DAHNIL ANZAR, RIZAL RAMLI DAN FADLI ZON ITU LEBAY DAN KURANG KERJAAN!!

Erika Ebener – Kegiatan kunjungan Presiden Jokowi Ke Garut disambut begitu meriah dan gegap gempita oleh warga Garut. Berbagai macam persiapan dilakukan. Termasuk acara cukur rambut massal.

Jokowi yang tahu ada acara cukur massal, dan kebetulan tukang cukur langganannya juga dari Garut, maka diajaklah Pak Herman ini untuk ikut bersama dia pada kunjungannya ke kampong halaman Pak Herman, apalagi di Garut diadakan acara cukur rambut massal. Sudah deh pas lah mengajak Pak Herman.

Pak Herman sebagai warga dari Garut, pulang ke kampungnya diajak oleh Presiden Indonesia, bangga dong !!! Walaupun di Jakarta dia “hanya” membuka usaha cukur rambut, tapi yang jadi pelanggan tetapnya seorang Presiden !!!

Acara cukur rambut massal ini diadakan sebagai satu kehormatan terhadap profesi tukang cukur rambut. Apalagi kemudian Presiden Jokowi memiliki program pengadaan rumah sederhana khusus bagi para tukang cukur rambut.

Saya pikir, kalau Pak Herman bukan orang Garut, pasti dia tidak diajak oleh Pak Jokowi. Kesannya akan jadi gimanaaa gitu…. Tapi itulah Pak Jokowi. Untuk membahagiakan satu orang itu sangatlah mudah sekali.

Tapi hal-hal yang saya uraikan di atas sama sekali tak sampai dicerna oleh nalar para kubu oposisi. Atau sebenarnya mereka juga berpikiran sama, tapi karena mereka orang-orang LEBAY, kegiatan Pak Jokowi mengajak Pak Herman pun menjadi sasaran nyinyiran mereka.

Yang pertama Dahnil Anzar Simajuntak yang mentuitkan kegiatan Presiden yang membawa tukang cukur dari Jakarta. Katanya :

“Cukur rambut di Garut, bawa tukang cukur dari Jakarta. Bangun pabrik di Sulawesi, bawa buruhnya dari luar negeri”

Wkwkwkwkw…. Apa hubungannya mencukur rambut dengan membangun pabrik??? Tidak ada !! Tapi memang dasarnya lebay, dicari-cari dan disambung-sambungkan saja semua itu demi untuk meracuni para pemuja Prabowo –Sandi.

Lucunya tuitan sampah Dahnil Anzar ini dikomentari oleh netizen, “Kenapa urusan cukur rambut saja dikomentari?” Jawaban Dahnil tambah konyol lagi, “Karena difoto dan dipertontonkan.” Waaaaaah…. Rupanya dia iri, karena dia dicukur rambutnya ga difoto dang a dipertontonkan.

Dahnil ini memang manusia pengiri sepertinya. Presiden itu, jangankan dicukur rambut, dia nguap saja, kalau ketahuan publik, pasti jadi berita !!! Mana difoto pula Pak Jokowi mulutnya lagi menganga nguap (masa nguap mulutnya harus mingkem… wkwkwkkwk).

Lain dengan apa yang dituitkan oleg Rizal Ramli.

Aduh-aduuuuh…. Orang selevel Rizal Ramli seperti ga ada kerjaan mengomentari tuitan Netizen. Ya, seorang Netizen yang bernama @AnnaSueszann, bertanya :

“Tukang cukur itu adalah Herman. Dia bekerja di Shortcut Barberia, Jakarta. Dan dia sudah menjadi tukang cukur langganan pak Joko sejak beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jadi kalau bawa tukang cukur pribadi dari Jakarta lalu cukur rambutnya di Garut, Spontan atau settingan???”

Saya jawab yah !!! Ya settingan lah !! Hanya untuk meramaikan acara cukur rambut massal dan memperlihatkan pada warga Garut kalau tukang cukur langganan Pak Jokowi juga dari Garut. Itu namanya empati….

Eeeeeh…. Rizal Ramli meretuitnya dengan komentar seperti ini :

“Kok sampai segitunya ya? Untuk sebuah foto shoot? Bisa masuk “Guiness Book of Record” Mas Jokowi west oh… wes aya aya wae… too much”

Waaaah ini orang yang iri kedua. Rasa iri atau cemburu itu memang bisa menutup nalar dan logika seseorang.

Fadli Zon yang memang terlahir sebagai pria ternyinyir se-dunia, jelas tak mau ketinggalan. Apalagi Fadli Zon ini sudah lama berpuasa dari nyinyiran. Selain dia meretuit cuitan Rizal Ramli, Fadli Zon juga meretuit cuitan netizen @RajaPurwa soal tukang cukur rambut ini….

“Cukur rambutnya di Garut, tapi tukang cukurnya bawa sendiri. Sama saja kayak kampanye di pesawahan, tapi berasnya import”

Ah sayang, si @RajaPurwa ini tidak menyebutkan pesawahan mana yang Pak Jokowi kampanye??? Pesawahan di Klaten????

Apa balasan komentar Fadli Zon untuk cuitan si @RajaPurwa ini???

“Ini bukan opera sabun tapi #parodiikantongkol…” Eeeeh tumben komentarnya pendek banget????

Saya yakin, baik Dahnil, Rizal Ramli maupun Fadlii Zon mereka pasti punya tukang cukur langganan. Dan orang kalau sudah cocok dengan satu tukang cukur, rasanya akan sulit untuk pindah ke lain hati, kecuali memang mereka punya tabiat bunglon.

Tapi ya itu tadi. Ketiga pentolan korek api milik kubu Prabowo – Sandi ini, akan selalu melihat sesuatu dari sudut pandang dimana banyak setan bercengkraman. Coba kalau mereka bertengger seperti mahluk kebanyak, kepala di atas dan kaki di bawah, dan bergaul dimana para malaikat bercengkraman, saya yakin, mereka bisa melihat kegiatan Pak Jokowi mencukur rambut di Garut oleh Herman yang aslinya dari Banjarjatii Garut dan membuka usaha di Jakarta, akan sama seperti saya melihat kegiatan cukur rambut Pak Jokowi oleh Herman sebagai satu sikap mengapresiasi profesi tukang cukur rambut.

Tapi ya sudahlah… sekali lebay, akan lebay selamanya.

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *