JELANG BEBAS, AHOK TULIS PESAN YANG SANGAT MENYENTUH BUAT SELURUH AHOKERS

Hermanto Purba – Satu tahun delapan bulan sudah Ahok mendekam di penjara. Selama itu pula kita tidak mendengar suaranya yang begitu lantang itu membentak mereka yang bermain-main dengan jabatannya, membentak mereka yang mencoba-coba berkongkalikong untuk menggarong uang rakyat dengan bertopengkan kedudukan mereka.

Ahok memang seorang politikus yang cukup fenomenal, politikus pemberani dan tidak pengecut, politikus pendobrak, yang hingga saat ini, masih teramat sulit bagi kita mencari politikus yang memiliki idealisme seperti yang ia miliki. Tidak peduli dengan siapa ia berhadapan. Ketika sudah berbicara ketidakadilan dan ketidakjujuran, ia pasti lawan.

Keteguhan hatinya untuk menghardik mereka yang senang berkomplot di ruang-ruang gelap, untuk menghentikan segala kegiatan yang merugikan rakyat, segala tindakan yang mencoba-coba mengambil yang bukan haknya, segala tindak-tanduk mereka yang kerap menabrak aturan, membuatnya dibenci, karena kepentingan mereka terganggu.

Kehadirannya di Balai Kota, menjadi pemimpin bagi lebih dari 10 juta warga DKI Jakarta, menjadi musibah bagi sebagian aparatur yang sebelumnya sudah begitu nyaman dengan kebiasaan buruk mereka mempermainkan sumpahnya. Ia juga menjadi sebuah bencana besar bagi para pengusaha yang selama ini kerap bermain mata dengan para pejabat DKI.

Namun sebaliknya, bagi warga Jakarta, Ahok bak Superman yang menyelamatkan mereka dari carut-marutnya kota tempat mereka berdiam. Selain permasalahan birokrasi, persoalan kronis ibu kota lainnya setahap demi setahap ia selesaikan. Seperti masalah kemiskinan, pendidikan, banjir, kebersihan kota, kemacetan, tata ruang kota, dan masalah-masalah lainnya, satu per satu ia tangani.

Dalam kurun waktu dua tahun, Ahok mengubah Jakarta menjadi sebuah kota modern layaknya ibukota negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Jakarta tumbuh menjadi kota yang ramah bagi penduduknya. Jakarta berubah menjadi kota yang lebih beradab dan bermartabat. Jakarta lebih tertata, lebih bersih, dan lebih indah.

Namun, di saat mantan Bupati Belitung Timur itu berusaha sekuat tenaga menata Jakarta, ia lalu dituduh sebagai penista agama, hanya karena pidatonya yang menyinggung Al Maidah 51. Hingga akhirnya ia harus dikirim ke penjara atas vonis yang diberikan oleh majelis hakim PN Jakarta Utara kepadanya.

Sejak saat itu, Jakarta dikelola dengan cara barbar. Jakarta yang sebelumnya sudah ditata dengan baik oleh Ahok, berubah menjadi seperti sebuah perkampungan besar yang begitu semrawut. Ahok yang sebelumnya telah berjerih lelah memoles wajah buruk kota terbesar di Indonesia itu, namun dirusak kembali oleh si penerusnya.

Tanggal 24 Januari minggu depan, Ahok akan menghirup udara bebas. Ia akan kembali ada di tengah-tengah kita. Kita akan kembali mendengar suaranya yang lantang. Bagi kita yang merindukan Ahok, yang ingin melihat kembali karya-karya besarnya untuk bangsa ini, mari kita hitung mundur. Tinggal menghitung hari saja. Tersisa 7 hari lagi, Ahok akan segera bebas.

Namun, seminggu jelang Ahok bebas, ia mengirimkan beberapa pesan penting bagi Ahokers, bagi para fans Ahok. Surat yang ia tulis dalam 2 carik kertas itu, berisi tentang ucapan syukurnya atas dukungan para Ahokers selama hampir 2 tahun ia mendekam di dalam penjara, serta pesan-pesan yang ia harapkan dapat dilaksanakan oleh para pengagumnya.

Lewat akun twitter-nya, @basuki_btp, yang dikelola oleh Tim BTP itu, ia memosting suratnya bertanggal 17 Januari 2019 berisi pesan kepada seluruh pendukungnya, dan foto sebuah buku berjudul “Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Soeakrno 30 September 1965 – Pelengkap Nawaksara.”

Membaca 2 lembar surat Ahok yang ia tulis di Mako Brimob itu, selain pesan yang ia sampaikan kepada para simpatisannya, ada beberapa hal penting lainnya yang menurut saya cukup menarik untuk dicermati, sekaligus menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kita. Lewat suratnya ia mengajarkan tentang arti bersyukur yang sesungguhnya.

Tentang rencana para Ahokers yang akan mengadakan acara penjemputan dirinya ke Mako Brimob, ia malah meminta agar rencana itu ditiadakan saja. Ia menilai bahwa dengan adanya acara penjemputan itu justru akan mengganggu banyak orang mencari nafkah, menimbulkan kemacetan, serta akan mengganggu ketertiban umum.

Menurut Ahok, dengan tidak melakukan penjemputan, hal itu sudah menolong dirinya. Dalam suratnya ia menulis, “…dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penjemputan apalagi menginap.” Betapa mulianya hati Ahok. Dalam posisinya yang sedang terpenjara, ia masih memikirkan kepentingan banyak orang.

Lewat suratnya, ia juga menyampaikan rasa bersyukurnya, karena Tuhan mengizinkannya ditahan di Mako Brimob. Menurutnya, dengan ia dipenjara, ia telah belajar untuk menguasai diri untuk seumur hidupnya. Berbeda jika seandainya ia terpilih pada Pilkada DKI 2017 lalu, ia hanya akan menguasa Balai Kota selama 5 tahun saja, yang hanya akan menjadikannya semakin kasar, semakin arogan, yang akan menyakiti hati banyak orang.

Oh Tuhan! Betapa mulianya hati orang ini. Saya bingung, terbuat dari apakah hatinya. Keteguhan hatinya sungguh membuat saya terkagum-kagum. Ia menulis, “Jika ditanya, jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? Saya akan katakan, saya akan memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun untuk bisa menguasai diri semumur hidupku.”

Di samping ucapan rasa syukurnya itu, ia juga meminta maaf kepada seluruh Ahokers, PNS DKI, dan bahkan kepada para pembencinya atas segala tutur kata, sikap, dan perbuatannya baik yang ia sengaja maupun yang tidak, yang mungkin menyakiti hati dan perasaan mereka dan seluruh keluarga. Sekali lagi saya harus katakan: betapa mulianya hati orang ini.

Dan yang terakhir, lewat suratnya, ia menyampaikan beberapa pesan kepada para Ahokers. Berikut beberapa pesan tersebut:

Jangan ada penyambutan ketika ia bebas pada 24 Januari nanti.

Setelah keluar dari Mako Brimob, ia ingin agar dirinya tidak lagi dipanggil Ahok, tsapi dipanggil Basuki Tjahaja Purnama saja.

Jangan golput pada pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 17 April nanti.

Pilih partai politik yang senantiasa berjuang untuk menegakkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Ahokers harus maju demi kebenaran, perikemanusiaan, dan keadilan.

Ahoker harus senantiasa mengingat sejarah dan tujuan para proklamator dan pendiri negeri ini.

Salam Indonesia satu!

#01JokowiLagi

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *