PUJI TUHAN ALHAMDULILAH, AKHIRNYA HABIB BAHAR DITAHAN POLISI

Argo – Kalau kasus penghinaan dan pelecehan terhadap kepala negara, si Habib gondrong pirang nan Londo ini boleh lolos dan tidak ditahan, tapi kali ini dia kena batunya dan tidak berkutik karena tindak pidana murni yang dilakukannya, yaitu penganiayaan dan kekerasan terhadap anak.

Aib dan prilaku buruknya selama ini memang bisa dia tutupi dengan gelar Habib dan jubah agama yang dikenakannya, namun prilaku arogan dan jumawa tingkat dewa, serta pelanggaran hukum yang selama ini dilakukannya dengan semena-mena dan seenak udelnya itu terhadap orang lain akhirnya terbongkar juga. Gusti ora sare.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di hadapan para Penyidik Kepolisian Jawa Barat, si Habib Londo yang rambutnya dicat pirang itu langsung ditahan dan digiring aparat Kepolisian ke Polda Jawa Barat ke ruang sel tahanan.

Si Habib Bahar ini langsung dicopot baju ulamanya itu dan diganti dengan baju berwarna biru dengan tulisan T A H A N A N dan digiring Polisi ke dalam sel. Puji Tuhan Alhamdulilah.

Dalam kasus penganiayaan dan kekerasan tersebut, Polisi telah menetapkan lima tersangka yang terlibat, salah satunya si Habib gondrong berambut pirang ini.

Kasus penganiayaan dan kekerasan itu dilaporkan warga yang kesal melihat perbuatan kejinya itu ke Polres Bogor pada hari Rabu tanggal 5 Desember 2018 dengan laporan polisi bernomor LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res.Bgr.

Padahal kedua anak yang dia hajar sampai babak belur nyonyor tidak karu-karuan itu adalah anak murid di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin yang masih dalam proses belajar dan mendalami ajaran agama Islam. Itulah angkuhnya manusia sok jago satu ini.

Habih Bahar bin Smith nan Londo akhirnya tidak bisa berkutik lagi karena dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Dia tidak bisa mengelak dan membela dirinya lagi dengan alasan Majas seperti ysng dilakukannya dalam kasus penghinaan dan pelecehan terhadap Kepala Negara.

Si Habib yang mengaku-ngaku keturunan Nabi itu sudah tidak sempat lagi membayar pasukan nasi bungkus isi sayur kol dan krupuk untuk menggeruduk Polda Jawa Barat supaya memberi tekanan kepada pihak Kepolisi agar dia dibebaskan dan tidak ditahan Polisi.

Dia merasa Polisi pasti takut menjenboskannya ke sel tahanan karena gelarnya Habib. Setelah ditahan Polisi, baru matanya terbuka bahwa di atas langit masih ada langit. Lidahnya kelu, senyumnya dipaksakan.

Begini ini akibatnya kalau tidak mengamalkan ajaran agama dengan benar lalu main gedebak gedebuk semau-maunya saja.

Sampai detik ini saya masih tidak habis pikir kenapa manusia model begini digelari Habib. Habib apaan?

Semua prilakunya yang tidak terpuji itu dia lakukan karena merasa diri sudah sangat hebat dan merasa kebal hukum, sehingga merasa diri tidak akan ada orang yang berani lapor seorang keturunan Nabi dengan gelar Habib ke Polisi. Sekarang baru dia kena batunya. Emang enak?

Habib macam begini ini sudah saatnya dibasmi sampai punah dari bumi NKRI. Jangan sampai prilaku busuknya itu ditiru oleh umatnya lalu menghalalkan kekerasan.

Mau tokoh agama kek atau tokoh masyarakat sekalipun kalau melanggar hukum ya kena sikat sesuai hukum dan Undang-Undang yang berlaku sahih di NKRI ini. Jangan sok hebat.

Kenapa demikian? Karena negara kita menganut asas equality before the law, yaitu konsep hukum yang tidak mengkotak-kotakkan para pelanggar hukum dan Hak Asasi Manusia.

Karena gelar Habib lalu mengaku-ngaku keturunan Nabi, lalu dia bikin diri sudah sangat hebat di negara ini dengan melakukan pelanggaran hukum semau-maunya dan seenak udelnya itu.

Sudah sepatutnya si penganiaya makhluk Tuhan satu ini mendapat binaan di dalam sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya yang tidak manusiawi itu.

Bagi saya orang macam begini ini tidak pantas digelari Habib. Karena kalau Habib itu prilakunya pasti baik, santun, dan menghargai sesama manusia sesuai amalan ajaran agama.

Tapi tidak demikian halnya dengan si Bahar bin Smith yang gondrong pirang ini yang prilakunya sangat kasar dan brutal, sehingga tidak memberi contoh yang baik dan suri tauladan sebagai seorang Habib.

Gelar Habib hanya kedoknya belaka untuk membenarkan perbuatan-perbuatannya yang sangat kasar dan sangat brutal.

Orang ini adalah parasit dan benalu bangsa. Padahal perintah Allah SWT jelas, umatnya tidak boleh menzalimi, apalagi menganiaya umat ciptaanNya dengan alasan apapun.

Yang namanya Habib tuh ya harus menjadi panutan bagi umat dengan mengekang keinginan duniawi dan mampu menyiarkan cinta kasih terhadap sesama umat manusia ciptaan Allah SWT.

Sesuai dengan nazarnya yang ingin membusuk di penjara, kali ini terkabul sudah doanya itu membusuk di sel tahanan Polda Jawa Barat.

Saya mengucapkan selamat menikmati dinginnya kota Bandung. Terima kasih pak Polisi. Muchas Gracias Amigo.

Kura-kura begitu.

#JokowiLagi
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *