasan, para penghujatnya sedang meringkuk busuk di dalam jeruji besi karena kasus-kasus korupsi. Heloow…Zumi.

Penulis tidak menyebut ini sebagai karma, karena karma itu milik Tuhan yang menguasai kehidupan jagat raya seisinya. Penulis hanya melihat, inilah perbedaan karakter, tabiat, pola pikir, keimanan, rasa kebangsaan, dan tujuan hidup, antara seorang Ahok saat itu dengan para penghujatnya. Jika Ahok selama menjabat Gubernur bertindak sebagai penjaga APBD, maka para penghujatnya sebagai pejabat saat itu dan kini sedang meringkuk busuk dalam sel adalah maling APBD. Itulah akibat perbedaan karakter, tabiat, pola pikir, keimanan, rasa kebangsaan, dan tujuan hidup, dengan akhir cerita yang berbeda.

Basuki Tjahaya Purnama telah kembali berada di tengah-tengah kita, kerinduan para pendukung tidak dapat terbendung. Sambutan sederhana hanya dilakukan oleh beberapa orang, sesuai permintaan BTP sendiri, tetapi gaung kerinduan dan kecintaan membahana di seluruh Indonesia.

Untuk sementara, biarkan BTP melepas kerinduan bercengkerama bersama keluarga, bersama anak-anaknya yang hampir 2 tahun ini ditinggalkannya. Bagaimanapun BTP seorang manusia yang punya rasa sama seperti kita, biarkan untuk sesaat Dia pada dunianya, para Ahoker hendaknya bisa memahami dan memaklumi. Percayalah di saat yang tepat nanti, dimana dirinya sudah siap kembali menjadi pelayan bangsa ini, Dia akan mengambil perannya sendiri dalam hal apapun yang dipilihnya.

Kebebasan BTP adalah berkah bagi Indonesia, karena memang di saat yang tepat pula Tuhan akan meninggikan umatNya yang telah direndahkan olah orang lain. Kita hanya bisa berharap semoga kebebasan Basuki Tjahaya Purnama hari ini, berdampak pada kesadaran manusia bahwa sikap ketulusan, niat baik, tidak silau dunia, dan sikap melayani itu sangat diperlukan bagi seorang pemangku jabatan, seperti layaknya Ahok 2 tahun lalu yang saat ini menjelma menjadi Basuki Tjahaya Purnama (BTP).

Selamat datang kembali dan selamat melayani masyarakat Pak Basuki.

#JokowiLagi

Salam Semilir Kesejukan

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *