PENGAKUAN LA NYALLA SOAL ISU ‘JOKOWI PKI’, BUKTI PENDUKUNG PRABOWO HALALKAN SEGALA CARA DEMI KEKUASA…

Fery Padli – Pengakuan La Nyalla Mattaliti benar-benar membuat kubu Prabowo panik.

Bagaimana tidak, mantan Ketua PSSI tersebut membongkar kelakuan para pendukung Prabowo di Pilpres 2014 yang lalu.

Sebelumnya, La Nyalla adalah loyalis Prabowo.

Ia total mendukung Prabowo di Pilpres 2014.

Bahkan kekurangan-kekurangan Prabowo ia tutupi, agar masyarakat juga mendukung Prabowo.

Namun, ibarat air susu dibalas air tuba. Bukannya total mendukung pencalonannya di Pilgub Jatim, Prabowo justru memintai La Nyalla uang sebesar 40 miliar rupiah.

“Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang itu harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember agar bisa direkomendasikan,” kata La Nyalla saat itu, (11/1).

La Nyalla menuturkan, permintaan uang itu disampaikan Prabowo pada 9 Desember 2017. Saat Prabowo mengundangnya ke rumah kediaman Prabowo di Hambalang.

La Nyalla sebenarnya sudah menyiapkan uang yang cukup besar, yakni 7,5 kali lipat dari yang diminta oleh Prabowo. Namun, La Nyalla berjanji, baru akan memberikan uang tersebut setelah ia resmi terdaftar di KPU, Jawa Timur.

Prabowo menolak permintaan La Nyalla tersebut dengan marah-marah.

“Dia marah-marah. Marahnya seperti orang kesurupan. Pokoknya seperti bukan Prabowo Subianto lah,” ujar La Nyalla.

Karena kepentingan politiknya tidak pernah difasilitasi oleh Prabowo, dan Prabowo telah melukai hati dan perasaannya, La Nyalla lantas memutuskan untuk hengkang dari kubu pendukung Prabowo dan Gerindra.

“Saya tidak akan lagi di Gerindra dan saya tidak akan mempengaruhi anak buah saya ataupun teman-teman. Tapi saya yakin masih banyak yang loyal sama La Nyalla Mattalitti,” tutur La Nyalla.

Pasca meninggalkan Prabowo dan Gerindra, La Nyalla berpindah haluan mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“Saya pribadi dukung Pak Jokowi, lebih jelas dan nyata program-programnya,” kata La Nyalla, (13/10).

“Saya capek jadi oposisi, sekarang dukung yang pasti-pasti saja, yang programnya sudah nyata dan jelas,” ujarnya.

Setelah menjadi pendukung Jokowi-Ma’ruf, La Nyalla lantas membeberkan kebusukan yang ia dan pendukung Prabowo lakukan di Pilpres 2014 yang lalu.

Apa sajakah kebusukan-kebusukan yang pernah diperbuat oleh pendukung Prabowo terhadap presiden Jokowi?

La Nyalla mengaku, menjadi salah seorang yang menyebarkan is Jokowi PKI, pada Pilpres 2014.

“Saya kan sudah pernah ngomong. Begitu saya mau mendukung Pak Jokowi. Saya datang ke beliau, saya minta maaf bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah Pak Jokowi Kristen, Cina. Saya yang sebarkan Obor (Rakyat) di Jawa Timur dan Madura,” ujar La Nyalla (11/12).

“Akhirnya saya datang ke beliau dan sampaikan, “Saya mau minta maaf’ tiga kali. Alhamdulillah dimaafkan,” tambah La Nyalla.

Meski La Nyalla sudah meminta maaf kepada Presiden Jokowi, dan telah mengakui kesalahannya, dampak isu PKI yang disebarkan itu, berdaya rusak luar biasa.

Sampai sekarang pun, masih banyak yang percaya dengan kampanye hitam yang dilakukan oleh Obor Rakyat tersebut.

“Sampai sekarang belum mampu mengubah persepsi publik terhadap berita yang ada di Obor Rakyat tersebut. Artinya, pengaruh tabloid Obor Rakyat sampai saat ini masih ada,” ujar Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzilly.

Sulit memang, untuk menghilangkan isu ‘Jokowi PKI’ yang sudah berkembang dari mulut ke mulut itu.

TKN Jokowi-Ma’ruf memiliki data bahwa, terdapat 5-6 persen masyarakat percaya Jokowi antek Komunis.

Oleh sebab itu, presiden Jokowi harus beberapa kali menjawab tuduhan yang tidak berdasar tersebut, di hadapan masyarakat Indonesia.

Pengakuan La Nyalla, bahwa ia ikut menyebarkan isu ‘Jokowi PKI’ ini menjadi alarm bahaya bagi kita semua, khususnya pendukung Jokowi.

Bahwa kelompok sebelah tidak sungkan-sungkan menghalalkan segala cara untuk memenangkan Prabowo.

Para pendukung Prabowo tidak peduli lagi dengan kata bijak Fitnah itu lebih kejam dari membunuh. Tapi fokus mereka adalah memenangkan Prabowo di Pilpres.

Tidak peduli sebesar besar dosa yang harus ditanggung. Dan seberapa besar kerugian yang dialami oleh pihak lain, yang mereka fitnah tersebut.

Tujuan mereka hanya satu, Prabowo jadi presiden.

Karena watak sulit diubah, di Pilpres 2019 ini, tidak menutup kemungkinan para pendukung Prabowo kembali melakukan cara-cara yang kotor untuk memenangkan Prabowo.

Sehingga, waspada jadi kosakata yang sangat penting bagi para pendukung Jokowi saat ini.

Perlu ada intel khusus, yang siap memantau 24 jam informasi yang beredar di Medsos, yang disebarkan oleh Kampret, yang memiliki otak terbalik.

Jika mereka kembali menyebar fitnah dan hoax terhadap presiden Jokowi, maka tidak ada pilihan lain, selain melaporkannya ke polisi.
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *