KISAH PENERUS PERUSAHAAN HUAWEI, MENG WANZHOU YANG MEMEGANG TUJUH PASPOR

Seorang eksekutif top Cina terjebak dalam pusaran sengketa geopolitik yang semakin sengit antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia, Cina dan Amerika Serikat.

Meng Wanzhou adalah direktur keuangan Huawei dan putri sulung pendiri perusaan telekomuniasi raksasa Cina, Huawei.

Pekan lalu ia ditangkap di Kanada atas tuduhan melanggar sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan kini menghadapi ekstradisi ke AS.

Baik Cina maupun Huawei menegaskan Meng Wanzhou tidak melanggar peraturan apa pun.

Jika dinyatakan bersalah, ia terancam hukuman penjara maksimal 30 tahun.
Siapakah Meng Wanzhou?

Meng Wanzhou, yang juga dikenal sebagai Sabrina Meng dan Cathy Meng, meniti karier di Huawei, perusahaan swasta terbesar di Cina.

Perempuan berusia 46 tahun itu memulai kariernya sebagai penerima tamu tahun 1993, dan setelah menyelesaikan kuliahnya dengan gelar master di bidang akutansi dari Universitas Sains dan Teknologi di Huazhong tahun 1999, ia bekerja di bagian keuangan Huawei.

Ia menjabat sebagai direktur keuangan Huawei tahun 2011 dan beberapa bulan sebelum ditangkap, ia dipromosikan sebagai wakil dewan direksi.

Pada 2018, ia menduduki posisi ke-12 di daftar pengusaha perempuan paling kaya Cina versi Forbes. Posisinya itu turun empat peringkat dari ranking satu tahun sebelumnya.

Kaitan Meng Wanzhou dengan sang ayah yaitu miliarder Ren Zhengfei, baru terungkap ke publik beberapa tahun lalu.

Apa dakwaan yang dihadapinya?

Meng Wanzhou ditahan saat sedang transit di Bandara Vancouver, Kanada, pada tanggal 1 Desember.

Jaksa penuntut mengatakan ia berkonspirasi untuk menipu bank dengan mengatakan bahwa sebuah anak perusahaan Huawei adalah perusahaan terpisah.

Dengan memposisikan anak perusahaan sebagai perusahaan tersendiri maka hal itu membantu Huawei menghindari larangan berbisnis dengan Iran yang diberlakukan AS.

Amerika Serikat telah menyelidiki produsen telepon pintar terbesar di dunia itu sejak 2016, yang diyakini menggunakan anak perusahaan untuk mendatangkan mesin-mesin manufaktur AS dan transaksi miliran dolar ke Iran.

Penangkapan Meng ini memicu ketegangan diplomatik antara Cina, Kanada dan AS.
Kehidupan terkuak di pengadilan

Dalam dokumen yang diserahkan ke Mahkamah Agung British Columbia, Kanada, tempat kasus Meng Wanzhou disidangkan, muncul rincian tentang kehidupan pribadi sang direktur keuangan Huawei.

Ia telah berhasil sembuh dari panyaket kanker tiroid yang pernah dideritanya. Ia juga mengalami tekanan darah tinggi dan gangguan tidur dan memerlukan bantuan obat-obatan setiap hari, kata pengacaranya.

“Saya terus merasa sakit dan saya mengkhawatirkan kondisi kesehatan saya yang memburuk selama dalam tahanan,” tutur Meng Wanzhou dalam dokumen pengadilan.

“Pada saat ini saya kesulitan memakan makanan solid dan harus mengubah makanan untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut.”

Pengacaranya berusaha agar ibu dari empat anak itu dibebaskan dengan jaminan. Ditambahkannya Meng tidak akan melarikan diri karena memiliki “akar kuat” di Vancouver.

Kepada pengadilan, Meng Wanzhou menuturkan ia tercatat sebagai penduduk Kanada sampai 2009 ketika ia kembali ke Cina.

Kendati demikian, ia bersama suaminya membeli rumah yang terdiri dari enam kamar di Vancouver dan secara rutin ia mengunjungi suami dan anak-anaknya di sana, sebagian di antara mereka pergi ke sekolah setempat sampai tahun 2012.

Rumah tersebut kini dilaporkan bernilai US$4,2 juta atau sekitar Rp61 miliar.

Angka itu didapat dari catatan properti dan keterangan tertulis yang diambil di bawah sumpah yang dibacakan oleh Meng Wanzhou di pengadilan.

Pada 2016, pasangan itu membeli rumah kedua, dan kedua rumah tersebut sekarang digunakan sebagai jaminan pembebasannya.

Mengapa Vancouver?

Dokumen pengadilan membeberkan informasi mendalam tentang eksekutif top Cina, kata redaktur Asia Pasifik di BBC World Service, Michael Bristow.

“Selama bebarapa tahun Vancouver telah menjadi destinasi pilihan bagi orang-orang kaya Cina; sebagai tempat tinggal, tempat sekolah anak-anak mereka, atau sebagai asuransi terhadap ketidakpastian yang mereka hadapi di Cina.

“Rasa penasaran orang-orang tergugah ketika tahu Meng tidak hanya mempunyai satu rumah tapi dua rumah di Vancouver, dan bertanya-tanya bagaimana ia bisa mendapat tujuh paspor pada waktu bersamaan.”

Bagaimana ia bisa memegang tujuh paspor?

Pertanyaan tersebut masih menjadi misteri.

Menurut laporan-laporan, bos perusahaan teknologi itu setidaknya memegang empat paspor Cina dan tiga paspor Hong Kong.

Berdasarkan peraturan yang berlaku di Cina, jika seorang warga negara hendak mencari paspor dari negara lain atau wilayah lain, maka ia harus membatalkan paspor Cina yang dipegangnya.

Kantor Imigrasi Hong Kong immigration tidak bersedia memberikan komentar terkait dengan paspor Meng Wanzhou tetapi mengatakan bahwa pemilik paspor Hong Kong tidak boleh “memiliki lebih dari satu” pada satu waktu.

Berdasarkan data keberangkatan dan kedatangan pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat, Meng menggunakan tiga paspor Hong Kong untuk masuk ke AS dalam 33 kesempatan antara 2014 dan 2017.

Putra keduanya dilaporkan sedang sekolah di Massachusetts, tetapi Meng tidak berkunjung ke AS sejak Maret 2017.
sumber: bbc.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *