KASIHAN, DENGAN DALIL JIHAD, NENO MAU MENIPU UMAT NYUMBANG 5 JT

Daeng Uceng – Menjadi orang sadar dan sehat di musim pilpres ini begitu sulit. Tiba-tiba segala macam bisa digunakan, dan agama benar-benar dijadikan alat, demi mendapatkan kekuasaan. Itulah yang tergambarkan dari para pengusung khilafah, yang “”mabuk agama, tukang janji sorga, dan tentunya mereka ini bergabung dalam wadah Prabowo-Sandi.

Tak terkecuali yang bernama Neno Warisman, mantan artis yang sudah tidak laku kemudian menjalani cara lain agar bisa bertahan hidup di dunia yang sementara ini, yaitu menjadi pengemis politik. Meski usaha umroh yang pernah dikelolanya pernah mengalami masalah duit jemaah. Ia makin pede bergerak menjadi tim sukses Prabowo Sandi.

Sudah pasti Neno sangat diragukan kemampuannya dalam mengelola bisnis umroh, dan juga masalah sumbangsihnya pada masyarakat, selain hanya bisa nyanyi, tak ada lagi kinerja yang bisa diharapkan oleh masyarakat dari sosok Neno ini. Kebanyakan dia hanya mengganggu masyarakat.

Ia hanya berteriak-teriak dengan tagarnya yang sudah tidak trending lagi. Terlalu awal mereka dengung-kan sehingga masyarakat semakin bosan, dan akhirnya jadi bahan ledekan, tertawaan, bikin ngakak habis, dan sampai bikin sakit perut karena terlalu banyak ketawa.

Dan kaos tagar 2019 yang sudah dicetak itu sangat tepat sekali dijadikan alas kaki, atau bahan untuk lap-lap sepatu yang kena debu karena seharian bekerja. Atau bisa juga jadi alternatif kain pel. Tinggal dibuatin pegangannya dan jadilah alat pel lantai, lumayan bisa hemat kain pel. daripada beli yang baru di Pasar, mending pakai kaos tagar 2019 ini.

Neno ber-orasi pakai oral…eits.. salah maksudnya dengan suara yang sedikit bergema, ia berusaha mempengaruhi jemaah, Neno meminta jemaah yang seharusnya cerdas melihat persoalan ini untuk menyumbang dengan dalih sebagai Jihad memenangkan Prabowo. kok bisa dikatakan Jihad?

Prabowo ini sudah jelas-jelas belum paham Islam, tidak pernah memimpin shalat berjamaah, jarang terdengar melantunkan ayat-ayat suci, apalagi saat mengucapkan kalimat setelah Nabi Muhammad menjadi “Hulaihi”, menunjukkan betapa belum pahamnya Prabowo tentang Islam. Jadi benar-benar bukan sebagai Jihad, tetapi Neno Jahat, menggunakan tema-tema agama untuk mempengaruhi umat agar memilih Prabowo yang tidak paham islam saat ini.

Bukankah itu tukang kampanye yang menjual agama? yang menggunakan kata-kata Jihad demi bisa meraih sumbangan banyak dari rakyat yang tidak terlalu kaya?, Prabowo Sandi ini dan juga Hasyim (Saudara Prabowo) adalah orang-orang terkaya di Indonesia. Masa sih orang kaya dimintai sumbangan? ini memalukan. Meski kaya tapi mental sangat miskin. SANGAT MEMALUKAN.

Selain Prabowo tidak paham islam saat ini, ia juga kerap emosional dan pernah melontarkan kata-kata pesimis, mulai dari Indonesia bubar 2030, dan akhir-akhir ini Prabowo bilang “Kalau kita kalah, negara ini bisa punah” di hadapan para pendukungnya yang suka teriak-teriak dan manut-manut saja serta me-maha-benarkan segala tindak tanduk Prabowo.

Padahal kalau kubu Prabowo kalah, yang punah adalah Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, Berkarya, Orde baru, HTI, dan beberapa kelompok intoleran pendukung ISIS dan khilafah. Selama Jokowi menjabat Presiden malah negara ini makin maju. Asian Games sukses habis, Infrastruktur pun kencang dimana-mana. Jadi mana bisa dibilang punah.

Mental-mental pesimis sesungguhnya adalah mental yang tidak mau melewati revolusi diri, revolusi kesadaran, tetapi itu adalah mental yang mengalami gangguan yang seharusnya ada terapi khusus penangannya. Cuma karena kekuasaan itu terus digedor-gedor, maka selalu ada masalah. Bagaimana mau memimpin negara ini kalau diri sendiri sudah sering mengalami masalah, atau belum selesai dengan dirinya sendiri.

Menyumbang duit untuk urusan politik pilpres dan dilabeli sebagai Jihad?…kemonggglah…mbak Neno.. jangan gitu ahh. Jangan kau tipu umat ini. Umat ini sudah pintar lah.

Mbak Neno, itu sungguh PEMBODOHAN, jika ente meminta sumbangan 5 Juta, ini keterlaluan. bagi orang-orang biasa 5 juta perbulan bagi kami yang dhuafa ini adalah sudah sangat cukup besar. Bagi Prabowo dan Sandi serta Hasyim, itu duit buat beli cemilan saja. 5 Juta bagi mereka kecil sekali…

Boro-boro 5 juta, 3 juta per bulan saja biasanya kerja 10 jam sehari. Belum lagi macet-macet di jalan, sempoyongan. terseok-seok, malamnya hampir ambruk. Sungguh perjuangan.

Lebih berjihad dengan duit 5 juta itu untuk menghidupi keluarga, biaya pendidikan anak-anak agar tidak menjadi kaum intoleran yang sumbunya pendek, tetapi menjadi insan yang berguna membangun negeri ini. Jadi..please deh…masa kita mau terus dibodoh-bodohi oleh orang-orang kayak Neno ini.

Jihad itu bukan mendukung paslon.. Tapi dukung yang waras mengangkat akal sehat, sehingga paham agama dengan baik, paham tujuan besar hidup ini, bukan malah akal nyugsep karena provokasi serta doktrin orang-orang seperti Neno dan sebangsanya.

#2019KalahLagi

#SandiwaraUno
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *