BESOK AHOK BEBAS, OPOSISI SUDAH SIAP NARASI, EH GOLPUTER KEMANA? SIAP PASANG BADAN?

Bani – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbaik akan bebas dari penjara besok. Kemarin ada Caleg yang numpang nama Ahok, nyari simpati followernya, untuk mengajak Golput. Demi lolos senayan jadi anggota legislatif, caleg ini memanfaatkan momen duka sebagai bentuk dukungan suara.

Pertanyaannya, kemana dia besok? Jilat sok-sok jadi Ahokers lagi? Rendah sekali harga diri anda! Haha.

Sudah memiringkan logika, menghasut sedemikian rupa, besok ketika Ahok bebas murni dari penjara. Tiba-tiba Ahok menyatakan dukungannya ke PDIP dan Jokowi. Caleg yang mendompleng nama Ahokers ini, mau ditaruh mana mukanya?

Oposisi dan Kampret sudah siap dengan narasi.

Anies Baswedan, sudah curi start dengan menyindir secara tersirat dibalik kalimat sedikit kata yang kesannya terhormat “siap melayani yang apa pun yang menjadi kebutuhan warga”

Mentang-mentang Ahok sudah bukan lagi Gubernur, Anies-pun dengan cekatan mengucapkan kalimat dengan “konotasi baik” tapi aroma-aroma mengejek pun tercium dengan busuk di hidung saya.

Itu baru Anies. Stigma penista agama, dan apapun itu sudah siap ditembak-an besok. Sehari dan seterusnya sampai akhir pilpres 17 April 2019 mendatang. ILC pasti sudah siap dengan program-program maha karyanya untuk membuat tema tentang bebasnya Ahok. Rmol, Gelora, Portal Islam, dan kroni-kroninya sudah siap membuat konten-konten untuk menyerang dan menjaga keterbalikan akal kampret.

Pemuka 212 sudah siap dengan bumbu ayat dan mayat yang akan disandingkan ke Jokowi mendatang.

Sekarang pertanyaannya, kemana orang golputer itu? Kemana orang yang mengajak orang lain untuk jadi golput itu? Kemana mereka? Diam membisu? Tertawa dibalik hasutan itu? Golput adalah hak pribadi individu, one man vote, lu gak ngevote ya kelaut aja. Tapi jangan nyeret orang-orang untuk ikut hanyut bersama kamu!

Ahok, hari ini mengucapkan selamat ulangtahun kepada ibu Megawati. Ahok lewat medsosnya, melampirkan foto memakai jas merah ala PDIP. Ahok sangat dekat dengan PDIP. Ahok memutuskan untuk bersama dan berjalan bersama PDIP. Pendukung Ahok ada diseluruh Indonesia, Ahok mewakili banyak kalangan di Indonesia.

Sekali lagi saya tekankan, kemana golputer atau orang yang ngaku-ngaku Ahokers itu? Kalau Ahok saja mendukung, kenapa kalian sok-sok golput? Golput sendirian sih bodo amat, ngajak orang itu baru perkara.

Berat jadi Ahok, dan berat jadi Jokowi. walau Ahok sudah menjalani masa hukuman, percayalah nama Ahok tetap akan diseret sedemikian rupa untuk melemahkan Jokowi.

Saya selaku penulis, tidak mengajak anda untuk “memaksa” mendukung tanpa keiklasan. Mau anda golput ya bodo amat. Tapi pahamilah, bahwa apa yang kami perjuangkan disini, bukan semata-mata karena ada suatu kepentingan dibalik dukungan, bukan semata-mata karena bakal mau nyaleg nih gue.

Tapi kami mendukung Jokowi, karena tidak mau memberikan ruang untuk orba hidup kembali.

Tidak mau melihat anak-anak yang terjamin sekolahnya menjadi terlantar, tidak mau melihat orang-orang yang membutuhkan perawatan rumah sakit jadi terbengkalai.

Rizal Ramli berkata, yang penting ganti Presiden dulu lah, urusan berikutnya belakangan. Artinya apa? Perkara apapun buat bangsa ini, mereka, komplotan oposisi itu bodo amat, yang penting menang, rakyat bodo amat. Belakangan baru dipikir.

Dengan hoax dan cara-cara keji, mereka gampang sekali melakukan itu, karena memang tujuannya adalah menang.

Indonesia sekali lagi, bukan milik satu orang, tapi milik 270 juta orang. Kalau kalian pikir, semua ini akan baik-baik saja dengan atau tanpa Jokowi, itu adalah argumen konyol!

Ahok-Djarot, hasil akhir dulu mendapati nilai 42%. Berhasil meraup hampir setengah warga Jakarta, dimana mereka percaya bahwa orang seperti Ahok yang diklaim minoritas, bisa dan tepat untuk memimpin Jakarta kembali. Ini adalah contoh keberhasilan bahwa minoritas juga punya tempat dinegara ini. Tidak perduli kamu dari etnis apa, agamanya apa, 42% warga Jakarta memilih Ahok yang minoritas.

Masalahnya, masih ada 58% warga yang tersesat. Karena apa? Karena gerombolan penghalal segala cara ini, berhasil melakukan hasutannya. Kalau Jokowi tidak menang, maka percayalah, mimpi minoritas bisa sejajar dengan mayoritas, akan jadi mimpi, dan semakin mustahil. Karena HTI akan kembali jadi legal, FPI lewat PKS akan merajai medan area.

Kalian? Tinggal menunggu waktu lagi saja, akan jadi objek yang akan disalahkan, dikambing hitamkan, dianggap non pribumi, dan saya berharap, tidak akan pernah terulang lagi kasus 98 yang keji itu.

Buka matamu wahai saudaraku, yang kita lawan ini adalah komplotan yang sangat-sangat menyeramkan!

#JokowiLagi #01IndonesiaMaju

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *