ALUMNI UI DUKUNG JOKOWI, FADLI DAN GERUNG TERSAYAT-SAYAT, NAMUN TAK BERDARAH

Manuel Mawengkang – Alumni UI kemarin melakukan Deklarasi mendukung Jokowi untuk terus memimpin bangsa ini. Berbagai spanduk dibuat oleh tim kreatif mereka. Dengan bermacam-macam kalimat, mereka mempertontonkan dukungan mutlak kepada Presiden yang tidak pernah menculik orang dan melanggar HAM ini.

Dengan Deklarasi ini, sudah jelas bahwa Jokowi didukung oleh para intelek yang terbiasa mengasah otak dan iman mereka. Ini tentunya membuat alumni UI lainnya seperti Fadli Zon, Reockyu Gerung, Zaadit yang belum tahu lulus atau tidak itu, tersayat-sayat. Mereka tersayat-sayat, namun tidak berdarah.

Sebagai alumni UI, para manusia yang ada di kubu oposisi ini sedang ketakutan. Tidak ada alumni UI yang bisa mereka tarik untuk mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo.

Bahkan alumni UI yang mendukung Prabowo di tahun 2014 silam, sekarang melihat hasil kerja Jokowi, dan ikut serta mendoakan dan memberikan dorongan moril kepada Jokowi di tahun 2019. Mereka akan mencoblos wajah Jokowi di kertas suara kelak.

Ini menjadi sebuah dukungan yang tidak terbendung. Dukungan dari ribuan kaum intelektual, menjadi sebuah dukungan yang tidak bisa dikalahkan oleh jutaan semut rangrang yang bikin gatal saja itu.

Jutaan semut rang-rang tidak bisa melawan orang-orang pintar dan para alumni, juga sebagai aktivis 98 silam. Dari lulusan satu tahun yang lalu, sampai berpuluh-puluh tahun yang lalu, mereka datang mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi.

Maka benarlah yang diucapkan Soekarno.

Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

Ini menjadi sebuah semangat dan roh yang mendarah daging kepada mayoritas alumni UI. Menjadi sebuah hal yang paling rasional, mendukung Jokowi.

Dari sisi rasional, Jokowi adalah sosok yang paling tepat untuk didukung. Kenapa? Karena Jokowi tidak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan. Jokowi tidak menggunakan kekerasan dalam memimpin. Jokowi tidak menghilangkan orang seperti yang terjadi kepada belasan pemuda yang hilang di era Orde Baru dan beberapa tidak ditemukan sampai sekarang.

Dari sisi intelektual, mendukung Jokowi yang mampu dengan profesional memimpin bangsa ini, tentu merupakan hal yang paling masuk akal. Jokowi memiliki kecerdasan intelektual yang berbeda dengan orang lain.

Mungkin secara IPK di kampus, dia adalah perwakilan rata-rata antara dua dan tiga saja. Tapi secara kepemimpinan, Jokowi bekerja dengan sempurna. Maka kategori summa cumlaude layak ia dapatkan di dalam kepemimpinan bangsa ini.

Sebelumnya, Rocky Gerung seringkali membangga-banggakan dirinya sering diundang ke kubu 02 karena menurutnya, di sana otak bertemu otak. Menurut Rocky Gerung dan Fadli Zon, kubu Prabowo ini adalah kubu yang berpikir. Berpikir apa sih? Berpikir untuk menyebarkan hoax apa lagi yang bisa dibuat? Berpikir untuk membuat hoax? Zaadit pun juga sekarang lagi sibuk urusin kelulusannya mungkin ya?

Sekarang pemikiran Rocky Gerung dan Fadli Zon patah, dengan adanya dukungan dari belasan ribu perwakilan alumni UI yang ada di GBK kemarin ini. Tidak perlu monas. Karena memang Monas terlalu besar untuk itu. Karena para kaum intelektual, adalah kaum penggerak bangsa yang tidak perlu banyak. Mereka akan menjadi kaum intelektual yang membuat Jokowi maju.

Dukungan dari kaum intelektual ini kepada Jokowi untuk maju dua periode, membuat Fadli Zon yang sesumbar dan Rocky Gerung yang sombong itu, tersayat-sayat. Mereka disayat-sayat. Mereka kesakitan. Mereka menjerit-jerit dengan jeritan yang tidak tersuarakan. Mereka merintih.

Tapi ketika mereka melihat sekujur tubuhnya, tidak ada luka. Tapi sayatan itu terus menerus terjadi dan dirasakan oleh Fadli Zon dan Rocky Gerung. Jokowi kah yang menyayatnya? Jokowi kah yang membantai? Bukan. Mereka dibantai oleh ekspektasi mereka sendiri. Beginilah nasib dari pendukung tukang bohong.

Jangan sampai indonesia jatuh ke tangan tukang bohong. Bukti kaum intelektual Indonesia memimpin Jokowi, sudah tidak bisa dibantah lagi, sama sekali.

Sebuah keniscayaan Indonesia ini harus dipimpin oleh orang Indonesia, yakni Jokowi. Bukan antek asing, antek aseng, dan pengagum Cina seperti yang dikoar-koarkan. Satu lagi, yang bisa solat ya.

Begitulah maju-maju.
#01IndonesiaMaju
#JokowiLagi
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *