4 FAKTA DEBAT PERTAMA MILIK JOKOWI

Nurdiani Latifah – Debat masih belum dimulai, namun nampaknya suasana sudah mulai ditebak. Bahkan, bagi saya ini sangat menarik. Di kompas tv tertangkap gambar Jokowi berbincang dengan Prabowo dan Sandiaga Uno di belakang layar. Pancaran wajah Jokowi pun terlihat sangat santai. Namun, hal itu berbeda dengan raut wajah dari Prabowo dan Sandiaga, keduanya telihat sangat tegang. Padahal, Prabowo sendiri sudah mengikuti dua kali debat. Tema yang disajikan pun masih sama dengan debat pilpres sebelumnya. Apa mungkin, Prabowo-Sandiaga tidak siap mengikuti debat?

Lainnya, lawan Jokowi menunjukan wajah yang sangat tegang. Tertangkap juga Jokowi sedang berguyon dengan calon yang lainnya. Hal itu seolah memberikan pesan yang tegas bahwa Jokowi yang menjadi Presiden. Namun, perlu diketahui debat kali ini memang Jokowi yang menjadi bintangnya. Bagaimana tidak, Jokowi menyampaikan jawaban dengan sangat dan mantap. Sedangkan Prabowo dijawab dengan grasa-grusu. Lihat saja dalam beberapa pertanyaan, ada banyak hal yang tidak nyambung dijawab oleh Prabowo. Apa saja?

1. Jokowi Tegas Menjawab Masalah Hukum dan HAM

Dalam prolog pertama, Prabowo tidak menyinggung masalah hukum dan HAM. Ini seolah menunjukan bahwa Prabowo memang terlibat dalam kasus hukum dan HAM masalalu. Ada banyak bukti yang menunjukan bahwa Prabowo terlibat dalam kasus tersebut. Prabowo-Sandiaga berkomitmen untuk untuk menjamin kualitas hidup wewenang pengambilan kebijakan. Lebih tepatnya, naik gaji untuk kepolisian, hakim dan lainnya. Ya, Prabowo-sandiaga hanya bicara kesejahteraan pejabat (calon koruptor)

Hal ini sangat berbeda dengan apa yang ditunjukan oleh Jokowi. Jokowi masih berkomitmen pada hak dan kesejateraan rakyat. Terutama dalam mengentaskan masalah HAM masalalu. Di sisi lain, dia menyakini jika ada kompleksitas hukum, pembuktian dan waktu yang terlalu jauh dalam mengungkap masalah tersebut. Kami masih berkomitmen atas hal tersebut. Dengan catatan tersebut, ini menjadi pukulan telak bagi Prabowo. Bagaimana tidak Jokowi menyerang catatan kelam Prabowo.

Dalam beberapa agenda, Prabowo sangat enggan untuk mengungkit masalah tersebut. Lihat saja, dalam orasi terakhirnya Prabowo tidak menyinggung masalah itu. Prabowo seakan ingin menghilangkan masalalu itu. Jika Prabowo membahas hal itu, dia akan masuk jurang akan hal itu. Dari awal Prabowo sudah menyadari dia kalah telak.

2. Jokowi Tegas Menindaklanjuti Korupsi

Akhirnya, kita mengetahui bagaimana keinginan Jokowi dalam pengentasan korupsi. Salah satunya, Jokowi menyetujui caleg partai yang sempat terjerat korupsi boleh mencalonkan legislatif. Nyatanya, hal itu diambil dan diakui oleh Prabowo. Di tubuh Gerindra terdapat beberapa kader mantan koruptor yang mencalonkan diri. Artinya, Prabowo tidak berkomitmen akan mengentasan korupsi. Malah, Prabowo ilang ingatan saat ditanya hal itu oleh Jokowi. Jokowi memang mengetahui serangan apa saja untuk Prabowo.

3. Aturan Tumpang Tindih Harus Dihapus

Kemudian dalam sesi selanjutnya, tentang peraturan yang tumpang tindih. Prabowo hanya menegaskan harus ada terobosan. Sedangkan, Jokowi sudah memikirkan apa saja yang harus menjadi jalan keluar. Yakni, dengan membentuk Pusat Legislasi Nasional, sebagai pusat koordinasi daerah dengan nasional.

Tercatat dalam pemerintahan Jokowi, kemendagri sudah merilis sejumlah produk hukum yang saling tumpang tindih. Pada 2016 lalu, kemendagri sudah mengbatalkan sebanyak 2.144 perda yang tumpang tindih. Serta 111 perda yang dihapus. Artinya, selama memimpin Jokowi sudah melakukan komitmen ini.

Berbeda dengan Prabowo-Sandiaga yang masih akan merekrut sejumlah orang yang berkompeten akan hal itu. Artinya, Jokowi sudah berjalan satu langkah di depan Prabowo. ini adalah pukulan telak lagi Jokowi kepada Prabowo. Jokowi telah melakukan reformasi kelembagaan dan penguatan sistem hukum.

4. Jokowi Berpihak pada Disabilitas

Lagi-lagi pada malam ini saya melihat bagaimana Prabowo dibuat tidak berkutik oleh jawaban dan pertanyaan Jokowi. Pada segmen lainnya yang membahas disabilitas, Jokowi sudah membuat undang-undang disabilitas pada 2016. Di saat yang bersamaan, ada paradigma kepada disabilitas sudah berubah. Di mana di bawah kepemimpinan Jokowi sudah memenuhan hak-hak disabilitas. Contohnya pada ASIAN PARA GAMES memberikan bonus yang sama.

Kaum disabilitas terus diperhatikan, tidak hanya mendapatkan dana hibah saja. Bahkan, contoh yang disebutkan oleh Sandiaga di mana disabilitas yang sudah sukses. Dipungkiri atau tidak, Jokowi sudah memberikan akses yang sudah jelas dalam mendukung disabilitas. Dan saya sepakat jika, harus ada budaya yang dibangun dimasyarakat agar mempersamakan perlakukan kepada disabilitas.
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *