DENGAN PEMBEBASAN ABU BAKAR BA’ASYIR, APAKAH PERLU GOLPUT?

Daeng Uceng – “Terorisme bukan Jihad”, kalimat ini jelas terucap dari mulut Kyai Ma’ruf, cawapres Joko Widodo pada acara debat 1 atau pertama tanggal 17 Januari 2019 beberapa waktu lalu. Setelah itu, berita pembebasan Abu Bakar Ba’asyir menghiasi banyak media, dan tentunya di social media juga.

Sejak awal dipilihnya Kyai Ma’ruf Amin menjadi cawapres Jokowi, banyak yang kecewa, tentunya sebagian besar Ahokers, karena Ma’ruf Amin termasuk yang memberatkan ahok atau BTP sehingga divonis 2 tahun.

Tapi itu tak berlangsung lama, dengan berbagai analisa dan argumen-argumen politik, beberapa yang kecewa itu yang hampir memutuskan untuk golput akhirnya tidak jadi golput. Kini sebagian besar dari mereka tetap mendukung Jokowi.

Tapi ada juga yang masih menyimpan rasa kekecewaan. Dan mungkin karena tak ada pilihan lain, maka tetap Jokowi menjadi pilhannya. Dan beberapa lembaga survei memaparkan data-datanya, Jokowi-Amin masih unggul dari paslon kubu Oposisi.

Sebenarnya ada juga sih beberapa teman yang saya amati masih memperlihatkan kekecewaannya pada Ma’ruf Amin sehingga sampai saat ini masih menyatakan diri golput, apakah teman yang seperti ini masih banyak? saya belum tahu. Tapi dengan segera dibebaskannya Abu Bakar Ba’asyir. teman-teman yang saya maksud ini seperti makin percaya diri untuk golput.

Nah, dengan model kasus ini,bagaimana bisa menyakinkan keputusan politik ini? mungkin saat ini masih banyak swing voters atau bisa dibilang massa mengambang.

Mereka bingung, memilih Jokowi-Amin seperti ada yang nyesek, namun memilih pasangan kubu oposisi malah akan turun kelas, karena mereka ini tak mau bergabung dengan koalisi yang pernah menyebarkan hoax.

Apalagi menjadi kamvret, pasti tak sudi, demikian pula sebaliknya, yang kamvret sudah merasa percaya diri sehingga tak rela menjadi cebong. Meski ada beberapa tokoh elit yang menyebrang mendukung Jokowi lalu digelari dengan sebutan cebong, seperti Kapitra Ampera.

Yang sudah divonis terpidana teroris memang sudah menjalani hukuman, namun bekas-bekas kejahatan yang sudah terjadi di masa silam masih membayangi. Dan dengan alasan kemanusiaan dan kesehatan, Abu Bakar akan dibebaskan, apalagi usianya yang sudah tua.

Alasan ini bagi pihak oposisi dituduh sebagai pencitraan, dan sebagaimana kita tahu, oposisi memang sudah begitu dari dulu, apa-apa yang dilakukan Jokowi pasti dituduh pencitraan, jadi langganan pencitraan. Tapi sejujurnya sih, pihak Oposisi ini bingung. mereka masih meraba-raba apa maksud Jokowi membebaskan Abu Bakar Ba’asyir, sehingga akan mengambil langkah-langkah berikutnya.

Kalau dituduhkan mau mengambil suara umat Islam, ini sebenarnya sudah terjadi, begitu Ma;ruf Amin ditetapkan sebagai cawapres mendampingi Jokowi.

Dengan vonis hukuman yang lama dan terpidana terorisme, Abu Bakar Ba’asyir tidak banyak pengikut. namun demikian, yang patuh pada Ba’asyir begitu fanatik, sedikit jemaahnya tapi militannya bukan main. Nah, apakah ini cukup berpengaruh untuk mendulang suara Jokowi? Apakah ini tujuan Jokowi sehingga melakukan pembebasan ini?

Apalagi yang lebih “ngenes” dari pembebasan ini adalah aksi menolak tanda tangan sebagai pengakuan NKRI atau menolak Pancasila, dengan alasan hanya patuh pada Allah dan Islam. Walau Yusril ingin memantapkan bahwa patuh pancasila itu sama juga patuh pada Islam.

Jenis teologi ini memang terbilang sangat kaku, tafsirnya kaku sehingga sangat berbenturan di masyarakat yang beragam ini. Negara demokrasi yang menghormati keyakinan orang boleh-boleh saja seperti itu, namun tentu ada mekanisme hukum yang berjalan jika melakukan pelanggaran dan ketertiban serta keamanan masyarakat umum.

Saya kira semua manusia mau hidup dengan baik, tapi dengan teologi yang begitu ekstrim bisa mengacaukan kehidupan bermasyarakat. Maka tentu saja sangat perlu diwaspadai. dan itulah kenapa ada yang namanya deradikalisasi. Ada juga pakar yang mengatakan bahwa isitilah ini kurang tepat. tapi setidaknya Islam yang rahmatan Lil Alamin yang mau dibangkitkan, sehingga tidak mudah seseorang mengkafirkan dan merusak lingkungan masyarakat.

Tentu saja kalau kita kembali mengingat bagaimana aksi-aksi bom para teroris itu, agaknya sulit untuk dimaafkan, Namun ajaran kasih pun menjadi dilema bagaimana harus menerapkan dalam kasus ini?, apakah kita akan menjadi makhluk yang ikut-ikutan suka menghukum sendiri atau menindas makhluk lain seperti para teroris itu? dan merasa paling benar?

Saat ini saya masih memikirkan dari langkah yang Jokowi ambil ini, mungkin sama dengan kubu oposisi yang lagi kebingungan juga. Tapi kita tahu Jokowi selalu membuat suprise, dalam debat saja kita mungkin tak menyangka penampilan beliau seperti itu. yang bisa menguasai arena debat, dan meng-KO lawan. Telak.

Dan kasus pembebasan Ba’asyir ini apakah banyak kekurangan suara karena merasa bahwa ini bukan langkah yang tepat?, apakah banyak yang kecewa? Kita tahu hanya ada dua paslon, dan itu kita semua sudah tahu dengan jelas kualitas keduanya, dan kita tahu kadang langkah politik itu bisa menyakitkan dan juga sangat dinamis.

Maka apakah menjadi golput adalah pilihan yang tepat? sehingga membiarkan om Wowo berjoget ria kalau bisa unggul dari Jokowi? dan apakah dengan langkah Jokowi ini kita tidak yakin? dan merasa ada yang aneh?

Setiap langkah selalu saja ada resiko. Dan kata guru-guru, seseorang itu bisa makin dewasa karena berani menghadapi resiko. Ini memang pertarungan politik, apakah ini murni semuanya demi kekuasaan? dan melupakan cita-cita luhur rakyat?

Hidup adalah pilihan, semua punya resiko. memlilh kubu oposisi atau menjadi golput resikonya sudah punya gambaran besar, negara bisa makin tak karuan, sedangkan memiilh Jokowi saat ini, masih ada analisa yang bisa kita gali, sehingga kita paham apa maksud semua ini.

Nanti kita lihat ke depannya. Yang jelas, kaum yang agak ektrim ada juga di kubu Om Wowo, dan mereka yang berhasil memenjarakan Ahok dengan demo berjilid-jilid.

#01IndonesiaMaju

#LembutSabarTegas

#JokowiLagi

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *