SANDIAGA KETAHUAN ASBUN 2 KALI SOAL TOL CIPALI, MAU KOREKSI KETIGA KALI?

Xhardy – 3 hari pertama pada tahun 2019 kita disuguhkan dengan kabar bohong paling memalukan yang pernah ada. Yang terbesar adalah isu 7 kontainer surat suara yang tercoblos gambar Jokowi-Ma’ruf Amin yang berasal dari China. Dua lainnya adalah soal selang cuci darah yang dipakai oleh 40 orang dan tol Cipali yang pembangunannya tidak pakai utang.

Kita fokus ke tol Cipali, karena ada cawapres yang bandel dengan ucapannya yang sebenarnya konyol dan asbun alias asal bunyi. Menurut Sandiaga, tol Cipali dibangun tanpa utang, seolah ingin menunjukkan kalau itu adalah salah satu prestasinya yang harus digaungkan hingga ke seluruh alam semesta.

Hingga akhirnya ketahuan kalau Sandiaga sebenarnya asal ngomong dan asal klaim.

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mempertanyakan ucapan Sandiaga yang tidak konsisten menyebut pembangunan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dibangun tanpa utang. Inas menilai Sandiaga seperti tidak memiliki pendirian dengan perkataanya.

“Sandiaga Uno mengatakan bahwa Tol Cipali dibangun tanpa utang, lalu dibongkar deh pernyataan tersebut oleh TKN, eh, ketahuan, ternyata ada 22 sindikasi perbankan yang memberikan pinjaman untuk tol Cipali…. malu kan Sandi?” kata Inas.

Setelah ditelusuri memang pendanaan tol tersebut didanai oleh banyak bank dalam negeri (dipimpin BCA) bahkan berbagai bank luar negeri. Didanai asing lho? Jadi di bagian mananya maksud Sandiaga kalau itu bukan dari utang? Apakah maksud Sandiaga bank menghibahkan duitnya begitu saja dengan sukarela dan ikhlas?

Inas juga mengatakan Sandiaga seharusnya tidak perlu lagi bicara mengenai Tol Cipali. Sebab menurutnya, tol itu bukan milik Sandiaga lagi karena sudah dilego ke Astratel tahun 2015.

Setelah ketahuan asal bunyi, ketahuan bohong, barulah Sandiaga mengelak dan membuat klarifikasi layaknya mahasiswa yang bolak balik revisi skripsi karena salah melulu.

Sandiaga mengubah kembali perkataannya. Kali ini, dia menjelaskan maksud pernyataannya yang menyebut tol Cipali dibangun tanpa utang. Tanpa utang yang dimaksud adalah tidak menggunakan pembiayaan dari APBN dan menambah utang negara.

Sandiaga sepertinya ingin menekankan kata ‘utang’. Kubu oposisi selalu menyerang sisi utang yang menurut mereka terus membengkak, menggunung hingga membahayakan ekonomi negara. Padahal mereka hanya bahas kulitnya saja tanpa masuk ke isi sebenarnya.

Sandiaga mengatakan pembangunan Tol Cipali murni menggunakan pendanaan swasta. Pemerintah menggunakan pola kemitraan dengan badan usaha atau swasta, yakni PT Lintas Marga Sedaya untuk membangun tol itu. Sandiaga lantas menyebut bahwa selama ini, sistem pendanaan seperti Tol Cipali tidak diprioritaskan oleh pemerintah Jokowi.

Sandiaga klarifikasi, tapi sekaligus ingin menyerang Jokowi kalau selama ini tidak menggunakan sistem pendanaan seperti yang dia maksud. Asbun 2 kali, akhirnya kena tampar lagi untuk kedua kalinya.

Inas pun heran dengan pernyataan Sandiaga. Sebab, selama ini banyak infrastruktur di era Jokowi dibangun dengan menggunakan pola kemitraan. “Kemana aja Sandiaga Uno selama ini? Kok nggak tahu sih, kalau pembangunan tol memang tidak menggunakan APBN, dari 35 ruas tol yang dibangun di era Jokowi dengan anggaran kurang lebih Rp 300 triliun tersebut menggunakan skema KPBU atau Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha, dalam hal ini adalah BUMN dimana hanya 17% dari anggaran tersebut yang berasal dari APBN, dan itu juga khusus untuk membangun jembatan saja. Hayoo, mau dikoreksi lagi?” tanya Inas.

Ini lah ciri khas kubu oposisi yang kalau tidak asbun, ya pakai janji palsu dan berita bohong. Intinya tak usah mikir terlalu lama, asbun dulu, kalau ketahuan bohong baru koreksi lagi, kompak sekali dengan capres sebelah. Benar-benar pasangan yang pas dan cocok. Yang satu santri post Islamisme dan ulama dadakan, yang satu lagi diragukan keislamannya sehingga harus tunjukkan jurus tinju meja biar semuanya terkejut hingga ketakutan.

Masa sudah capek-capek disebut santri dan ulama, masih juga suka berbohong? Maklum lah, prestasi tak ada, terpaksa bikin prestasi asal-asalan sekaligus menyindir pihak lain padahal merekalah yang secara tak langsung membuktikan pada publik kalau mereka ini banyak bohongnya. Karena asal buat, ya maklum kalau banyak salahnya dan harus koreksi sana sini. Itu pun masih ketahuan bohongnya.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *